Info Lengkap KPR Rumah Second Tanpa DP

kpr rumah secondFoto: Unsplash

 

Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR rumah second dan baru masih menjadi jalan yang biasa diambil oleh banyak orang ketika akan membeli rumah impian.

 

Karena bagaimanapun, hingga saat ini pengajuan KPR masih menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk membeli rumah yang diidam-idamkan. 

 

Namun dalam pengajuan KPR, biasanya banyak yang terkendala dengan pembayaran Down Payment atau DP yang besarannya sekitar 10-20 persen dari harga rumah tersebut.  

 

Misalnya, harga rumah yang akan dibeli seharga Rp350 juta, maka DP yang perlu dibayarkan kira-kira sebesar Rp35 juta hingga Rp70 juta.

 

Angka tersebut tentu saja cukup besar bagi kebanyakan orang.  

 

Karena itu, banyak yang mencari cara untuk mengajukan KPR rumah second tanpa DP untuk mengurangi beban biaya dalam pembelian rumah di awal transaksi.  

 

Dalam ruang lingkup KPR Bank, rumah second atau rumah bekas adalah rumah yang telah dihuni serta memiliki sertifikat rumah (SHM) atas nama pemilik rumah tersebut.

 

Biasanya karena satu alasan atau lainnya, pemilik rumah berniat untuk menjualnya kepada orang lain.

 

Pertanyaannya adalah, apakah kita bisa mengajukan KPR rumah bekas tanpa DP? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan di bawah ini.

Penjelasan KPR Rumah Second Tanpa DP

kpr rumah secondFoto: Pexels

 

Pada dasarnya, mengajukan rumah second tanpa DP sendiri cukup sulit untuk dilakukan. 

 

Sebab, para penjual rumah biasanya meminta pembayaran uang muka terlebih dahulu sebagai tanda jual beli rumah.  

 

Kecuali jika Anda bisa melakukan negosiasi hingga akhirnya menemukan kesepakatan dengan pemilik rumah, agar meniadakan uang muka dan menggantinya dengan pembayaran cicilan rumah pertama. 

 

Namun, hal tersebut tidak serta-merta menyelesaikan masalah KPR rumah, sebab nantinya biaya cicilan bulanan akan lebih besar dari biaya cicilan bulanan dengan DP.

 

Jika memang ingin membeli rumah tanpa DP, Anda bisa mengajukan KPR yang diberikan oleh penyedia layanan KPR, baik bank swasta, negeri, maupun bank syariah.

 

Dewasa ini, kredit rumah tanpa DP dan rumah bebas PPN pun mulai banyak ditemukan.

 

Akan tetapi, pengajuan dua kredit di atas hanya berlaku untuk membeli rumah pertama dan hanya berlaku untuk pembelian rumah baru, bukan bekas. 

 

Sehingga jika memang mencari KPR rumah second tanpa DP, tampaknya agak sulit untuk diwujudkan kecuali jika ada orang yang mau menjualnya.

Cara Pengajuan KPR Rumah Second Tahap Demi Tahap

 

Meskipun mengajukan KPR rumah second tanpa DP cukup sulit, Anda masih bisa kok membeli rumah bekas dengan harga yang cukup murah. 

 

Proses pengajuan KPR rumah second sendiri tidaklah sulit, karena yang perlu dilakukan hanyalah mengikuti segala proses dan melengkapi berbagai persyaratan ketika mengajukan KPR. 

 

Untuk penjelasan lengkapnya, mari simak tahap demi tahap pengajuan KPR rumah second di bawah ini:

Cari Rumah dan Dealing dengan Penjual

Ilustrasi Mencari Rumah secara Online

Foto: Unsplash

 

Sebelum mengajukan KPR rumah second, tentu saja Anda harus mencari rumah impian terlebih dahulu.  

 

Agar lebih nyaman, pastikan untuk mencari informasi dan preferensi rumah impian Anda hingga ke detail terkecil. 

 

Jika masih bingung, Anda bisa mencari referensi di situs jual beli properti seperti Rumah123. Terdapat ratusan properti baru dan second yang dijual di dalamnya.

 

Sebagai rekomendasi, ada Blossom Park Residence jika Anda sedang mencari rumah dijual di Bogor.

 

Ada pula The Accent Apartemen dan Apartemen Emerald Bintaro bagi Anda yang berminat dengan hunian vertikal di Tangerang Selatan.

 

Jika sudah menemukan rumah yang diminati, Anda bisa melakukan dealing dengan pemilik rumah tersebut. 

 

Lewat negosiasi, Anda mungkin bisa mendapatkan rumah impian dengan harga yang sesuai dengan bujet.

Pilih Penyedia Layanan KPR

Layanan KPR

Foto: finansialbisnis

 

Terdapat banyak sekali bank penyedia layanan KPR yang bisa dipilih. Bank-bank tersebut juga menawarkan skema KPR dan besaran uang muka yang berbeda-beda. 

 

Karena itu, pilihlah bank yang memberikan skema KPR yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. 

 

Lalu, carilah bank yang menawarkan bunga rendah agar cicilan rumah yang Anda bayarkan jadi lebih murah.

 

Setelah mendapatkan bank penyedia KPR yang sesuai, maka persiapkan segala dokumen yang biasanya menjadi persyaratan KPR rumah bekas, seperti:

 

- Kartu Keluarga dan KTP 

- NPWP 

- Surat nikah 

- Slip gaji 3 bulan terakhir 

- Surat keterangan kerja 

- Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

 

Perlu diingat, syarat pengajuan KPR mungkin saja berbeda di setiap banknya. 

 

Namun, beberapa syarat di atas merupakan syarat umum yang biasanya diminta di bank manapun.

 

Selain itu, jangan lupa untuk membawa dokumen atau surat-surat kepemilikan rumah, seperti:

 

- Fotokopi sertifikat rumah

- Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB

- Fotokopi bukti pembayaran PBB 

- Surat perjanjian jual-beli rumah di atas materai yang ditandatangani oleh penjual dan pembeli rumah.

Proses Penilaian (Appraisal)

Proses AppraisalFoto: Hukum Properti

 

Setelah pengajuan dimasukkan, maka sekarang bank akan melakukan proses penilaian atau appraisal terkait kelayakan dan kesanggupan pemohon dalam menulasi cicilannya.

 

Proses ini meliputi BI Checking, biasanya dengan melihat kondisi keuangan dan histori kredit yang selama ini Anda lakukan, apakah semuanya berjalan lancar atau tidak.

 

Setelah itu, appraisal juga meliputi penilaian harga rumah.

 

Pada tahap ini, pihak bank akan melakukan survei secara langsung dan menilai berapa estimasi harga rumah tersebut. 

 

Proses penilaian harga rumah ini cukup penting, sebab hal inilah menentukan plafon pinjaman yang akan diberikan oleh bank kepada debitur.

Mengurus Surat Perjanjian Kredit (SPK)

Surat Perjanjian Kredit

Foto: Unsplash

 

Surat Perjanjian Kredit ini tidak kalah penting dari proses lainnya, lho. Pasalnya, seluruh ketentuan terkait kredit tertera di dalamnya, serta memiliki kekuatan di mata hukum.

 

Proses pengecekan SPK dimaksudkan agar poin-poin yang tertera di dalamnya sudah cukup menjaga keamanan pembeli dan penyedia layanan KPR, khususnya dalam proses jual-beli ini.

 

Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah:

 

- Suku bunga yang ditetapkan

- Biaya appraisal rumah

- Biaya tambahan lain, seperti biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi, biaya notaris, biaya pajak dan lain sebagainya

- Ketentuan penalti atau denda pelunasan dipercepat

- Penentuan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen tersebut

Tanda Tangan Akad

Tanda Tangan Akad

Foto: Unsplash

 

Setelah semua rangkaian pengajuan KPR rumah second selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah finalisasi berupa tanda tangan akad. 

 

Proses akad ini akan dilakukan di hadapan notaris yang telah ditunjuk dan dihadiri oleh pihak-pihak terkait, seperti pembeli, penjual rumah dan pihak bank. 

 

Namun sebelum Anda menyelesaikan akad, pastikan dulu beberapa hal ini:

 

- Telah melunasi biaya KPR

- Melunasi biaya jasa notaris

- Menyerahkan dokumen; KTP, KK. NPWP, sertifikat rumah, IMB, dan PBB 

- Menunggu notaris mengecek keabsahan dokumen

- Hadir pada saat melakukan tanda tangan (Jika sudah menikah, wajib membawa serta pasangan)

- Mendengar hak dan kewajiban masing-masing pihak

 

Itu tadi informasi terkait cara KPR rumah second tanpa DP, serta cara-cara pengajuan kredit untuk membeli rumah bekas.

 

Jadi sekarang Anda sudah tahu ya, bahwa mengajukan KPR rumah second tanpa DP tak mungkin dilakukan kecuali kita membuat kesepakatan terlebih dulu dengan penjual rumah.

 

Semoga artikel ini bermanfaat!

 

Author:

Ferry Fadhlurrahman