OK

Penting, Pahami Loan to Value Sebelum Ajukan KPR

09 Agustus 2022 · 5 min read · by Tim Editorial

Loan-to-Value1Foto: Unsplash

Bagi Anda yang sering melakukan pinjaman, baik itu pinjaman untuk membeli rumah ataupun aset lainnya, tentu sudah tidak asing dengan yang namanya loan to value atau LTV.

Nah, bagi Anda yang belum mengetahui sama sekali tentang loan to value, di sini kami akan membahasnya, mulai dari pengertian, aturan hingga rumus perhitungannya.

Yuk, kenali lebih dekat mengenai loan to value di bawah ini!

Pengertian Loan to Value 

Pengertian Loan to ValueFoto: Finanzen

Pembahasan yang pertama adalah mengenai pengertian dari loan to value itu sendiri. Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, kalimat ini memiliki arti rasio pinjaman terhadap nilai.

Loan to value atau rasio pinjaman terhadap nilai adalah angka yang digunakan pemberi pinjaman, untuk menentukan seberapa besar risiko yang mereka ambil.

LTV mengukur hubungan antara jumlah pinjaman dan nilai pasar dari aset yang mengamankan pinjaman, seperti rumah atau mobil.

Dalam kasus pembelian rumah, rasio pinjaman ini merupakan sebuah matriks yang dapat mengukur jumlah utang yang telah digunakan saat membeli rumah.

Kemudian, jumlah tersebut akan dibandingkan dengan nilai rumah yang sudah kita beli.

Loan to value sendiri memiliki peran yang sangat penting karena si pemberi pinjaman akan menggunakannya sebagai pertimbangan, apakah disetujui ataupun tidak.

Bahkan, LTV dapat pula membantu dalam menentukan jumlah pinjaman.

Nah setelah kita mengetahui apa itu pengertian dari loan to value, ada baiknya Anda juga mengetahui fungsinya di bawah ini.

Fungsi Loan to Value 

Fungsi Loan to ValueFoto: mortage

Fungsi utama loan to value yang pertama adalah terhadap nasabah, kemudian fungsi yang keduanya terhadap bank.

Untuk fungsi dari nasabah sendiri, tentu saja akan memengaruhi apakah disetujui ataupun tidaknya permohonan pinjaman KPR.

Biasanya bank akan menetapkan nilai tertinggi ataupun batas maksimum dari LTV itu sendiri.

Karena itu bagi Anda yang hendak membeli rumah tapak, wajib tahu soal loan to value LTV karena akan membantu dalam pembiayaan properti.

Sedangkan fungsi dari pihak bank, rasio dari LTV akan digunakan untuk memberi gambaran tentang skor kredit nasabah, serta melihat rasio utang saat melakukan permohonan pinjaman.

Loan to value tentunya memudahkan bank untuk pengambilan keputusan terhadap calon peminjam, jika nilai LTV-nya sesuai dengan ketentuan.

Saat ini pemerintah telah melakukan penurunan rasio loan to value dalam bentuk pembelian rumah dengan DP 0%, yang artinya masyarakat sudah bisa membeli rumah tanpa uang muka.

Ada pula financing to value (FTV) yang juga digunakan untuk pembiayaan rumah KPR.

Perbedaan FTV dengan LTV adalah perbandingannya yang menyangkut jumlah pembiayaan (F) dengan harga jual.

Sementara LTV merupakan angka rasio antara nilai kredit yang bisa diberikan oleh pihak bank terhadap nilai agunan saat awal pemberian kredit.

FTV tak hanya berkutat dalam hal properti, bahkan bisa juga digunakan untuk pembiayaan kendaraan bermotor.

Baca juga:

Mengenal KPR dan Persyaratan Pengajuannya

Aturan Pada Loan to Value 

Aturan-Pada-Loan-to-Value1Foto: Unsplash

Setelah mengetahui fungsi dari LTV, ada baiknya kalian juga mengetahui apa saja aturan yang terdapat pada LTV itu sendiri.

Seperti yang telah kita ketahui, pemerintah telah memberikan persyaratan untuk mengatur rasio LTV yang sama ke tiap-tiap bank.

Sampai saat ini, peraturan pemerintah terhadap LTV telah mengalami beberapa perubahan karena Bank Indonesia terus menyesuaikan kebijakan dasar mengenai perhitungan LTV.

Untuk perhitungannya telah diatur sepenuhnya dalam peraturan Bank Indonesia Nomor 21/13/PBI/2019, aturan ini telah diperbaharui dari peraturan tahun 2018 tentang rasio LTV.

Rumus Loan to Value 

Rumus Pada Loan to ValueFoto: outlook

Rumus LTV sendiri adalah kebalikan dari uang muka pinjaman, misalnya ketika si peminjam akan memberikan uang muka sebesar 20%, maka LTV yang didapatkan yaitu sebesar 80%.

Caranya, Anda bisa membagi jumlah hipotek dengan harga penilaian rumah ataupun properti yang akan kita beli. Rumusnya sendiri, yaitu:

LTV : (jumlah yang terutang di pinjaman / nilai aset yang dinilai ) x 100

Misalnya saja, Salman membutuhkan uang sebanyak Rp700 juta untuk membeli rumah di Pesona Remboelan Resort yang dibanderol dengan harga Rp950 juta.

Dia pun melakukan permohonan pinjaman sesuai uang yang dibutuhkan, yaitu sebesar Rp700 juta.

Dari pihak bank sendiri, tentu saja hal pertama yang akan dilakukan adalah menganalisis penilaian risiko pinjaman menggunakan rumus dari LTV. Perhitungannya sebagai berikut:

Rasio loan to value : jumlah hutang / nilai aset x 100%

Rasio loan to value : Rp700 juta / Rp950 juta x 100%

Rasio loan to value : 0.722 ataupun 72,22%

Melalui perhitungan diatas, maka nilai rasio LTV dari Salman yaitu sebesar 72, 22%.

Kemudian jika nilai tersebut masuk dalam kriteria yang diperbolehkan oleh bank, maka kemungkinan permohonan peminjaman dana Salman akan disetujui oleh bank tersebut.

Penghitungan di atas juga akan memudahkan Salman menentukan jumlah biaya uang muka untuk biaya pembelian rumah lainnya.

Misalnya rumah di Nivara Townhouse Kemang atau Leuwi Gajah Residence.

Perlu diingat sekali lagi kalau hal ini sangat penting untuk kredit rumah. Karena jika nilai LTV terlalu tinggi, maka pinjaman Anda bisa saja tidak disetujui.

Nilai penilaian LTV dapat memberikan gambaran resiko jika peminjam tidak mampu membayar cicilan.

Nilai LTV yang tinggi membuat peminjam tidak bisa mendapatkan uang mereka kembali meski properti tersebut akhirnya disita.

Anda bisa membeli asuransi hipotek yang bisa melindungi pemberi pinjaman jika tidak bisa membayar dan aset disita nantinya.

Demikian pembahasan tentang Loan to Value. Semoga membantu!

Jika sedang mencari rumah idaman, Rumah123 juga memiliki banyak pilihannya, seperti Apartemen Southgate hingga berbagai cluster premium Myza BSD City.

Baca juga:

Cara Menghitung KPR yang Mudah sebelum Ajukan Kredit Rumah

Author:

Dyah Siwi Tridya

Simulasi KPR

Kredit rumah dengan pilihan plafon dan tenor pinjaman sesuai kebutuhan

Simulasi KPR Syariah

Sistem pembiayaan rumah tanpa bunga, sesuai syariat Islam

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BNI
Bank BNI
Suku bunga mulai dari2,76
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,88
Tenor Max.12 Tahun