OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Panduan KPR untuk Freelancer: Cara Mengajukan, Merapikan Rekening & Syarat
r123-share-title

Terakhir diperbarui 06 Januari 2026 · 8 min read · by Miyanti Rahman

Seorang freelancer hendak mengajukan KPR

Apakah freelancer bisa mengajukan KPR? Pertanyaan ini bisa jadi kerap dipikirkan oleh kamu seorang pekerja lepas yang ingin memiliki rumah.

Ketimbang membeli rumah secara cash, mengajukan KPR bisa menjadi langkah strategis untuk memiliki hunian tanpa perlu menabung dalam jumlah sangat banyak.

Kabar baiknya, beberapa bank menyediakan KPR untuk para pekerja lepas seperti freelancer, YouTuber, pemusik, influencer, dan digital creator.

Contohnya Bank Tabungan Negara (BTN) yang menawarkan program Rent to Own (RTO). Jadi, sistemnya rumah disewa dulu kemudian dicicil di akhir masa sewa.

Freelancer juga patut mencoba mengajukan permohonan KPR ke bank lain walaupun tak ada program khususnya, misalnya KPR OCBC NISP atau KPR Bank Mandiri.

Nantinya, freelancer bisa mengajukan KPR selama memenuhi ketentuan yang diberikan oleh bank.

Jika ingin tahu seluk-beluk KPR untuk freelancer, kamu bisa mengetahui informasi selengkapnya di bawah ini.

Cara Mengajukan KPR untuk Freelancer

Berikut adalah beberapa cara untuk mengajukan KPR bagi freelancer.

Seperti dijelaskan sebelumnya, freelancer tetap bisa mengajukan kredit rumah, selama bisa membuktikan kestabilan penghasilan dan kredibilitas keuangan.

1. Pastikan Penghasilan Stabil dan Konsisten

Penghasilan sebagai seorang freelancer tidak harus sangat besar. Asalkan, jumlah cicilan KPR tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan per bulannya.

Selain itu, pastikan penghasilannya tetap rutin dan masuk akal, serta telah bekerja minimal 1-2 tahun.

Kamu juga mesti bisa membuktikan kepada pihak bank, ke depannya penghasilannya akan tetap stabil dan rutin.

2. Siapkan Rekening Koran 6-12 Bulan Terakhir

Untuk mengganti slip gaji, freelancer bisa menggunakan rekening koran.

Nantinya, pihak bank akan menilai arus masuk dana, konsistensi penghasilan, dan pola pengeluaran.

Pastikan rekening terlihat sehat dan tidak sering kosong.

3. Lengkapi Dokumen Pendukung Profesi

Selain dokumen persyaratan utama, freelancer juga harus melengkapi dokumen pendukung profesi.

Dokumen yang dimaksud meliputi: NPWP, SPT tahunan, kontrak kerja, invoice, bukti pembayaran proyek, portofolio, dan website pribadi jika ada.

Semakin professional dokumentasinya, semakin tinggi tingkat kepercayaan bank.

Freelancer sedang merapikan keuangannya

4. Jaga Skor Kredit Tetap Baik

Kamu mesti memiliki riwayat kredit di SLIK OJK dengan skor yang baik.

Jadi, sebelum mengajukan KPR, pastikan tidak ada tunggakan cicilan, kartu kredit dibayar tepat waktu, dan tidak ada pinjaman online yang bermasalah.

Jika skor kreditnya bersih, itu bisa sangat membantu persetujuan KPR.

5. Siapkan DP Lebih Besar

Berikutnya, sebagai freelancer, kamu juga mesti menyiapkan DP lebih besar, misalnya sekitar 20-30 persen dari total harga rumah.

DP yang besar bisa menurunkan risiko bank.

Selain itu, DP yang bisa juga bisa membuat cicilan bulanan lebih ringan dan meningkatkan peluang approval.

6. Pilih Bank yang Ramah Buat Freelancer

Kenyataannya, memang tidak semua bank memiliki kebijakan yang ramah terhadap freelancer.

Jadi, kamu mesti memilih bank yang lebih terbuka terhadap pekerja kreatif, konsultan independen, content creator, dan profesi freelance lainnya.

Sebagai tips, kamu juga bisa mengajukan KPR melalui developer rekanan bank agar bisa memperbesar peluang disetujui.

7. Gunakan Tenor dan Cicilan yang Realistis

Idealnya, cicilan KPR tidak lebih dari 30% dari rata-rata penghasilan bulanan.

Freelancer sebaiknya memilih tenor yang memberi ruang aman saat pendapatan sedang turun.

Simulasi Kemampuan KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp /bulan
Tahun
Hasil Simulasi
Harga Properti Maksimal Rp. 3.560.495.673
Angsuran maksimal yang disarankan Rp. 30.000.000
Uang muka yang harus disiapkan Rp. 712.099.135
*Hasil berdasarkan suku bunga terendah di Rumah123, dan asumsi kamu tidak memiliki cicilan bulanan lain yang berjalan saat ini.

Syarat KPR untuk Freelancer

Freelancer sedang mengecek dokumen KPR

Syarat KPR untuk freelance di setiap bank berbeda-beda.

Contohnya KPR OCBC NISP mewajibkan pemohon KPR freelancer menyiapkan berkas-berkas berikut ini.

  • Formulir aplikasi kredit yang sudah diisi lengkap.
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Surat nikah/cerai (bagi yang sudah menikah/bercerai).
  • Akta pisah harta dengan pasangan (jika statusnya sudah menikah dan pisah harta).
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pinjaman di atas Rp100.000.000.
  • Akta lahir (jika diperlukan).
  • Rekening koran atas nama debitur minimal tiga bulan terakhir.
  • Surat pernyataan calon debitur perihal semua fasilitas kredit beragun properti baik yang telah dimiliki maupun yang sedang dalam proses pengajuan permohonan termasuk di bank lain dengan jenis syariah maupun konvensional.

Syarat dokumen lain yang berkaitan dengan profesi freelancer atau KPR tanpa surat keterangan kerja bisa ditanyakan langsung kepada pihak bank.

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"Cek Kelayakan KPR","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/kpr\/kelayakan-kpr\/","custom_desc":"Cari tahu jika kamu memenuhi syarat untuk pengajuan KPR","custom_cta":"Cek Sekarang","custom_background":"https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerDesktop.png, https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerMobile.png","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Cara Merapikan Rekening untuk Freelancer yang Ingin Ajukan KPR

Seorang freelancer sedang bekerja

Rekening koran merupakan cermin stabilitas finansial seorang freelancer.

Jadi, merapikan rekening bank adalah bentuk membangun reputasi.

Sebagai freelancer, idealnya kamu melakukan proses perapian ini dalam 6 hingga 12 bulan sebelum datang dan mengajukan KPR ke bank.

Simak langkah-langkah dalam merapikan rekening bagi freelancer:

1. Pisahkan Rekening Bisnis dan Pribadi

Kamu mesti memiliki dua rekening terpisah, yakni rekening penampung dan rekening operasional.

Rekening penampung berfungsi sebagai rekening khusus untuk menerima pembayaran dari klien atau dari platform.

Lalu setelah menerima pembayaran itu, kamu bisa mentransfer sebagiannya sebagai “gaji” ke rekening operasional.

Pastikan transfer “gaji” tersebut konsisten dilakukan setiap bulan, dengan nominal yang sama, sehingga akan terlihat seperti aliran gaji di mata bank.

2. Terapkan Strategi “Gaji Mandiri”

Penghasilan seorang freelancer sangat mungkin berbeda-beda setiap bulannya.

Misalnya bulan ini mendapatkan Rp20 juta, dan bulan berikutnya mendapatkan Rp10 juta.

Namun, pastikan kamu tetap mentransfer “gaji mandiri” ke rekening operasional dalam jumlah tetap, misalnya Rp8 juta per bulannya.

Selain itu, pastikan kamu mentransfernya dengan berita acara “Gaji Bulanan (Nama Kamu)”.

3. Jaga “Saldo Mengendap” (Bottom Line)

Sebaiknya, hindari mengosongkan saldo sampai benar-benar Rp0 atau Rp50.000 di akhir bulan.

Alangkah lebih baik, saldo di rekening bank pribadimu minimalnya tetap stabil atau bahkan bertumbuh.

Minimal, saldo yang tersisa setiap akhir bulan selalu 2-3 kali lipat dari estimasi cicilan KPR nantinya.

4. Hindari Transaksi “Mencurigakan” atau Berisiko

Pastikan selama 6-12 bulan sebelum pengajuan KPR, tidak ada transaksi mencurigakan ke rekeningmu.

Misalnya, kamu terlalu banyak melakukan transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran konsumtif seperti top up ke ewallet belanja.

Atau, malah kamu melakukan transaksi ke platform yang terindikasi judi atau pinjaman online.

Kemudian, jika menerima uang besar, pastikan kamu menambahkan keterangan sesuai dengan faktanya agar tidak dianggap sebagai pinjaman baru.

Sebagai contoh, seorang teman akan membayar utangnya dalam jumlah besar ke rekeningmu, pastikan keterangannya adalah “pelunasan utang”.

5. Pastikan Sumber Dana Jelas

Ini merupakan tips yang wajib diterapkan oleh freelancer yang kerap menerima pembayaran menggunakan mata uang asing.

Pastian, mutasi masuknya konsisten, dan kamu menyimpan Invoice yang sesuai dengan angka yang masuk ke bank.

Bank akan mencocokkan nominal di invoice dengan nominal di rekening koran.

Strategi KPR untuk Freelancer

1. Siapkan Uang Muka Besar

Strategi pertama yang perlu dilakukan oleh seorang freelancer yang ingin mengajukan kredit rumah ke bank ialah menyiapkan uang muka atau down payment (DP) dalam jumlah besar.

Biasanya, persentase DP yang dipersyaratkan 20% sampai 30% dari harga properti. Misalnya ada freelancer yang tertarik kredit rumah di Cluster Astha.

Freelancer tersebut memilih Tipe Anyelir yang dibanderol harga Rp853.000.000. Maka dia harus menyiapkan uang muka minimal Rp255.900.000 agar permohonan KPR disetujui oleh bank.

Apabila menyiapkan uang muka lebih dari 30% tentu lebih baik lagi. Dengan begitu, cicilan pokok ditambah bunga yang harus dibayar setiap bulan akan ringan.

2. Pilih Rumah dengan Harga yang Sesuai Kemampuan

Rumah impian freelancer

Tak terikat kontrak dengan perusahaan atau lembaga mana pun bukan berarti penghasilan freelancer minim. Justru pendapatannya sering lebih besar dari karyawan biasa.

Banyak freelancer yang mendapatkan proyek dengan nilai besar, atau mengerjakan banyak proyek dalam waktu bersamaan, sehingga pendapatannya fantastis.

Dalam kondisi seperti itu, tentu saja ada budget untuk membeli rumah dengan harga tinggi. Namun perlu disadari bahwa “panen proyek” tak akan selalu terjadi setiap bulan.

Ada kalanya freelancer sepi pekerjaan, sehingga dia harus bijaksana dalam memilih hunian yang akan dibeli. Sebaiknya pilih hunian yang sesuai kondisi finansial minimal setahun ke depan.

3. Persiapkan Kondisi Keuangan Enam Bulan Terakhir

Setiap pemohon KPR freelancer akan melalui proses Bank Indonesia atau BI checking melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank akan memeriksa kondisi keuangan beberapa bulan terakhir, catatan utang dan riwayat pembayarannya. Jika ada kredit macet, maka otomatis proses dihentikan.

Sebaiknya jangan terlalu banyak mengambil pinjaman dalam kurun waktu enam bulan sampai satu tahun terakhir. Pasalnya, bank akan sangat hati-hati memilih calon debitur.

Freelancer juga harus memiliki proyek tetap dalam enam bulan ke depan. Tujuannya untuk meyakinkan pihak bank bahwa kondisi keuangan bebas masalah.

4. Miliki Tabungan dan Dana Darurat yang Cukup

Berdasarkan informasi dari situs OJK, dana darurat adalah dana yang disimpan untuk mengatasi keadaan darurat misalnya kecelakaan, kerusakan rumah, atau pemutusan kerja mendadak.

Menyimpan dana darurat banyak manfaatnya terutama bagi freelancer yang sedang dalam masa KPR. Misalnya tak pusing mencari pinjaman untuk membayar cicilan ketika sepi proyek.

Dana darurat juga membantu kita mendapatkan momentum pembelian rumah. Jadi saat ada penawaran bagus yang membutuhkan dana, kita bisa mengambil penawaran tersebut.

Contohnya penawaran promo rumah free Sertifikat Hak Milik (SHM), free Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan promo bebas DP dalam periode waktu terbatas.

5. Usahakan Ada Proyek Tetap, Minimal Satu Tahun

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, freelancer yang berencana mengajukan kredit rumah sebaiknya memiliki proyek tetap minimal untuk jangka waktu satu tahun.

Pasalnya, mencicil KPR tak bisa dianggap enteng. Kalau hanya mengandalkan proyek satu, dua atau tiga bulan ke depan, freelancer tersebut pasti akan kerepotan membayar utang.

Adanya proyek jangka panjang juga membuat hati lebih tenang. Jika benar-benar nihil proyek untuk jangka waktu lama, setidaknya memiliki tabungan atau dana darurat cukup.

Dengan begitu akan terhindar dari risiko yang tak diinginkan seperti rumah disita bank, atau terpaksa take over KPR dengan nilai jual di bawah harga pasar.

Simulasi Cicilan KPR untuk Freelancer

Strategi terakhir yang perlu dilakukan sebelum mengajukan KPR adalah membuat simulasi cicilan kredit rumah. Gunakan simulasi perhitungan otomatis supaya lebih mudah.

Sebelum menggunakannya, tanyakan suku bunga floating minimal dan maksimal yang biasa dikenakan oleh bank. Dengan begitu rencana KPR menjadi lebih matang, bukan?

Simulasi Gaji KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp
Rp

***

Sekarang, kamu sudah mengetahui seluk-beluk mengenai KPR buat freelancer.

Semoga bisa membantumu dalam mengajukan kredit rumah, ya!

Jika ada pertanyaan lain seputar KPR, jangan segan untuk bertanya di forum properti kami, yaitu Teras123.

{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2024\/06\/25100736\/Tebus-Rumah-03.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/properti-penawaran-khusus\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=penawarankhusus","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}