Mengenal Apa Itu Water Treatment Plant (WTP) Perumahan
Terakhir diperbarui 25 September 2025 · 6 min read · by Yongky Yulius

Saat sedang mencari tahu soal perumahan, pernah mendengar istilah water treatment plan (WTP)?
Ya, itu adalah fasilitas penting yang bisa membantu mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan.
Lantas, apa itu water treatment plan? Seperti apa cara kerjanya di perumahan?
Mari ketahui pembahasannya di bawah ini.
Apa Itu Water Treatment Plan?
Water treatment plan (WTP) atau instalasi pengolahan air (IPA) adalah fasilitas sistem terpadu untuk mengubah air terkontaminasi menjadi air layak konsumsi.
Keberadaan WTP penting agar kualitas air di perumahan bisa sesuai standar mutu yang ada.
WTP memiliki standar khusus yang termuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017.
Cara kerja WTP perumahan lekat kaitannya dengan proses intake dan reservoir agar air jadi bersih.
Supaya lebih jelas, kamu bisa membaca penjelasan di bawah ini.
Baca juga: Inilah 7 Perbedaan Cluster dan Perumahan Lainnya, Wajib Tahu!
Cara Kerja Water Treatment Plant
- Proses ozone: berfungsi untuk membuat air terkontaminasi bisa diolah secara baik. Tahapannya adalah desinfeksi, detoksifikasi, serta deodorisasi.
- Proses reverse osmosis: penyaringan molekul serta ion. Memberi tekanan pada aliran air pada satu sisi lapisan penyaring.
- Proses UF filter atau ultrafiltrasi: memisahkan partikel kecil dan sebagian zat yang sudah larut dalam air.
- Carbon filter: menjernihkan serta menghilangkan bau tak sedap dari air baku.
- Proses sedimentasi: memisahkan air bersih dari endapan berbentuk pasir.
- Proses aeration: mengembuskan limbah ke udara menggunakan alat berupa air blower untuk aerasi.
- Custom bacteria: menghilangkan bakteri patogen penyebab berbagai penyakit dari air kotor.
- Proses equalization: menyamaratakan aliran air menggunakan blower untuk membersihkan limbah yang tersisa.
- Proses bar screen: penyaringan benda-benda yang menggenang di atas permukaan air.
Nah, itu dia cara kerja dari water treatment plan perumahan. Secara runut, berikut proses mengubah air terkontaminasi jadi air bersih melalui WTP perumahan.
- Air limbah masuk ke tempat penampungan.
- Air melewati beberapa proses, mulai dari ozone, reverse osmosis, ultrafiltrasi, sampai carbon filter.
- Air yang sudah diolah akan masuk kembali ke dalam ozone untuk mengetahui apakah kualitasnya sudah sesuai standar kelayakan atau belum.
- Jika standarnya sudah sesuai kelayakan, akan ada proses sedimentasi, clarifier, aeration, custom bacteria, dan equalization.
- Selanjutnya, akan dilakukan proses bar screen, dan air akan dipompa ke sejumlah rumah dan bangunan lainnya di perumahan.
Bagaimana? Sudah mengetahui proses pengolahan air melalui water treatment plan?
Selanjutnya, mari ketahui lebih lanjut seputar fungsi WTP perumahan.
Baca juga: Begini Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal bagi Penghuni
Penerapan dan Fungsi WTP dalam Perumahan
Dua fungsi utama dari WTP perumahan adalah menjaga kebersihan air sekaligus menjaga suplainya agar bisa digunakan sepanjang waktu.
Secara lebih rinci, berikut adalah manfaat dari adanya WTP di perumahan:
- Air yang dikonsumsi jadi lebih sehat.
- Pasokan air bersih terjaga.
- Terbebas dari pencemaran air.
- Menghemat biaya kebutuhan air.
Sekarang, sepertinya sudah menjadi keharusan WTP dipasang di perumahan.
Itu karena, sistem WTP dapat dipasang dengan biaya murah dan perawatannya pun cukup mudah.
Namun tentu saja, pemilihan material dari WTP merupakan hal yang penting, karena harus memerhatikan kondisi cuaca dan letak geografis.
Contohnya, untuk perumahan yang berada di pinggir laut, lebih cocok menggunakan water treatment plant yang tahan terhadap korosif karena udara yang mengandung banyak garam.
Jadi, material yang dapat dipilih adalah fiberglass atau IPA fiber.
Nah, apabila WTP memang murah dalam pemasangannya, perumahan dan apartemen mana sajakah yang sudah menggunakan sistem tersebut? Berikut daftarnya.
Baca juga: Mengenal Biophilic Design, Solusi Rumah Ramah Lingkungan di Era Modern
Jenis-jenis Water Treatment Plant (WTP) yang Umumnya Ada di Perumahan
1. Sistem Filtrasi Multi-Layer (Multi-Media Filtration)
Ini adalah sistem water treatment plant yang paling umum digunakan di perumahan skala kecil hingga menengah.
Cara kerjanya, airnya akan dialirkan melalui beberapa lapisan media filter seperti pasir silika, karbon aktif, zeolit, atau mangan untuk menyaring partikel, lumpur, bau, dan zat kimia.
Kelebihan dari sistem WTP ini adalah perawatannya yang mudah dan biayanya relatif murah.
Selain itu, sistem WTP ini efektif menyaring kotoran fisik dan menghilangkan bau.
Namun kekurangannya, sistem WTP ini tidak menyaring mikroorganisme secara menyeluruh dan tidak cocok untuk air yang sangat tercemar.
2. Sistem Reverse Osmosis (RO)
Ini adalah WTP yang cocok untuk perumahan yang membutuhkan kualitas air sangat tinggi.
Sistem ini bekerja dengan cara membuat air melewati membran semi-permeabel yang menyaring hingga tingkat molekul, menghilangkan hampir semua kontaminan termasuk logam berat, garam, dan bakteri.
Kelebihan dari sistemnya adalah, hasil air bisa sangat bersih dan murni, serta mampu menghilangkan 95-99 persen kontaminan.
Kekurangannya, biaya instalasi dan perawatan lebih mahal, serta membutuhkan tekanan tinggi dan membuang sebagian air.
3. Sistem Ultrafiltrasi (UF)
Sistem Ultrafiltrasi adalah sistem WTP yang menggunakan teknologi filtrasi tingkat lanjut untuk menyaring partikel halus dan mikroorganisme.
Melalui sistem ini, air akan melewati melewati membran berpori sangat kecil yang dapat menyaring bakteri, virus, dan partikel mikro tanpa menggunakan bahan kimia.
Sistem ini memang ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia. Selain itu, perawatannya lebih mudah jika dibandingikan sistem WTP lainnya.
Namun, sistem ini tidak menyaring zat terlarut seperti logam berat atau mineral. Sistemnya hanya cocok untuk air yang tidak terlalu tercemar.
Baca juga: 6 Fasilitas Perumahan yang Penting Disediakan oleh Developer
Tips Memilih Perumahan dengan Fasilitas WTP
- Pastikan perumahan memiliki sistem WTP sendiri: Tanyakan kepada pengembang apakah air diolah melalui WTP sebelum dialirkan ke rumah.
- Minta hasil uji kualitas air: Pengembang yang profesional biasanya memiliki laporan uji laboratorium yang menunjukkan air sudah sesuai standar kesehatan.
- Perhatikan teknologi yang digunakan: Pilih perumahan yang menggunakan kombinasi filtrasi, disinfeksi UV, atau sistem modern lainnya untuk hasil air yang optimal.
- Tanya jadwal perawatan rutin: WTP yang dirawat secara berkala akan lebih konsisten dalam menghasilkan air bersih.
- Cek biaya operasional atau maintenance: Pastikan biaya pengelolaan WTP yang dibebankan ke penghuni masih wajar dan transparan.
- Perhatikan kualitas air saat survei lokasi: Lihat langsung warna, bau, dan kejernihan air dari keran sebagai indikator awal kualitas pengolahan.
- Pertimbangkan reputasi pengembang: Pengembang berpengalaman biasanya lebih serius dalam menyediakan fasilitas utilitas, termasuk WTP.
Baca juga: Sering Keliru, Inilah Perbedaan Perumahan dan Permukiman
Contoh Pemukiman dengan Sistem Water Treatment Plant
- Woodland Park Residence di Jakarta Selatan.
- Bumi Citeureup, rumah subsidi di Bogor.
- Green Lake City di Tangerang.
- Griya Idola Industrial Park di Cikupa, Tangerang.
- Metland Cibitung di Bekasi.
- CitraGarden City di Jakarta Barat.
- Clover Hill Residence di Tangerang.
- Permata Botanical di Sukoharjo.
- CitraGarden Lampung.
- CitraGarden Aneka di Kubu Raya.
- Darmawangsa Residence di Bekasi.
- Mustika Village Sukamulya di Bekasi.
- CitraLand Kendari.
- CitraLand Palu.
***
Setelah membaca artikel di atas, semoga kamu mengerti apa itu water treatment plan perumahan dan fungsinya.
Jika ada pertanyaan seputar WTP dan topik apa pun mengenai properti, silakan kunjungi forum Teras123.
Di forum itu, kamu bisa ngobrolin properti bareng member lain dan expert.



