Proses Appraisal Rumah dalam Pengajuan KPR

Appraisal Rumah

 

Tidak perlu menunggu punya uang ratusan juta hingga miliaran rupiah supaya bisa membeli properti untuk berbagai kebutuhan.

 

Rumah, apartemen, rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan) dan properti lainnya bisa dimiliki dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

 

Namun, kamu memang butuh kesabaran lebih ketika mengajukan KPR ke bank, karena prosesnya tidak instan.

 

Ada proses appraisal rumah yang mesti dilalui. Lalu berdasarkan hasil appraisal inilah bank menyetujui atau menolak pengajuan KPR.

 

Jadi, sebaiknya kamu mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses tersebut.

 

Sebelum mengulas lebih jauh, mari kita simak terlebih dahulu apa itu appraisal rumah dalam pengajuan KPR dan tujuannya.

Apa Itu Appraisal?

Apa Itu Appraisal

 

Secara umum, yang dimaksud appraisal adalah proses analisis yang dilakukan oleh profesional untuk menaksir nilai suatu benda nyata.

 

Sementara itu, dalam konteks pengajuan KPR appraisal berarti proses analisis untuk menaksir nilai rumah yang menjadi agunan.

 

Appraisal rumah dalam pengajuan KPR biasanya dilakukan oleh profesional pihak ketiga yang mereka tunjuk langsung.

 

Lantas, apa tujuan proses ini? Begini, ketika mengajukan KPR, kamu harus menyiapkan agunan.

 

Apabila kamu memiliki segudang aset, tentu agunannya bisa apa saja asal sebanding dengan nilai pinjaman yang diajukan.

 

Namun, bagi end user sekaligus first buyer, rumah yang dibeli dengan skema pembayaran KPR itulah agunannya.

 

Bank di mana kamu mengajukan KPR akan mengevaluasi harga rumah. Inilah alasan appraisal rumah menjadi proses vital.

 

Dilakukan dengan tujuan menaksir harga properti dan mengonfirmasi kebenaran data, apakah sesuai dengan dokumen pengajuan.

 

Supaya proses appraisal rumah lancar dan mendapatkan persetujuan bank, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Appraisal Rumah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Appraisal Rumah

Lokasi

 

Lokasi rumah menjadi faktor pertama yang memberikan pengaruh terhadap proses appraisal rumah oleh bank.

 

Oleh sebab itu, sebaiknya kamu mencari rumah di lokasi strategis yang dikelilingi oleh fasilitas publik seperti Grand Dahlia Cluster Depok.

 

Perumahan itu juga berada di area bebas banjir. Biasanya, bank akan memberikan nilai appraisal rendah jika lokasi tersebut rawan bencana.

Aksesibilitas

 

Setelah menilai lokasi rumah, bank akan memberikan nilai appraisal berdasarkan aksesibilitas.

 

Semakin mudah dijangkau serta dekat sarana dan prasarana transportasi, maka semakin besar pula nilai appraisalnya.

 

Maka dari itu, membeli rumah dalam area transit development oriented alias TOD adalah ide cemerlang. Contohnya Adhi Sentul City.

Fisik Bangunan

 

Apabila mengajukan KPR untuk rumah kedua dan rumah pertama yang dijadikan agunannya, maka kondisi fisik bangunan mesti dicek.

 

Tidak perlu melakukan perbaikan besar-besaran sampai sewa jasa renovasi rumah jika memang masih layak huni.

 

Coba poles sedikit saja dengan mengecatnya, lalu letakan tanaman supaya hunian bakal agunan ini tampil lebih segar.

Nilai Jual Objek Pajak dan Harga Pasar

 

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tercantum pada struk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

 

Pengaruh NJOP biasanya tidak mutlak, sehingga bank akan menentukannya dengan pendekatan lain seperti menilik harga pasar.

 

Bank akan membandingkan beberapa rumah dengan spesifikasi yang sama di area terdekat.

Riwayat Kredit

 

Sebelum mengecek faktor lokasi, aksesibilitas, fisik bangunan, NJOP, dan harga pasar, tentu saja bank akan terlebih dahulu melihat riwayat kredit.

 

Inilah yang disebut dengan Bank Indonesia (BI) checking. Jika lolos pada proses ini, bank akan melanjutkan proses appraisal rumah berikutnya.

 

Maka itu, sebelum mengajukan KPR ke bank, penting untuk menjaga reputasi riwayat kredit.

Syarat Dokumen dan Biaya Appraisal

Syarat Dokumen dan Biaya Appraisal

 

Serupa dengan pengajuan kredit lainnya, ada syarat dokumen yang harus disiapkan untuk appraisal rumah dalam pengajuan KPR.

 

Jika syarat dokumen di bawah ini sudah dipenuhi, maka bank akan segera memproses pengajuan kamu.

 

Fotokopi ID card bisa berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, ataupun Surat Izin Mengemudi (SIM)

Fotokopi akta nikah (bila sudah menikah)

Fotokopi rekening koran

Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

Fotokopi slip gaji (minimal tiga bulan terakhir)

Menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Rekening listrik dan (bila ada) rekening telepon

Legalitas berupa Sertifikat Hak Milik (SHM).

 

Perlu digarisbawahi, syarat dokumen tersebut hanya sebagai acuan saja lantaran setiap bank memiliki kebijakan berbeda-beda.

 

Selain itu, proses appraisal rumah juga memerlukan biaya. Kisarannya Rp300 juta hingga Rp1 miliaran.

 

Jadi, kamu harus menyiapkan biaya tersebut di luar biaya uang muka, akad KPR, dan pajak jual beli properti.

 

Itu tadi penjelasan terkait proses appraisal rumah saat mengajukan KPR.

 

Kunjungi perumahan baru pilihan Rumah123.com untuk mendapatkan hunian di lokasi strategis, aksesibilitas mudah, dan bangunan modern.

 

Selamat berburu properti!

 

 

Author:

Miyanti Rahman