OK

Mengenal Biophilic Design, Solusi Rumah Ramah Lingkungan di Era Modern

21 Nopember 2022 · 4 min read · by Shandy Pradana

Biophilic Design

Foto: Journal of Biophilic Design       

Hubungan manusia dengan alam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Namun, perkembangan teknologi di era modern telah mengubah hubungan ini.

Meski di satu sisi mempermudah segala aktivitas manusia, penggunaan teknologi berlebihan justru menjauhkan manusia dari alam.

Untuk menghubungkan kembali manusia dengan alam, sebagian arsitek mulai menerapkan biophilic design ke dalam bangunan.

Bukan tanpa alasan, penerapan desain biophilic mampu memberikan dampak positif pada perilaku, mental, hingga fisik manusia.

Hari ini, konsep arsitektur biophilic dapat ditemukan di dalam rumah, apartemen, hingga ruang publik seperti kantor dan mal.

Apa Itu Biophilic Design?

Apa Itu Biophilic Design

Foto: Unsplash

Pada dasarnya, biophilic design adalah praktik untuk menciptakan hubungan yang lebih intim dengan alam lewat bangunan dan lanskap yang dibangun manusia.

Konsep desain satu ini berfokus untuk memberikan stimulus kepada manusia, agar dapat merasakan kehadiran alam di suatu bangunan.

Tentunya, hal ini bisa dicapai dengan keberadaan tiga elemen utama di dalam ruang, baik dalam skala bangunan maupun kota.

Ketiga elemen tersebut adalah direct nature, natural pattern, serta place and culture.

Singkatnya, arsitektur biofilik tak melulu soal tumbuhan hijau. Konsep ini juga mendorong kita untuk tetap terkoneksi dengan tempat serta budaya di mana bangunan itu didirikan.

Meskipun terdengar modern, ternyata desain biofilik telah ditemukan dalam arsitektur kuno seperti Taman Gantung Babilonia dan Alhambra of Granada.

Baca juga:

Mengenal Japandi Design, Perpaduan Konsep dari Dua Benua

Keuntungan Menerapkan Arsitektur Biophilic

Keuntungan Menerapkan Arsitektur Biophilic

Foto: ArchDaily

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kalau stres, gangguan mental, dan kardiovaskular akan menjadi penyakit yang sering ditemukan di masa depan.

Hal ini disebabkan salah satunya karena kurangnya koneksi manusia dengan alam di sekitarnya.

Memasukkan unsur alam baik secara langsung maupun tidak pada lingkungan terdekat, mampu mengurangi tekanan darah dan meningkatkan produktivitas.

Tak heran kalau beberapa kantor besar seperti Google, Apple dan Amazon sudah menerapkan desain biophilic di dalam tempat kerja mereka.

Setidaknya, berikut keuntungan menerapkan biophilic design ke dalam bangunan:

Hunian
  • Suasana hunian jadi lebih tenang
  • Menurunkan angka kriminalitas sebesar 7-8%
  • Meningkatkan harga properti hingga 4-5%
Kantor
  • Produktivitas karyawan meningkat sampai 8%
  • Kreativitas karyawan meningkat
  • Tingkat kesejahteraan meningkat 13%
  • Ketidakhadiran (absen) karyawan menurun
Sekolah
  • Tingkat pembelajaran meningkat hingga 20-25%.
  • Hasil tes siswa jadi lebih baik
  • Tingkat konsentrasi dan kehadiran meningkat
  • Dampak ADHD pada siswa berkurang
Rumah sakit
  • Tingkat pemulihan pasca operasi meningkat sebesar 8,5%
  • Mengurangi pemakaian obat nyeri sebesar 22%
Hotel Tamu bersedia membayar 23% lebih mahal untuk kamar dengan pemandangan hijau.
Tempat perbelanjaan Konsumen membayar 8-12% lebih mahal untuk barang atau jasa yang ditawarkan di dalam pusat berbelanjaan dengan biophilic design.

Setelah melihat keunggulan yang ditawarkan oleh desain biofilik, kamu mungkin jadi tertarik untuk memiliki hunian dengan nuansa alam di dalamnya.

Jika berminat, kamu bisa cek rekomendasinya di bawah ini:

7 Ide Menerapkan Desain Biofilik di Rumah

Ide Menerapkan Desain Biofilik di Rumah

Kehidupan modern telah memaksa kita untuk menghabiskan 90% dari waktu harian di dalam ruangan.

Maka itu, kita membutuhkan desain biofilik untuk menggantikan kenyamanan yang seharusnya di didapatkan langsung dari alam bebas.

Kabar baiknya, tanpa pemandangan hijau atau laut pun kamu masih dapat merancang hunian yang terkoneksi dengan alam. Berikut beberapa caranya:

  • Buat banyak ventilasi rumah untuk memasukkan lebih banyak udara segar dan cahaya alami ke dalam hunian.
  • Secara naluriah, manusia suka berkumpul di tempat-tempat hangat dan cerah. Jadi atur salah satu ruangan di mana kamu bisa duduk dan menikmati sinar matahari pagi.
  • Bawa elemen alam ke dalam hunian. Bisa tanaman dalam rumah hingga air mancur kecil. Bahan alami seperti kayu atau batu juga dapat memberikan getaran alam ke dalam hunian.
  • Buat area tertutup di mana kamu merasa aman, tetapi di saat yang bersamaan bisa melihat pemandangan sekitar. Salah satu bagian rumah yang bisa digunakan untuk tujuan ini adalah rooftop, yang bisa kamu temukan di Montana Aparthouse.
  • Gaya minimalis telah mendominasi hunian dengan garis lurus dan sudut siku-siku. Untuk memberikan kesan alami, kamu dapat memasukkan dekorasi dengan bentuk melengkung layaknya gelombang, bunga, atau cangkang kerang.
  • Sesuaikan rumah dengan lokasi berdirinya. Misalnya jika di daerah panas maka sesuaikan dekorasi dan tumbuhan yang cocok dengan iklim panas.
  • Gunakan konsep biomimikri yang meniru alam. Gunakan cat interior rumah dengan warna alami. Atau, bisa juga memasukkan furniture berbahan kayu atau rotan.

Memiliki hubungan yang lebih dekat dengan alam dapat menjaga kesehatan sekaligus kesejahteraan kita.

Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan desain atau arsitektur biofilik ke dalam hunian.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca juga:

5 Ide Menata Apartemen dengan Interior Design SOHO