Mengenal KPR dan Persyaratan Pengajuannya

persyaratan


Semua properti yang memiliki kelengkapan dokumen dapat dijual dengan jasa pembiayaan perbankan. Orang menyebutnya dengan KPR. 


Namun tahukah Anda, apa itu KPR dan bagaimana syarat serta ketentuan yang diberlakukan bagi pembeli properti?


KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang disediakan oleh perbankan dan digunakan untuk membeli rumah dengan jaminan atau agunan berupa
rumah yang dibiayai tersebut. 


KPR juga merupakan salah satu metode pembelian rumah paling umum yang digunakan oleh masyarakat luas.


Dasar bekerjanya KPR adalah pihak bank meminjamkan uang untuk rumah dan Anda membayarnya selama dicicil ditambah dengan bunga selama beberapa tahun. 


Pihak bank juga memberikan plafon dan masa tenor yang berbeda-beda. Beberapa bank ada yang memberikan pinjaman dengan maksimal plafon hingga lebih dari Rp1 miliar dengan tenor bisa mencapai 30 tahun. 


Jenis-jenis KPR pun berbeda-beda. 


Tapi pada umumnya, KPR terbagi menjadi 2 jenis, yakni KPR Konvensional dan KPR Syariah. 


Perbedaan keduanya hanyalah bagaimana skema pembiayaan pembelian rumah. 


Jika di konvensional biasanya menggunakan bunga sedangkan syariah biasanya dengan metode jual beli. 


Metode Perhitungan Bunga KPR


Nah,
jika Anda hendak menggunakan KPR untuk membeli rumah, ada yang perlu Anda ketahui tentang bunga dari bank. Secara umum dikenal 3 metode perhitungan bunga yaitu :

1. Flat

2. Floating

3. Annuitas Tahunan dan Bulanan


Dalam prakteknya, metode suku bunga yang banyak digunakan adalah suku bunga efektif atau anuitas. 


Namun biasanya jika Anda menggunakan KPR, biasanya pihak bank memberikan promo dengan menawarkan bunga tetap alias flat selama beberapa tahun pertama.


Setelah masa promo tersebut habis, maka akan dilanjutkan dengan bunga floating yang bisa naik turun, tergantung suku bunga dari Bank Indonesia. 


Keuntungan KPR


keuntungan kpr


Nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan  uang muka. 


Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, angsuran yang dibayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Mengajukan KPR


tips mengajukan kpr

Bila membeli rumah dari perorangan, pastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.

Bila membeli rumah dari developer, pastikan beberapa hal berikut:

  1. Izin Peruntukkan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
  2. Prasarana sudah tersedia
  3. Kondisi tanah matang
  4. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
  5. IMB Induk

    Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer).

    Jangan melakukan transaksi jual beli di bawah tangan, artinya apabila rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan di bank, maka lakukanlah pengalihan kredit pada bank yang bersangkutan dan dibuat Akta Jual Beli di hadapan notaris.


Jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan”, artinya atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kuitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.


Persyaratan KPR


Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diberlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. 


Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:

1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)

2. Kartu Keluarga

3. Keterangan penghasilan atau slip gaji.

4. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)

5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta)

6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta).

7. Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)

8. Foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan)

9. Fotocopy IMB


Biaya Proses KPR


Pada umumnya fasilitas KPR pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya biaya appraisal, biaya notaris, provisi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.


Itulah pengertian KPR dan juga persyaratan-persyaratan yang harus Anda penuhi jika akan mengajukan KPR ke bank. 


Jika Anda masih bingung soal perkiraan cicilan per bulannya, Anda bisa mencoba simulasi KPR agar bisa memperhitungkan berapa jumlah cicilan yang Anda keluarkan per bulannya selama masa tenor. 

Tambahkan Komentar