Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Menyewakan Rumah

menyewakan rumah foto: unsplash


Anda memiliki sejumlah properti, tapi bingung mau diapakan?


Investasi jangka panjang dengan menyewakan rumah tentu saja sangat menguntungkan.


Apa lagi tingginya permintaan akan hunian, menjadikan opsi sewa rumah lebih banya dipilih.


Harga yang terjangkau dan tidak ribet dalam proses penyewaan menjadi nilai lebih.


Tapi, memilih calon penyewa yang tepat itu susah-susah gampang.


Ada banyak pertimbangan untuk menerima calon penyewa agar properti Anda tetap terjaga dengan aman dan baik.


Berikut hal-hal yang perlu pemilik rumah lakukan sebelum menyewakan rumah, yaitu:


Cek Kondisi Rumah


cek kondisi rumah foto: unsplash


Sebelum memasang iklan baik memakai media online maupun offline.


Perhatikan kondisi rumah dalam keadaan baik agar calon penyewa juga merasa senang.


Lakukan perbaikan mulai dari cat dinding, dapur, kamar mandi, hingga kamar tidur.


Tak perlu dirombak sepenuhnya, pastikan saja rumah tampak rapi dan tanpa masalah.


Pasang Harga Sewa yang Wajar


harga sewa foto: pexels


Menentukan harga sewa tidak boleh sembarangan.


Banyak yang harus diperhatikan, mulai dari lokasi, transportasi, fasilitas terdekat dan persaingan harga sewa sekitar.


Jangan memasang harga terlalu tinggi, karena calon pembeli otomatis tidak akan melirik, dan hindari pula menawarkan harga murah di bawah harga sewa lainnya.


Memang harga murah akan mendatangkan banyak penyewa, tapi hal itu akan membuat Anda rugi berkali lipat.


Karena bukan hanya pajak bangunan yang harus dibayarkan, akan ada banyak biaya tak terduga yang datang.


Seleksi Ketat Calon Penyewa


Tak ingin tertipu ketika menyewakan rumah?


Sebaiknya pilah pilih kembali calon penyewa dan tentukan kriteria yang Anda sukai.


Ada baiknya tanyakan latar belakang dan identitas penyewa agar lebih meyakinkan.


Memilih calon penyewa salah satunya bisa dilihat dari pekerjaan. Karena ini berkaitan dengan lancar tidaknya dalam pembayaran selam periode sewa.


Dengan selektif seperti ini Anda juga bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan, misalnya saja rumah digunakan untuk tindakan kejahatan.


Buat Perjanjian Sewa

perjanjian sewa foto: pexels


Jika Anda sudah menemukan calon penyewa yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah membuat perjanjian kedua belah pihak.


Perjanjian tersebut berisikan berbagai aturan, hak, dan kewajiban antara pemilik dan penyewa. Termasuk juga besaran biaya DP rumah dan rincian biaya lainnya.


Pastikan penyewa membubuhkan paraf di setiap halaman, menandakan bahwa dia sudah memahami isi perjanjian.


Isi perjanjian sewa rumah merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1994 Tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik.


Hal ini dilakukan agar penyewa tidak coba-coba untuk menipu dan akan dibawa ke ranah hukum jika ketahuan melanggar.


Perhatikan Biaya Tak Terduga


biaya sewa foto: pixabay


Selama masa periode sewa, pasti ada saja keluhan dari penyewa.


Seperti, atap yang bocor saat hujan deras, toilet mampet, toren air yang rusak dan sebagainya. Penyewa otomatis akan menghubungi pemilik rumah untuk mencari solusi.


Sebagai pemilik yang baik, jangan bebankan semua biaya perbaikan rumah kepada penyewa. Ada baiknya diskusikan atau membagi biaya 50:50 antara kedua belah pihak.


Tak hanya biaya tak terduga, perhatikan juga pajak penghasilan untuk sewa rumah.


Syarat-Syarat Umum


Pemilik rumah terutama yang pernah memiliki pengalaman buruk dengan penyewa rumah mereka, pasti akan memberikan syarat tertentu bagi para penyewa, misalnya:

1. Tanda jadi atau down payment sebagai bukti pengikat

2. Periode sewa minimal 2 tahun

3. Mengutamakan penyewa rumah yang berkeluarga agar rumah lebih terawat

4. Pembayaran secara tunai alias tidak bertahap (cicil)

5. Tidak memperbolehkan dilakukannya renovasi semipermanen apalagi permanen terhadap rumah

6. Penyewa dilarang menyewakan kembali properti tersebut kepada pihak lain

7. Selain perjanjian sewa, kelengkapan lainnya berupa fotocopy KTP dan KK si penyewa 

8. Penyewa wajib mengembalikan kunci jika masa kontrak sudah selesai


Nah!
Itu dia panduan mengenai tata cara menyewakan rumah.


Jadi, pikirkan semua dengan matang sebelum Anda mulai berbisnis dalam dunia properti ini ya!


Semoga berhasil!

Tambahkan Komentar