5 Desain Rumah Tumbuh Minimalis yang Hemat Bujet

Desain Rumah Tumbuh

Foto: ArchDaily

 

Membangun rumah idaman adalah impian setiap orang. Sayangnya, hal itu seringkali terhambat oleh keterbatasan lahan atau bujet.

 

Namun jangan khawatir, karena Anda bisa menyiasatinya dengan mencoba desain rumah tumbuh.

 

Secara sederhana, rumah tumbuh dapat diartikan sebagai pembangunan hunian yang dilakukan secara bertahap.

 

Tentunya, rumah tumbuh bisa dijadikan sebagai alternatif bagi Anda yang ingin memiliki rumah dengan dana atau lahan terbatas.

 

Selain itu, desain rumah tumbuh juga dapat menjadi solusi penambahan jumlah anggota keluarga di masa depan.

 

Tak hanya vertikal, rumah tumbuh juga dapat diaplikasikan secara horizontal. Tentunya, bergantung dengan kebutuhan dan luas lahan yang dimiliki.

 

Sebagai sumber referensi, mari simak beberapa desain rumah tumbuh berikut ini.

 

5 Desain Rumah Tumbuh Minimalis

Rumah Tumbuh ala Compact House

Rumah Tumbuh ala Compact House

Foto: About Home Decor

 

Seperti yang diketahui compact house atau rumah kompak telah menjadi solusi masyarakat urban akan keterbatasan lahan perkotaan.

 

Uniknya, desain rumah kompak juga bisa digabungkan dengan desain rumah tumbuh.

 

Pembangunannya sendiri bisa dimulai dari satu lantai terlebih dulu, dan secara bertahap bisa dibangun untuk lantai dua atau tiga, sesuai keinginan.

 

Lantai satu bisa dijadikan ruang tamu, kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Sementara lantai dua bisa dirancang untuk ruang keluarga, kamar tidur dan fasilitas lainnya.

 

Rumah Tumbuh Minimalis 2 Lantai

Rumah Tumbuh Minimalis 2 Lantai

Foto: coolhouseconcept.com

 

Bagi Anda yang masih memiliki rumah satu lantai dengan luas lahan terbatas, desain rumah tumbuh yang satu ini dapat menjadi opsi yang tepat.

 

Rumah yang awalnya satu lantai ini bisa dibangun secara vertikal menjadi dua atau bahkan tiga lantai secara bertahap.

 

Selain minimalis, rumah ini juga lebih terlihat kekinian dan pastinya lebih hemat bujet.

 

Rumah Tumbuh dengan Gaya Modern Tropis

Rumah-Tumbuh-dengan-Gaya-Modern-Tropis

Foto: Homedit

 

Jika Anda memiliki lahan yang cukup besar, maka desain rumah tumbuh yang satu ini bisa dijadikan referensi.

 

Seperti yang terlihat, pemilihan konsep fasad rumah tumbuh ini adalah modern tropis.

 

Beberapa material yang dipakai, seperti bambu, menjadi tanda dari rumah tumbuh ini.

 

Rumah Tumbuh Bergaya Jepang

Rumah Tumbuh Bergaya Jepang

Foto: Homedit

 

Desain rumah tumbuh ini mengambil gaya rumah Jepang modern, yang dirancang secara vertikal menjadi dua lantai.

 

Konsep dasarnya terdiri dari bata ekspos hingga unsur kayu. Desain rumah tanpa pagar ini sangat cocok bagi keluarga kecil Anda. 

 

Untuk lantai pertama bisa dibuat untuk ruang tamu, dapur, hingga 2 kamar tidur.

 

Sedangkan untuk lantai dua, Anda bisa membangun fasilitas tambahan seperti kamar tidur, ruang keluarga dan juga kamar mandi.

 

Rumah Tumbuh dengan Konsep Split Level

Rumah Tumbuh dengan Konsep Split Level

Foto: Hotondo Homes

 

Istilah split level mungkin masih terdengar asing bagi khalayak umum.

 

Singkatnya, konsep split level bisa diartikan sebagai gaya rumah dimana setiap lantai memiliki perbedaan lantai yang tidak terlalu signifikan. 

 

Perbedaan lantai ini mungkin hanya sekitar beberapa puluh sentimeter saja. Hal itulah yang menjadi ciri khas dari rumah split level.

 

Split level adalah opsi terbaik yang bisa dipadukan dengan desain rumah tumbuh agar Anda dapat menghemat bujet dengan memangkas ketinggian lantai rumah.

 

Beberapa Tips untuk Membangun Rumah Tumbuh

Membangun Rumah Tumbuh

Foto: E-Architect

 

Setelah melihat beberapa desain rumah tumbuh di atas, Anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara membuat rumah tumbuh yang baik dan benar.

 

Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak tips-tipsnya di bawah ini.

 

Sesuaikan Desain Rumah dengan Luas Lahan

Tips pertama adalah menyesuaikan desain rumah tumbuh dengan luas lahan yang dimiliki.

 

Selain itu, penting juga untuk menentukan arah perluasan rumah tumbuh yang akan dibangun.

 

Bila lahan tidak terlalu luas, Anda bisa merancang rumah yang tumbuh ke atas.

 

Namun jika lahan yang dimiliki cukup memadai, Anda bisa menerapkan pertumbuhan baik secara vertikal maupun horizontal.

 

Perlu diingat untuk menjaga pertumbuhan rumah agar tetap konsisten. Hal ini bertujuan agar kondisi rumah yang sudah dibangun sebelumnya tidak berubah.

 

Jadi, ada baiknya untuk memastikan dulu fondasi pertumbuhan rumah sejak tahap awal pembangunan dilakukan.

 

Buat Skala Prioritas

Setelah menentukan konsepnya, tahapan selanjutnya adalah menentukan ruangan apa saja yang akan menjadi prioritas utama.

 

Anda bisa menuangkan skala prioritas itu dalam bentuk denah agar lebih mudah untuk membayangkannya.

 

Hal ini juga penting karena denah tersebut akan dijadikan acuan ketika Anda mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

 

Tentu saja, ruangan yang mengakomodasi kebutuhan utama, seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu harus menjadi prioritas. 

 

Bila luas lahan terbatas, Anda bisa membuat sebuah ruangan besar multifungsi di mana dapur, ruang makan dan ruang tamu menyatu.

 

Jika menginginkan privasi lebih, Anda juga bisa memberikan sekat atau penghalang di ruangan tersebut.

 

Hitung Biaya Pembangunan Secara Mendetail

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghitung biaya pembangunan rumah.

 

Secara kasar, biaya ini termasuk biaya material, upah tenaga ahli dan pekerja konstruksi, serta biaya perombakan bangunan.

 

Anda juga harus mempertimbangkan seberapa efisien material yang akan digunakan, serta seberapa cepat pembangunan bisa diselesaikan.

 

Selain itu, perhitungkan juga kenaikan biaya akibat inflasi di masa mendatang.

 

Tidak seperti pembangunan rumah biasa, rumah tumbuh dapat dibangun dalam rentang waktu yang cukup lama, bisa dalam hitungan bulan hingga tahun.

 

Selain itu, perhitungkan juga berbagai masalah teknis yang mungkin terjadi ketika sedang membangun rumah tumbuh.

 

Gunakan Tenaga Profesional yang Terampil

Selalu gunakan bantuan profesional seperti arsitek atau desainer interior ketika membangun rumah tumbuh.

 

Selain itu, serahkan juga pembangunan rumah tumbuh Anda kepada kontraktor yang terpercaya.

 

Hal ini sangat penting, terlebih jika Anda tidak memiliki ilmu dasar apapun tentang pembangunan rumah.

 

Buat Jadwal Pembangunan yang Jelas

Selalu buat jadwal yang jelas ketika sedang membangun rumah tumbuh. Jangan sampai pengerjaan rumah tumbuh telat dari waktu yang telah diperhitungkan.

 

Hal ini karena keterlambatan waktu pengerjaan akan berpengaruh pada pengeluaran Anda.

 

Pada dasarnya, rumah tumbuh adalah sebuah rumah yang pengerjaannya belum selesai.

 

Oleh karena itu, penting juga untuk menjaga kerapian dan kebersihan rumah tumbuh. 

 

Untuk masalah kerapian, Anda bisa mengakali tampilan rumah tumbuh dengan beberapa cara.

 

Jika ingin rumah tumbuh vertikal, Anda bisa membangun rumah dengan langit-langit tinggi atau gunakan atap datar untuk menutup pondasi lantai dua yang akan dibangun.

 

Nah, itu tadi beberapa tips dan desain rumah tumbuh sebagai referensi bagi Anda yang ingin membangun atau mencari rumah idaman. 

 

Ada banyak pilihan hunian dengan konsep rumah tumbuh di Rumah123 yang bisa Anda pertimbangkan, seperti Naira Residence dan Grand Amarillo serta masih banyak lagi. Semoga informasi di atas bermanfaat!

 

 

 

Author: 

Shandy Pradana

Tambahkan Komentar