Rumah Tumbuh, Solusi Hunian di Lahan Terbatas

rumah tumbuh

Foto : archdaily.com

 

Rumah ideal dengan ukuran luas menjadi salah satu preferensi banyak orang dalam membangun sebuah hunian.

 

Namun saat ini, permasalahan lahan yang terbatas dalam pembangunan hunian di kota besar turut memengaruhi keputusan dalam memiliki rumah pribadi.

 

Benar sekali, banyak orang yang justru mengurungkan niat mereka dalam memiliki rumah karena lahan yang dirasa kurang memadai.

 

Tak usah khawatir, karena perkembangan dalam dunia arsitektur telah memberikan solusi dari permasalahan tersebut.

 

Rumah tumbuh dapat menjadi jawaban bagi Anda yang ingin membangun rumah impian, meski di lahan terbatas.

 

Konsep hunian satu ini juga cocok diterapkan pada daerah perkotaan yang cenderung padat, namun tetap mengutamakan kenyamanan hunian itu sendiri.

 

Namun apa itu konsep rumah tumbuh?

 

Rumah tumbuh adalah pembangunan hunian yang dilakukan secara bertahap, serta kerap dijadikan solusi untuk Anda yang memiliki lahan dan dana yang terbatas. 

 

Tertarik untuk mencoba konsep satu ini? Berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum membangun atau membeli rumah tumbuh.

Rancang dengan Matang

merancang rumah tumbuhFoto : pinterest

 

Rancangan yang tepat dan detail menjadi langkah awal mendirikan rumah tumbuh yang sesuai dengan kebutuhan.

 

Perhitungkan juga jumlah ruang awal dan kira-kira berapa ruang lagi yang bisa ditambahkan jika Anda ingin melakukan renovasi.

 

Diskusikan dengan arsitek jika merancang denah dirasa sulit. Pastikan rancangan hunian Anda memungkinkan untuk dibangun sebagai rumah tumbuh.

Ciptakan Hunian yang Ideal

rumah tumbuh idealFoto : archdaily.com

 

Ideal berarti hunian termasuk layak dan sehat untuk dijadikan tempat tinggal.

 

Rumah tumbuh tak hanya terfokus pada proses pembangunannya yang bertahap, namun juga mengedepankan kenyamanan dan fungsi dari hunian itu sendiri.

 

Pastikan perancangan berjalan dengan baik serta mempertimbangkan aspek lainnya, seperti pencahayaan optimal, sirkulasi udara yang baik, dan juga pemanfaatan ruang yang tepat.

 

Ini berguna untuk menciptakan suasana rumah yang lebih sehat dan ideal.

 

Menggunakan furnitur yang compact dan praktis juga bisa membuat ruangan terlihat lebih luas dan nyaman.

 

Furnitur dengan gaya minimalis juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk konsep rumah tumbuh karena mampu memberikan kesan modern namun tetap simple dan sleek.

Membangun secara Bertahap

membangun rumah tumbuh

 

Rumah tumbuh merupakan rumah yang bisa dibangun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemiliknya.

 

Konsep ini tentu akan menguntungkan pemilik rumah karena proses pembangunan hunian bisa lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi finansial.

 

Perlu diingat bahwa proses pembangunan secara bertahap bukan berarti rumah ditempati dalam keadaan setengah jadi atau unfinished, ya!

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, desain yang diusung cenderung fleksibel sehingga bisa menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan di masa mendatang.

 

Baca juga:

5 Desain Rumah Tumbuh Minimalis yang Hemat Bujet

 

Buat Jadwal Pembangunan dan Perincian Biaya

Buat Jadwal PembangunanFoto : build-review.com

 

Salah satu hal penting ketika membangun rumah tumbuh adalah melakukan penjadwalan yang tepat dan rinci.

 

Jika pembangunan sampai terlambat, bisa-bisa biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak. 

 

Pembangunan harus terstruktur dan tepat waktu, tapi jangan sampai terburu-buru karena dapat memengaruhi kualitas bangunan itu sendiri.

 

Tak hanya jadwal, Anda juga harus memperhitungkan biaya yang dikeluarkan secara detail. Ini fungsinya agar tidak proses pembangunan tidak terganggu.

 

Berbeda dengan rumah biasa, rumah tumbuh dibangun dalam jangka waktu cukup lama. 

 

Sehingga Anda juga harus memperhitungkan kenaikan harga bahan bangunan yang diakibatkan oleh inflasi, serta faktor-faktor lainnya.

Pengembangan Bisa secara Horizontal atau Vertikal

 

Rumah tumbuh memang konsep yang terkesan tricky, tapi bukan berarti sulit untuk diwujudkan.

 

Konsep hunian ini jelas memberikan kemudahan terutama jika Anda terkendala masalah biaya dan lahan.

 

Tak hanya membangun secara horizontal atau ke samping. Jika lahan dirasa tidak memadai, maka Anda tentu bisa melakukan pembangunan secara vertikal atau tumbuh ke atas.

 

Pastikan Anda menentukan arah perluasan bangunan sesuai dengan kondisi aktual lahan dan juga kebutuhan ya.

Terlibat dalam Setiap Proses Pengembangan

 

Jika Anda ingin menggunakan konsep rumah tumbuh, maka Anda harus terlibat langsung dengan proses perencanaan hunian sejak awal.

 

Persiapkan dengan baik mulai dari pertimbangan luas lahan, struktur bangunan yang tepat, serta membuat prioritas ruangan yang akan dibangun terlebih dahulu.

 

Pastikan hunian yang Anda bangun memiliki orientasi jangka panjang agar bangunnnya dapat lebih mudah diubah. Ini berguna untuk mengantisipasi segala kebutuhan di masa depan.

 

Seperti yang telah disinggung, jika sulit Anda bisa menggunakan jasa konsultan atau arsitek untuk membantu setiap proses perencanaan dan pembangunan.

 

Anda juga bisa dengan mudah menyampaikan dan menggambarkan keinginan serta kebutuhan dalam perancangan.

 

Lakukan Pengawasan

pengawasan rumah tumbuhFoto : archdaily.com

 

Jika telah melakukan perencanaan secara matang dari segi biaya, struktur bangunan, serta hal lainnya, maka tugas Anda tak hanya selesai sampai di sini saja.

 

Pengawasan di saat hunian tengah dibangun juga penting. Meski perencanaan sudah matang, tapi Anda tetap harus tahu mengenai perkembangan rumah tersebut ‘kan.

 

Pengawasan juga akan membantu Anda dalam merencanakan pembangunan tahap berikutnya, lho. Bagaimana, tertarik untuk menerapkan konsep rumah tumbuh?

 

Sebagai informasi, saat ini banyak perumahan yang mengusung konsep rumah tumbuh, misalnya Cluster Chelsea dan Cherry SummareconNaira Residence dan masih banyak lagi.

 

Baca juga:

Ciri-ciri Rumah Sehat dan Rekomendasinya

 

Author:

Citra Purnamasari