OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti

Seluk Beluk Jaminan Fidusia, Wajib Tahu Sebelum Ajukan KPR

02 Maret 2023 · 4 min read · by Tim Editorial

jaminan fidusia

Jaminan fidusia adalah hal yang wajib diketahui jika Anda berencana untuk membeli hunian dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Penjaminan ini lumrah diterapkan dalam proses pengajuan KPR.

Tujuannya adalah memastikan bahwa pinjaman akan dibayar lunas oleh debitur.

Pada praktiknya, jaminan ini membuat pemilik asal hanya menyerahkan kepemilikan atau atas nama sendiri kepada pihak lain.

Namun, keberadaan atau penggunaan barang/hal itu masih dimiliki oleh pemilik asal.

Istilah fidusia berasal dari Bahasa Romawi, yang artinya “kepercayaan.”

Fidusia juga diambil dari istilah Belanda yakni Fiduciaire Eigendom Overdracht, yang berarti “penyerahan hak milik berdasarkan kepercayaan”.

Dasar hukum jaminan fidusia diatur dan dilindungi dalam Undang-Undang (UU) no 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Di dalam UU Fidusia disebutkan;

“Pemberian jaminan berupa benda bergerak maupun tidak bergerak, berwujud maupun tidak berwujud terhadap pelunasan hutang atau jaminan.”

Karena diatur dan dijamin oleh peraturan perundang-undangan, penerima fidusia memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan pemberi kredit.

Baca juga: 

Beberapa Konsekuensi Telat Bayar KPR yang Harus Diketahui

Pentingnya Mengenal Jaminan Fidusia

mengenal Jaminan Fidusia

Seperti disebutkan tadi, jaminan fidusia adalah salah satu jaminan yang paling umum dilakukan saat membeli rumah melalui KPR.

Jaminan ini tentu saja untuk memberikan keamanan kepada pihak bank sebagai kreditur dan debitur, sehingga tidak ada pihak yang semena-mena jika ada masalah.

Contoh jaminan fidusia adalah, misalnya Anda membeli rumah di Casa Valli senilai Rp1,6 miliar dengan tenor 10 tahun.

Anggaplah jumlah cicilan yang wajib dibayarkan pada setiap bulannya adalah Rp6 juta, serta dalam 5 tahun Anda tidak pernah menunggak sekalipun.

Hingga memasuki tahun keenam finansial Anda terganggu, sehingga membuat cicilan KPR menjadi macet.

Lalu pertanyaannya, apakah bank sebagai kreditur berhak langsung menyita rumah Anda? Tentu saja tidak.

Sebab dengan adanya jaminan tersebut, pihak bank selaku kreditur harus terlebih dahulu mendapatkan surat eksekusi penyitaan dari pengadilan.

Ketika sudah mengantongi surat keputusan eksekusi jaminan fidusia, barulah bank bisa menyita rumah Anda.

Jadi, itulah mengapa jaminan fidusia ini sangat penting jika Anda berencana membeli rumah dengan KPR.

Cara Daftar Jaminan Fidusia

daftar Jaminan Fidusia

Anda sekarang sudah mengetahui bagaimana pentingnya jaminan fidusia.

Lalu, bagaimana cara membuat jaminan ini?

Dilansir dari Hukumonline, berikut cara membuat jaminan fidusia:

  1. Pendaftaran jaminan fidusia dilakukan di Kantor Pendaftaran Fidusia dengan wilayah kerja mencakup seluruh wilayah negara Republik Indonesia dan berada di lingkup tugas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
  2. Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dilakukan oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya dengan melampirkan pernyataan pendaftaran jaminan fidusia.
  3. Pernyataan pendaftaran jaminan fidusia sebagaimana dimaksud di atas, memuat:
    • Identitas pihak pemberi dan penerima fidusia;
    • Tanggal, nomor akta jaminan fidusia, nama, dan tempat kedudukan notaris yang membuat akta jaminan fidusia;
    • Data perjanjian pokok yang dijamin fidusia;
    • Uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia;
    • Nilai penjaminan; serta
    • Nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia.
  1. Kantor Pendaftaran Fidusia mencatat jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran.
  2. Kantor Pendaftaran Fidusia menerbitkan dan menyerahkan kepada penerima fidusia sertifikat jaminan fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran.
  3. Jaminan fidusia lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal dicatatnya jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia.
  4. Pemberi fidusia dilarang melakukan fidusia ulang terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang sudah terdaftar.

Baca juga: 

Pengertian, Dampak dan Cara Mengatasi Kredit Macet

Hak dan Kewajiban dalam Fidusia

Hak Fidusia Nasabah

hak dan kewajiban fidusia

Setelah perjanjian selesai, selanjutnya nasabah akan diberikan beberapa bukti dari sertifikat. Adapun hak yang didapat adalah:

  • Objek jaminan dikuasai oleh pemberi fidusia
  • Menerima kopi sertifikat Fidusia dan kelengkapan berkas lainnya

Kewajiban Jaminan Fidusia

  • Pemberi fidusia dilarang meminjamkan, menyewakan, mengalihkan atau menyerahkan penguasaan, penggunaan atau mengubah penggunaan atas objek jaminan.
  • Pemberi fidusia wajib untuk membayar seluruh hutang sesuai dengan yang diperjanjikan.
  • Pemberi fidusia wajib untuk memelihara Objek Jaminan dengan sebaik – baiknya.
  • Segala pajak, bea, pungutan dan beban lainnya terhadap Objek Jaminan (bila ada) merupakan beban dan tanggungan pemberi fidusia.
  • Pemberi fidusia menjamin penerima fidusia dari semua gugatan yang diajukan oleh pihak ketiga sehubungan dengan objek jaminan.
  • Pemberi fidusia wajib mengurus, menyelesaikan, dan membayar tuntutan, gugatan atau tagihan tersebut atas biaya dan tanggung jawab Pemberi fidusia.
  • Pemberi fidusia tidak berhak untuk melakukan fidusia ulang, objek jaminan, tidak diperkenankan untuk membebankan dengan cara apapun, atau mengalihkan dengan cara apapun objek jaminan kepada pihak lain.
  • Menyerahkan objek jaminan kepada penerima fidusia apabila tidak memenuhi kewajibannya dengan seksama seperti yang telah ditentukan dalam akta atau perjanjian pembiayaan.

Itu dia informasi seputar jaminan fidusia yang wajib diketahui.

Jika Anda sedang mencari rumah untuk dibeli, Springhill Yume Lagoon dan Sembawang Aparthouse bisa jadi pilihan tepat.

Semoga bermanfaat!

Info KPR

Silakan isi data kamu jika untuk mendapatkan penawaran KPR

1 dari 2
+62

Silakan isi data kamu jika untuk mendapatkan penawaran KPR

2 dari 2
Rp
Rp
Rp
Rp
Data Berhasil Terkirim Kamu akan terhubung dengan Tim Rumah123 untuk konfirmasi data

Verifikasi Nomor Handphone

Silahkan masukkan 6 digital kode OTP yang telah kami kirimkan ke nomor 62811111111 Ganti Nomor

Kode yg Anda masukan salah pastikan kode OTP yang Anda masukan benar

Ganti Nomor Handphone

+62
Nomor handphone wajib diisi