Analisis Perhitungan Bisnis Properti Menggunakan ROI

perhitungan-bisnis-propertiBagi Anda yang ingin mencoba bisnis properti seperti sewa kontrakan, kavling, atau kos-kosan, ada beberapa tahapan yang harus Anda perhatikan.

 

Mulai dari persiapan modal, menemukan hunian yang sesuai anggaran, mengurus legalitas, proses renovasi, hingga promosi.

 

Setelah melewati tahapan itu semua, pastinya hasilnya akhir yang ingin Anda dapatkan adalah investasi yang menguntungkan.

 

Buat Anda yang sudah mantap untuk membeli hunian sebagai investasi atau dibuat bisnis properti, sebaiknya pahami dulu rumus perhitungan ROI atau Return on Investment. Berikut ulasannya.

Pengertian ROI

pengertian-roi

ROI (Return of Investment) merupakan pengukuran efisiensi investasi dengan membandingkan laba bersih dengan modal yang sudah diinvestasikan. Hasil rasio ROI diukur dalam bentuk persentase.

 

Tidak hanya menghitung pengembalian modal, ROI juga bisa digunakan untuk menghitung banyaknya modal yang hilang selama investasi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi ROI

faktor-faktor-yang-mempengaruhi-roi

Untuk melihat profitabilitas dalam mengukur keuntungan, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi untung-rugi ROI, seperti:

Profit Margin

 

Profit margin merupakan perbandingan pendapatan terhadap penjualan, yang mana hasilnya diperoleh dari penjualan bersih dikurang dengan harga pokok, lalu dibagi dengan penjualan bersih.

 

Faktor profit margin digunakan untuk mengontrol kebutuhan operasional.

Tingkat Perputaran Aktiva 

 

Mengukur kecepatan berputarnya aktiva dalam satu periode untuk pengembalian investasi, terlepas dari hasil ROI bernilai positif atau negatif.

Cara Melakukan Penghitungan ROI

cara-melakukan-perhitungan-roi

Untuk melakukan perhitungan ROI, kita ambil contoh bisnis kos-kosan untuk menghitung laba bisnis properti, yakni:

 

ROI = ((Pendapatan Penjualan – Modal Bisnis) : Biaya Investasi Awal) x 100%

 

Sebagai contohnya, Anda mencoba bisnis properti dengan membuka usaha kos-kosan dengan modal awal Rp30.000.000.

 

Selang beberapa bulan, kosan Anda penuh 10 pintu dan mendapatkan pendapatan Rp38.000.000.

 

Keuntungan investasi di kos-kosan yang Anda dapatkan sebesar Rp8 juta, maka perhitungan yang benar adalah:

 

ROI = ((Rp38 juta – Rp30 juta) / Rp30 juta) x 100%

         = (Rp8 juta / Rp30 juta) x 100%

         = 0,26 x 100%

         = 26%

 

Dari perhitungan di atas, maka tingkat ROI adalah sebesar 26%. 

 

Dalam hitungan modal, sebaiknya biaya promosi dan biaya lainnya dijadikan satu agar semua hitungan jadi lebih mudah.

 

Contoh perhitungan lain untuk mendapatkan bisnis properti, yakni dengan menghitung jangka waktu balik modal.

 

Misalnya Anda memiliki kosan 12 pintu dengan ukuran 3x4 meter persegi. Perkiraan biaya bangun kos-kosan yang harus disiapkan adalah Rp150 juta.

 

Biaya tersebut berdasarkan kalkulasi harga tanah yang akan dibangun.

 

Jika Anda menyewakan 1 pintu seharga Rp1,5 juta per bulan, untuk mengetahui berapa lama Anda bisa balik modal adalah dengan cara:

 

Waktu Balik Modal = Total biaya/modal : Biaya sewa 1 bulan

= Rp150 juta : Rp1,5 juta

= 100 bulan atau 8 tahun 4 bulan

 

Setelah semua modal telah didapatkan kembali, akan ada kenaikan harga sekitar Rp180 juta.

Perhitungan Pajak Bisnis Properti Khusus Kos-Kosan

Perhitungan Pajak Bisnis Properti Khusus Kos-Kosan

Jika Anda sudah mendapatkan keuntungan dari bisnis kos-kosan melalui perhitungan ROI, saatnya jadi warga negara yang baik dengan membayar pajak properti tersebut.

 

Ketentuan pembayaran pajak berlaku bagi Anda yang memiliki kosan dengan ukuran besar ataupun kecil, berdasarkan peraturan PPh Pasal 4 ayat 2.

 

Selain itu, sistem perpajakan bisnis kos-kosan tidak termasuk dalam penghasilan dari sewa tanah dan/atau bangunan, tapi masuk dalam golongan penghasilan usaha.

 

Lalu, bagaimana cara menghitung pajak kos-kosan?

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 tahun 2013 Pasal 2 ayat 1, PPh untuk usaha yang diperoleh wajib pajak memiliki peredaran bruto tertentu.

 

Apabila bisnis kos-kosan mendapatkan omset tidak lebih dari Rp48 miliar per tahun, maka akan dikenakan PPh final dengan tarif sebesar 1 persen dari total pendapatan selama 1 bulan.

 

Contohnya:

 

Anda menjalankan bisnis properti kos-kosan 12 pintu dengan harga sewa Rp1,5 juta per kamar.

Omset sebulan adalah = Harga Sewa x banyak kamar

= Rp1.500.000 x 12 = Rp 18.000.000

Omset Setahun = Rp18.000.000 x 12 = Rp216.000.000

PPh Final = Omset per bulan x 1% 

= Rp18.000.000 x 1% = Rp180.000

 

Itu dia informasi mengenai perhitungan bisnis properti Indekos.

 

Buat Anda yang ingin memulai investasi properti tapi belum menemukan properti yang tepat, Rumah123 memiliki banyak pilihan menariknya seperti:

-. Aulia Laswi City View

-. Kavling Sunnah Purwakarta

-. Lynn Parc

 

Semoga bermanfaat!

 

 

Author:

Dyah Siwi Tridya

Tambahkan Komentar