OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Bukan Lagi Jakarta-Sentris, Harga Rumah di 11 Kota Besar Indonesia Kompak Naik
r123-share-title

Dipublikasikan 07 Mei 2026 · 4 min read · by Yongky Yulius

Ilustrasi harga rumah naik di luar Jakarta

Ringkasan Artikel:

  • Harga rumah bekas di Indonesia mulai naik kembali sebesar 1,6% di bulan Maret 2026 setelah sempat turun di bulan sebelumnya.
  • Uniknya, kenaikan harga ini tidak lagi hanya terjadi di Jakarta, tapi sudah menyebar merata ke 11 kota besar seperti Yogyakarta, Denpasar, hingga Makassar.
  • Meski stok rumah di pasar mulai terbatas, minat masyarakat untuk membeli tetap tinggi sehingga harga properti diprediksi akan terus meningkat sepanjang tahun ini.

Angin segar berembus di pasar properti tanah air pada kuartal pertama 2026 ini. Pasar rumah sekunder (bekas) kini mulai menunjukkan tren positif.

Hal tersebut tercermin dari data yang dihimpun laporan Flash Report April 2026 by Rumah123.

Laporan itu mencatat lonjakan harga rumah nasional sebesar 1,6 persen hanya dalam waktu satu bulan di Maret lalu (MoM).

Kenaikan itu berhasil menghapus catatan merah atau penurunan (kontraksi) yang sempat terjadi pada Februari lalu, sebesar 1,2 persen.

Paid Reports 1280 x 305

Tren Positif Pasar Properti Bergeser ke Berbagai Daerah

kenaikan harga rumah per tahun

Dari data itu, ada satu fenomena yang lebih menarik.

Kini, pertumbuhan tidak lagi didominasi oleh Jakarta saja.

Untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir, sebanyak 11 kota besar di Indonesia secara serentak melaporkan kenaikan harga.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar properti kita mulai “bergeser” secara merata ke berbagai daerah.

Hal tersebut didukung oleh infrastruktur yang semakin terhubung dan kebijakan yang suportif.

Dari beberapa kota yang harga rumah sekundernya mengalami kenaikan, wilayah Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar, tercatat mengalami kenaikan harga tahunan tertinggi.

Berikut adalah data lengkapnya:

NoKotaMoMYoYFaktor Pendorong Utama
1Yogyakarta+6.5%+5.0%Konektivitas Tol Solo-Jogja dan keterbatasan lahan pusat kota
2Denpasar+4.9%+4.5%Ekspansi basis pembeli melalui skema Second-Home Visa
3Makassar+4.9%+4.4%Hub ekonomi Indonesia Timur dengan dominasi pembeli muda
4Bekasi+1.2%+1.8%Spillover permintaan dari kawasan industri besar
5Bogor-+1.6%Tingginya minat hunian berkonsep green and healthy living
6Tangerang+2.7%+0.7%Dominasi township matang BSD/Alam Sutera yang stabil
7Depok+1.0%+0.2%Pertumbuhan koridor Sawangan pasca beroperasinya Tol Depok-Antasari
8Bandung+1.5%+0.9%Aksesibilitas KCIC Whoosh yang mengubah pola komuter
9Semarang+2.5%+0.5%Integrasi ekonomi dalam koridor Joglosemar
10Surakarta+1.2%+0.8%Rebound signifikan pasca koreksi tajam di bulan Februari
11Medan-+1.2%Konsistensi pertumbuhan sektor logistik di Sumatera

Tabel: Performa Harga Rumah Sekunder (Maret 2026)

Sumber: Data internal Rumah123 (2026)

Kenapa Bisa Ada Kenaikan Harga Properti di Daerah Luar Jakarta?

Kenaikan Tahunan Harga Rumah

Kenaikan harga rumah yang serentak di berbagai wilayah ini bukan terjadi tanpa alasan.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan, data itu mengonfirmasi bahwa momentum pemulihan tidak hanya terpusat di satu wilayah Jakarta saja.

“Kami melihat adanya pergeseran struktural ke kota-kota dengan fundamental ekonomi dan katalis infrastruktur yang kuat,” katanya, dikutip dari rilis resmi Rumah123.

Secara lebih rinci, alasan pertama di balik tren positif tersebut adalah mnculnya pusat ekonomi baru dan pembangunan infrastruktur (seperti jalan tol dan transportasi umum) di berbagai daerah.

Tak heran, kota-kota tersebut semakin dilirik pembeli rumah.

Penyebab berikutnya, adalah kondisi ekonomi yang mendukung.

Saat ini, suku bunga Bank Indonesia berada di level yang stabil (4,75%) dan kenaikan harga barang (inflasi) pun mulai melandai.

Gabungan antara harga yang stabil dan ekonomi yang sehat membuat orang-orang tidak lagi ragu untuk mulai membeli rumah atau berinvestasi properti sekarang juga.

Jakarta dan Surabaya Justru Mengalami Penurunan

Jika harga rumah bekas di sejumlah kota mayoritas naik, harga rumah di Jakarta dan Surabaya justru turun tipis.

Secara tahunan, harga rumah di Jakarta turun 0,5 persen dan Surabaya 0,9 persen.

Data itu bukan pertanda buruk, karena merupakan fase “Price Discovery” atau masa penyesuaian harga.

Di Jakarta, saat ini stok apartemen mewah cukup banyak, sementara pembeli lebih mencari rumah yang sesuai dengan kantong mereka.

Jadi, harga sedang “mencari keseimbangan” agar lebih terjangkau.

Kabar baiknya, meski secara tahunan turun, khusus Maret kemarin, harga rumah di Jakarta sebenarnya sudah mulai naik 1,1 persen secara bulanan (MoM).

Ini adalah tanda bahwa harga rumah sudah menyentuh titik terendahnya dan siap untuk naik lagi.

Indikator lain yang mesti dicermati, adalah menyusutnya volume suplai rumah sekunder sebesar 8,1 persen secara tahunan (YoY).

Di sisi lain, orang yang mencari rumah tetap banyak. Hukum pasar berlaku. Kalau barang makin langka tapi peminat banyak, harga pasti akan segera naik.

“Pasar secara bertahap bergerak dari buyer’s market menuju seller’s market. Dengan insentif PPN DTP yang masih berlaku hingga akhir tahun dan kondisi makroekonomi yang kondusif, kami memproyeksikan Q2 2026 akan menjadi periode akselerasi bagi sektor properti sekunder,” ujar Marisa.

***

Ingin tahu lebih dalam soal tren properti saat ini?

Baik Anda seorang investor yang mencari peluang, agen properti yang ingin memantau pasar, atau calon pembeli yang sedang berburu hunian impian, data yang akurat adalah kunci.

Temukan analisis lengkap dan angka terbaru di berbagai kota lainnya melalui Flash Report Rumah123.

Pantau terus pergerakan harga properti agar Anda bisa ambil keputusan di waktu yang tepat!

{"attributes":{"type":"popupbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2025\/10\/Paid-Reports-450x600-1.png","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pressroom\/?utm_source=panduan123&utm_medium=popup-artikel&utm_campaign=paidreports","first_open":"true","position":"overlay","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}
{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2024\/06\/25100736\/Tebus-Rumah-03.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/properti-penawaran-khusus\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=penawarankhusus","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}