Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Mencicil DP Rumah

DP Rumah

Foto: Freepik

 

DP rumah yang bisa dicicil mungkin terdengar menarik, khususnya bagi Anda yang sedang mencari rumah idaman.

 

DP atau down payment sendiri adalah pembayaran uang muka yang dilakukan oleh pembeli atas transaksi jual-beli secara kredit. 

 

Pembayaran DP sendiri dihitung dengan persentase tertentu dari harga total barang yang dibeli. Biasanya, DP berkisar antara 10-20% dari harga barang tersebut.

 

Jadi, bisa disimpulkan kalau DP rumah adalah proses pembayaran uang muka yang dilakukan dalam jual-beli rumah secara kredit.

 

Proses pembayaran DP rumah sendiri biasanya dilakukan sebelum serah terima properti dari penjual ke pembeli. 

 

Sama seperti biaya cicilan kredit lainnya, pembayaran DP rumah juga dapat dicicil.

 

Oleh karena itu, Anda harus memahami seluk beluk DP rumah terlebih dahulu sebelum mencicilnya.

 

Tanpa menunggu lebih lama lagi, berikut penjelasannya!

 

Cara Mencicil DP Rumah

Cara Mencicil DP Rumah

Foto: Pexels

 

Sebagian besar orang pasti setuju, DP rumah yang bisa dicicil sangat membantu siapa saja yang ingin segera memiliki rumah.

 

Anda sendiri dapat membayar cicilan rumah, termasuk DP, kepada bank atau pengembang. Mekanismenya sendiri tidak jauh berbeda. 

 

Namun perlu diingat, kedua layanan ini disesuaikan dengan kebijakan pengembang. Jadi, cek terlebih dahulu mana saja layanan yang disediakan sebelum mulai menyicil DP rumah.

 

Jika Anda mengajukan pinjaman skema KPR ke bank, maka pihak bank akan memberikan pinjaman uang tunai dengan nilai tertentu. 

 

Kewajiban Anda setelahnya adalah membayar cicilan KPR tiap bulannya, beserta bunga yang telah ditetapkan untuk jangka waktu tertentu. 

 

Bunga KPR bisa tetap (fixed) atau mengambang (floating). Tenor atau jangka waktu yang disediakan juga beragam, ada yang 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, sampai 25 tahun.

 

Sedangkan jika Anda langsung mencicil kredit rumah ke pengembang, skema yang berlaku ada cash keras (uang tunai) dan cash bertahap atau diangsur setiap bulan. 

 

Tentunya, kedua cara cicilan rumah ini dapat disesuaikan dengan bujet dan kemampuan Anda.

 

Baca juga:

Prosedur Beli Rumah Cash dari Developer? Simak Caranya Berikut! 

 

Perbandingan DP Rumah Rendah dan Tinggi

Selanjutnya adalah perbandingan antara DP rumah yang rendah dan tinggi.

 

Sebagai perbandingan, ketika Anda membayar DP rumah dengan jumlah yang besar, misalnya 20% atau lebih, cicilan rumah yang harus dibayarkan setiap bulannya akan menjadi lebih kecil.

 

Katakanlah Anda membeli rumah seharga Rp400 juta. Dengan membayar DP sebesar 20% dari harga tersebut (Rp80 juta), sisa cicilan yang harus dibayarkan selanjutnya adalah Rp320 juta.

 

Intinya, semakin besar DP yang Anda bayar, maka cicilan per bulannya akan menjadi lebih rendah. Tak hanya itu, bunga yang harus dibayar juga lebih rendah.

 

Di sisi lain, Anda dapat lebih cepat membeli rumah jika memilih DP yang lebih rendah. Lalu, apa alasannya?

 

Alasan pertama adalah ketersediaan bujet. Sebelum mengambil DP tinggi, apakah Anda memiliki uang senilai Rp80 juta? Atau, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung uang tersebut?

 

Jadi, keuntungan membayar DP dengan persentase rendah adalah waktu yang lebih cepat untuk menabung dan memiliki rumah idaman Anda.

 

Namun perlu diingat sekali lagi, DP rumah yang rendah akan berdampak pada cicilan dan bunga yang lebih tinggi setelahnya.

 

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mencicil DP Rumah

Setelah mengetahui cara membayar dan perbandingan tentang DP rumah, saatnya kita membahas hal-hal penting dalam mencicil DP rumah.

 

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum mencicil DP rumah.

 

Kebijakan Cicilan DP Rumah dari Pengembang

Kebijakan Cicilan DP Rumah dari Pengembang

Foto: Freepik

 

Seperti yang telah dijelaskan, kebijakan cicilan DP rumah setiap pengembang itu berbeda-beda.

 

Perbedaannya sendiri dapat dilihat dari biaya booking fee, jumlah cicilan, hingga jangka waktu cicilan.

 

Biasanya,  booking fee tidak terlalu besar, mengingat banyaknya pengembang yang masih memberikan keringanan pembayaran booking fee di bawah Rp10 juta.

 

Meski memiliki kebijakan yang berbeda, semua pengembang memiliki kesamaan yakni tidak menyediakan banyak unit dengan DP yang bisa dicicil.

 

Misalnya saja, dalam 200 unit di satu perumahan, hanya ada 20-25 unit saja yang memberlakukan kebijakan tersebut.

 

Waktu Kepemilikan Rumah

Ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah dengan layanan DP yang bisa dicicil, Anda pasti bertanya-tanya, “Kapan rumah tersebut bisa ditempati?”

 

Pada umumnya, serah terima rumah baru bisa dilaksanakan apabila cicilan DP sudah mencapai 80%.

 

Namun kembali lagi, kebijakan ini juga tergantung pada kesepakatan dengan pihak pengembang.

 

Supaya jelas, Anda dapat mencantumkan waktu kepemilikan rumah dalam Pra Perjanjian Jual Beli (PPJB).

 

Promosi DP Rumah dari Pengembang Bodong

Promosi DP Rumah dari Pengembang Bodong

Foto: businesspartnermagazine.com

 

Penawaran rumah dengan DP yang bisa dicicil adalah hal yang sangat menggiurkan bagi sebagian besar orang.

 

Hal ini juga dapat menjadi solusi bagi mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan.

 

Meski dinilai solutif, Anda harus tetap waspada ketika membeli rumah menggunakan sistem ini.

 

Alasan pertama adalah pengembang bodong yang melakukan penipuan, entah itu spesifikasi rumah tidak sesuai promosi atau pembangunan yang tak kunjung selesai.

 

Tentu saja, jika pembangunan rumah tak kunjung selesai, Anda hanya bisa menuntut kepada pihak pengembang karena pihak bank tidak terkait dengan hal tersebut.

 

Apabila pembelian rumah tersebut dibatalkan pun biasanya pengembang tidak akan mengembalikan semua uang yang sudah dibayarkan.

 

Oleh karena itu, pilih pengembang yang terpercaya sebelum mulai mencicil DP rumah. 

 

Itu tadi beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum mencicil DP rumah. Jika Anda sedang mencari hunian yang dengan DP yang bisa dicicil, di Rumah123 banyak sekali pilihannya, seperti Andalusia Residence, Grand Dahlia Cluster Depok dan masih banyak lagi.

 

Semoga informasi di atas bermanfaat!


 

 

Author:

Shandy Pradana

Tambahkan Komentar