Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun, Berapa Persen?
Dipublikasikan 20 Mei 2026 · 7 min read · by Ilham Budhiman

magnific/jcomp
Ringkasan Artikel:
- Kenaikan harga sewa rumah per tahun di Indonesia berkisar 5%—10% dan dapat mencapai 20% di kawasan premium dengan permintaan tinggi.
- Faktor yang memengaruhi kenaikan harga sewa rumah antara lain lokasi strategis, perkembangan infrastruktur, fasilitas rumah, permintaan pasar, serta inflasi dan biaya perawatan.
- Cara menentukan harga sewa rumah dapat dilakukan dengan menghitung 3%—5% dari harga rumah, membandingkan harga pasar, dan memperhitungkan biaya operasional.
Kenaikan harga sewa rumah per tahun berkisar 5%—10% per tahun, terutama di kawasan dengan permintaan hunian tinggi dan infrastruktur yang terus berkembang.
Harga sewa rumah dapat meningkat mengikuti kenaikan harga properti, inflasi, hingga perkembangan kawasan di sekitarnya.
Nah, bagi pemilik properti maupun investor, memahami kenaikan harga sewa rumah per tahun penting untuk menghitung potensi passive income dan menentukan strategi investasi jangka panjang.
Daftar Isi:
- Berapa Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun?
- Bagaimana Contoh Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun?
- Ilustrasi Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun
- Apa Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Harga Sewa Rumah?
- 1. Lokasi Properti
- 2. Perkembangan Infrastruktur
- 3. Kondisi dan Fasilitas Rumah
- 4. Permintaan Pasar
- 5. Inflasi dan Biaya Perawatan
- Bagaimana Cara Menentukan Harga Sewa Rumah?
- 1. Hitung Persentase dari Harga Rumah
- 2. Bandingkan dengan Harga Pasar
- 3. Perhatikan Target Penyewa
- 4. Hitung Biaya Operasional
- Bagaimana Cara Meningkatkan Harga Sewa Rumah?
- Apakah Investasi Rumah Sewa Masih Menarik?
- Tabel Ringkasan Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun
- FAQ
Berapa Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun?

magnific/jcomp
Kenaikan harga sewa rumah per tahun di Indonesia berkisar 5%—10% dari harga sewa awal.
Namun, mengutip buku Beli Rumah Dengan Gaji < Rp5 Juta oleh Rina Dewi Lina dan Erwin Faizal, kenaikan harga sewa rumah per tahun dapat mencapai 5%—20%.
Hal tersebut dapat terjadi di kawasan premium, pusat bisnis, dan area dekat transportasi publik karena permintaan hunian terus meningkat.
Sementara itu, di kawasan dengan permintaan lebih rendah, kenaikannya cenderung lebih lambat.
Data Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa harga properti residensial di Indonesia terus mengalami pertumbuhan secara bertahap.
Hal ini ikut memengaruhi nilai sewa rumah dari waktu ke waktu.
Baca juga:
Rata-Rata Kenaikan Harga Rumah per Tahun yang Perlu Diketahui Investor Properti
Bagaimana Contoh Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun?
Sebagai contoh, Hendi menyewakan rumah miliknya kepada Alya dengan harga sewa awal Rp18.000.000 per tahun.
Setelah masa sewa berakhir, Hendi menaikkan harga sewa rumah sebesar 10%, yaitu Rp1.800.000 mengikuti perkembangan kawasan, biaya perawatan, dan harga pasar properti di sekitar lokasi.
Maka, pada tahun kedua Alya membayar sewa sebesar Rp19.800.000 per tahun.
Jika kenaikan harga sewa rumah per tahun terus berlangsung 10%, nilai sewa rumah tersebut akan terus meningkat secara bertahap dari tahun ke tahun.
Ilustrasi ini menunjukkan bahwa properti sewa tidak hanya menghasilkan passive income rutin, tetapi juga memiliki potensi peningkatan pendapatan dalam jangka panjang.
Ilustrasi Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun
| No | Harga Sewa Setahun | Kenaikan 10% | Harga Sewa Tahun Berikutnya |
|---|---|---|---|
| 1 | Rp4.800.000 | Rp480.000 | Rp5.280.000 |
| 2 | Rp5.280.000 | Rp528.000 | Rp5.808.000 |
| 3 | Rp5.808.000 | Rp580.800 | Rp6.388.800 |
| 4 | Rp6.388.800 | Rp638.880 | Rp7.027.680 |
| 5 | Rp7.027.680 | Rp702.768 | Rp7.730.448 |
| 6 | Rp7.730.448 | Rp773.045 | Rp8.503.493 |
| 7 | Rp8.503.493 | Rp850.349 | Rp9.353.842 |
| 8 | Rp9.353.842 | Rp935.384 | Rp10.289.226 |
| 9 | Rp10.289.226 | Rp1.028.923 | Rp11.318.149 |
| 10 | Rp11.318.149 | Rp1.131.815 | Rp12.449.964 |
| 11 | Rp12.449.964 | Rp1.244.996 | Rp13.694.960 |
| 12 | Rp13.694.960 | Rp1.369.496 | Rp15.064.456 |
| 13 | Rp15.064.456 | Rp1.506.446 | Rp16.570.902 |
| 14 | Rp16.570.902 | Rp1.657.090 | Rp18.227.992 |
| 15 | Rp18.227.992 | Rp1.822.799 | Rp20.050.791 |
| 16 | Rp20.050.791 | Rp2.005.079 | Rp22.055.870 |
| 17 | Rp22.055.870 | Rp2.205.587 | Rp24.261.457 |
| 18 | Rp24.261.457 | Rp2.426.146 | Rp26.687.603 |
| 19 | Rp26.687.603 | Rp2.668.760 | Rp29.356.363 |
| 20 | Rp29.356.363 | Rp2.935.636 | Rp32.292.000 |
Apa Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Harga Sewa Rumah?
1. Lokasi Properti
Lokasi menjadi faktor utama dalam menentukan harga sewa rumah.
Rumah yang dekat dengan kawasan bisnis, kampus, akses tol, MRT atau KRL, dan pusat perbelanjaan cenderung memiliki permintaan lebih tinggi.
Alhasil, harga sewanya lebih cepat naik.
2. Perkembangan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan nilai kawasan.
Contohnya pembangunan jalan tol baru, MRT atau LRT, kawasan komersial, hingga pusat bisnis.
Intinya, semakin berkembang infrastrukturnya, semakin tinggi potensi kenaikan harga sewa rumah.
3. Kondisi dan Fasilitas Rumah
Rumah dengan fasilitas lengkap memiliki nilai sewa lebih tinggi.
Misalnya, rumah sewa dalam kondisi fully furnished, AC, internet, smart home, dan keamanan 24 jam.
Wajar jika ada kenaikan harga sewa rumah karena kondisi dan fasilitas yang nyaman.
4. Permintaan Pasar
Jika permintaan rumah sewa meningkat sementara unit terbatas, harga sewa akan ikut naik.
Kondisi ini sering terjadi di kota besar dan kawasan berkembang dengan jumlah pendatang tinggi.
Baca juga:
Perbandingan Beli Rumah vs Sewa dalam Jangka Panjang, Mana Lebih Menguntungkan?
5. Inflasi dan Biaya Perawatan
Inflasi ikut memengaruhi harga sewa rumah.
Ketika ada kenaikan biaya listrik, air, dan perawatan bangunan, pemilik properti akan menyesuaikan harga sewa.
Tujuannya, agar profit tetap terjaga.
Bagaimana Cara Menentukan Harga Sewa Rumah?

1. Hitung Persentase dari Harga Rumah
Salah satu cara menentukan harga sewa rumah adalah menggunakan persentase dari harga properti.
Lalu, harga sewa rumah berapa persen dari harga rumah?
Secara umum, harga sewa rumah tahunan berada di kisaran 3%—5% dari harga rumah.
Contohnya, jika harga rumah Rp1 miliar, harga sewanya sekitar:
- 3% × Rp1 miliar = Rp30 juta per tahun
- 5% × Rp1 miliar = Rp50 juta per tahun
Nilai tersebut bisa berbeda berdasarkan lokasi, fasilitas, dan permintaan pasar.
2. Bandingkan dengan Harga Pasar
Lakukan survei rumah sewa di sekitar lokasi.
Bandingkan luas bangunan, jumlah kamar, fasilitas, lokasi, hingga kondisi rumah.
Cara ini membantu menentukan harga sewa agar tetap kompetitif.
3. Perhatikan Target Penyewa
Harga sewa rumah juga dipengaruhi target pasar.
Rumah untuk keluarga biasanya memiliki skema harga berbeda dengan rumah untuk mahasiswa atau pekerja.
Karena itu, sesuaikan harga sewa dengan kebutuhan target penyewa.
4. Hitung Biaya Operasional
Cara menentukan harga sewa rumah selanjutnya adalah hitung biaya operasional.
Masukkan biaya seperti:
- Pajak properti
- Perawatan bangunan
- Keamanan
- Internet
- Furnitur
Biaya tersebut perlu diperhitungkan agar investasi tetap menghasilkan keuntungan.
Bagaimana Cara Meningkatkan Harga Sewa Rumah?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai sewa rumah, seperti:
- Renovasi interior
- Menambah furnitur
- Menyediakan WiFi
- Menambah sistem keamanan
- Membuat desain rumah lebih modern
Rumah dengan kondisi baik dan fasilitas lengkap bakal lebih mudah disewakan dengan harga lebih tinggi.
Apakah Investasi Rumah Sewa Masih Menarik?
Investasi rumah sewa masih menjadi salah satu instrumen properti yang menarik.
Selain menghasilkan pemasukan rutin, rumah juga memiliki potensi capital gain dalam jangka panjang.
Apalagi, jika berada di kawasan berkembang dengan infrastruktur dan fasilitas yang terus bertambah.
Karena itu, memahami kenaikan harga sewa rumah per tahun dapat membantu investor menentukan strategi investasi yang lebih optimal.
Baca juga:
7 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Rumah di Indonesia
Tabel Ringkasan Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun
| Topik | Penjelasan |
|---|---|
| Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun | Kenaikan harga sewa rumah di Indonesia berkisar 5%—10% per tahun dan bisa mencapai 20% di kawasan premium |
| Faktor Lokasi | Rumah dekat kawasan bisnis; kampus; tol; stasiun; MRT; dan pusat perbelanjaan memiliki potensi kenaikan sewa lebih tinggi |
| Perkembangan Infrastruktur | Pembangunan jalan tol; MRT; kawasan komersial; dan pusat bisnis dapat meningkatkan harga sewa rumah |
| Fasilitas Rumah | Rumah fully furnished; memiliki AC; internet; dan keamanan 24 jam cenderung memiliki harga sewa lebih tinggi |
| Permintaan Pasar | Permintaan tinggi dengan unit terbatas membuat harga sewa rumah meningkat lebih cepat |
| Inflasi dan Perawatan | Kenaikan biaya listrik; air; pajak; dan perawatan bangunan ikut memengaruhi harga sewa rumah |
| Harga Sewa Rumah | Harga sewa rumah tahunan umumnya sekitar 3%—5% dari harga rumah |
| Cara Menentukan Harga Sewa | Bisa dilakukan dengan survei harga pasar; menghitung persentase harga rumah; dan memperhitungkan biaya operasional |
| Cara Meningkatkan Harga Sewa | Rumah dapat direnovasi; ditambah furnitur; WiFi; dan sistem keamanan untuk meningkatkan nilai sewa |
| Potensi Investasi Rumah Sewa | Rumah sewa masih menarik karena menghasilkan passive income dan memiliki potensi capital gain jangka panjang |
FAQ
FAQ Kenaikan Harga Sewa Rumah per Tahun
Berapa kenaikan harga sewa rumah per tahun?
Apa faktor yang memengaruhi kenaikan harga sewa rumah?
Harga sewa rumah berapa persen dari harga rumah?
Bagaimana cara menentukan harga sewa rumah?
Apakah harga sewa rumah bisa naik setiap tahun?
Bagaimana cara meningkatkan harga sewa rumah?
Apakah investasi rumah sewa masih menguntungkan?
***
Semoga ulasan mengenai kenaikan harga sewa rumah per tahun tersebut bermanfaat.
Ada pertanyaan lain seputar properti? Tanyakan pada laman Teras123!
Saatnya wujudkan hunian impian bersama Rumah123, #RumahUntukSemua.

