Tips Lolos KPR untuk Pencari Rumah Impian



Mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah langkah paling mudah untuk membeli rumah.  Terutama jika Anda mempunyai dana terbatas, maka tak ayal banyak yang berharap bisa lolos KPR saat mengajukan ke bank. 


Di Indonesia, produk KPR sudah tersedia di berbagai bank, baik Bank Negara ataupun Bank Swasta. Anda bisa membandingkan masing-masing bank untuk mengetahui yang terbaik.


Namun untuk lolos KPR bukan perkara mudah. Tidak sedikit yang pengajuannya ditolak oleh bank karena tidak memenuhi syarat atau pertimbangan lainnya.  Untuk mempermudah proses pengajuan KPR, tidak ada salahnya mengikuti beberapa tips agar dapat lolos KPR.  Berikut adalah tips-tips tersebut:


1. Mempunyai Penghasilan di Atas Upah Minimum Regional (UMR)


Penghasilan Anda akan jadi pertimbangan besar untuk bank menerima pengajuan KPR. Karena penghasilan akan jadi jaminan kemampuan seseorang membayar cicilan bertahun-tahun, bahkan hingga 20 tahun. Jika Anda sudah berpasangan akan lebih baik, karena penghasilan berdua bisa digabungkan.


Sehingga dengan begini cicilan akan terasa lebih ringan. Bahkan dengan begitu, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mengambil rumah yang lebih baik dengan harga yang lebih mahal.


Biasanya bank sebagai kreditur akan memberi angka sekitar 30 persen sebagai rasio kredit yang akan jadi batas aman dalam mencicil rumah setiap bulannya. Maka, jika penghasilan Anda di atas UMR, bahkan jika digabung dengan penghasilan pasangan, selain peluang lolos KPR akan lebih besar, sangat mungkin Anda bisa membayar cicilan lebih besar, sehingga tenor yang diambil bisa lebih singkat.

 

2. Persiapkan DP Rumah dalam Jumlah Besar


Selanjutnya upayakan untuk mempersiapkan DP (Down Payment) dalam jumlah besar dari jauh-jauh hari. Dengan membayar DP yang besar, bisa mempermudah pengajuan KPR. Meskipun banyak juga yang menawarkan keringanan berupa DP kecil.


Tapi jika Anda sudah mempersiapkan uang muka besar, maka sisa cicilan akan lebih kecil di kemudian hari. Jadi cicilan per bulan pun relatif lebih ringan dibanding mengeluarkan DP kecil di awal.


Baca juga: 
Kredit Rumah Murah


3. Riwayat Kredit Bersih agar Lolos BI Checking


Selanjutnya, pastikan Anda tidak memiliki masalah dengan riwayat kredit, bukan hanya KPR tapi kredit-kredit lainnya. Karena hal ini bisa merepotkan di kemudian hari. 


Karena jika Anda ternyata mempunyai masalah, seperti kredit macet atau yang lainnya, maka ada kemungkinan Anda tidak akan lolos saat pengajuan KPR. Jadi sebelum melakukan pengajuan KPR ke pihak bank, pastikan riwayat kredit tidak bermasalah alias bersih. 


Tapi jika ternyata riwayat kredit selama ini kurang baik, masih sangat mungkin untuk memperbaikinya. Salah satunya dengan berkonsultasi ke pihak bank, karena walaupun tidak semua, pasti masih ada bank yang bisa memberikan solusi untuk mempermudah proses pengajuan KPR. 


4. Usia Tidak Melebihi Batas yang Ditentukan


Selain masalah keuangan yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa hal yang biasanya juga menjadi pertimbangan bank untuk menerima pengajuan KPR. Salah satunya adalah terkait usia.


Penetapan syarat usia dalam pengajuan KPR sebenarnya berhubungan dengan kemampuan membayar cicilan yang biasanya memakan waktu hingga belasan tahun.  Karena itulah biasanya pihak bank akan memastikan ketika proses cicilan berlangsung, pengaju KPR belum memasuki usia pensiun (non-produktif). Jadi sebenarnya semakin dini Anda mengajukan KPR akan lebih baik.


Jika Anda berada di usia produktif, seperti 25 tahun hingga 35 tahun, maka waktu itu adalah waktu yang tepat untuk mulai mencicil KPR. Jika cicilan KPR dimulai sejak dari muda, maka Anda bisa memaksimalkan tenor yang disediakan, sekitar 20 tahun hingga 30 tahun. Sehingga dengan begini cicilan juga akan terasa lebih ringan. 


5. Penuhi Persyaratan dan Dokumen Pelengkap KPR


Selain usia, syarat lolos proses KPR rumah lainnya antara lain adalah :

 

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki penghasilan tetap
  • Masa kerja minimal 2 tahun


Sementara dokumen yang harus dilengkapi misalnya adalah:

 

  • Fotokopi identitas diri dan pasangan (KTP/SIM dan sebagainya)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi surat nikah
  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP 
  • Slip gaji bagi karyawan atau laporan keuangan bagi wirausahawan
  • Surat keterangan kerja bagi pegawai dan keterangan usaha bagi wirausahawan


6. Perhatikan Spesifikasi Rumah dan Kelengkapan Surat


Selain mengurus kelengkapan dokumen untuk pengajuan KPR, Anda juga harus pastikan dulu rumah yang akan dibeli. Mulai dari spesifikasi rumah tersebut hingga kelengkapan surat-surat. 


Untuk membantu dalam menemukan rumah idaman, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan membeli rumah:


1. Pilih lokasi rumah yang strategis dengan akses jalan yang memadai.

2. Hindari properti yang bermasalah, misalnya soal kejelasan hukumnya.  Jika status hukum properti tersebut saja tidak jelas, maka ada kemungkinan pengajuan KPR Anda tidak akan lolos.


3. Cek kelengkapan surat. Anda harus pastikan rumah tersebut memiliki sertifikat, baik Sertifikat Hak Milik (SHM) ataupun Hak Guna Banguan (HGB).  Selain itu juga surat Izin Mendirikan Bangunan atau IMB dan dilengkapi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta dokumen-dokumen penting lainnya.


4. Harga sesuai dengan pasar.  Pastikan untuk membeli rumah yang memang sesuai dengan pasaran. Bank juga akan melakukan proses appraisal, yakni pengukuran nilai rumah oleh ahli. 


Biasanya bank hanya akan memberikan kredit sesuai harga pasar sekitar 80 hingga 90 persen.  Jadi ini tentu akan merugikan jika Anda memberi rumah di atas harga pasaran. 


Itulah tips-tips untuk lolos KPR. Jadi kalau kondisi Anda tidak memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan, ataupun tidak melengkapi dokumen, maka bisa jadi pengajuan KPR akan ditolak. 

Baca juga: Mengenal dan Memahami KPR


Sebagai tambahan tips agar lolos KPR, khususnya jika Anda membeli rumah dari pengembang, pastikan memilih pengembang yang bekerjasama dengan bank dimana Anda akan mengajukan KPR.  Setidaknya ini akan memudahkan segala proses pengajuan KPR rumah. 


Lagi pula dengan begitu, Anda bisa sekaligus mengetahui track record dari sang pengembang. Sehingga setidaknya bisa terhindar dari pengembang yang mempunyai reputasi buruk. 


Juga sebuah tips kecil dalam pengajuan KPR ke bank, yaitu pastikan mengajukan KPR dalam waktu yang tepat.  Biasanya waktu terbaik dalam mengajukan KPR adalah minggu ketiga dan keempat karena biasanya bank sedang mengejar target. Juga hindari mengajukan KPR di Bulan Desember karena bank akan sangat sibuk dengan agenda tutup buku. 


Hal lainnya juga adalah terkait penampilan. Meskipun tidak ada aturannya, biasanya penampilan calon debitur juga diperhatikan.  Sederhananya, bank tentu lebih menyukai orang yang dapat dipercaya, berbicara sopan, jujur hingga berpakaian rapi. 


Dan jika Anda dinyatakan lolos KPR, usahakan untuk menjaga kepercayaan bank dengan membayar cicilan tepat waktu.  Nah, selamat mencari rumah impian dan semoga Anda bisa lolos KPR ya

Tambahkan Komentar