Jaminan Fidusia dan Mengapa Ini Penting Diketahui Saat Mengajukan KPR


jaminan fidusia


Jika Anda berencana untuk membeli rumah dengan skema KPR, wajib mengetahui jaminan fidusia. 


Ini merupakan salah satu jenis jaminan yang diberikan oleh pihak yang meminjam kepada yang meminjamkan.


Jaminan Fidusia juga merupakan salah satu jenis pinjaman yang paling umum digunakan oleh pihak bank saat memberikan KPR


Tentu saja jaminan ini juga digunakan untuk memastikan bahwa pinjaman akan dibayar lunas oleh sang peminjam.


Jadi sebenarnya apa jaminan fidusia? 


Seperti apa bentuk dari jaminan ini, dan juga mengapa penting untuk mengetahui jaminan ini sebelum beli rumah?


Mari kita bahas satu per satu.


Mengenal Jaminan Fidusia


jaminan fidusia


Istilah fidusia sendiri berasal dari Bahasa Romawi yang artinya kepercayaan. 


Fidusia juga diambil dari istilah Belanda yakni Fiduciare Eigendom Overdracht, yang berarti penyerahan hak milik berdasarkan kepercayaan. 


Pada praktiknya, jaminan ini membuat pemilik asal hanya menyerahkan kepemilikan atau atas nama sendiri kepada pihak lain. Namun keberadaan atau penggunaan barang/hal tersebut masih dimiliki oleh pemilik asal. 


Di Indonesia, jaminan fidusia diatur dan dilindungi dalam undang-undang no 42 tahun 1999. 


Di undang-undang tersebut disebutkan pemberian jaminan berupa benda bergerak maupun tidak bergerak, berwujud maupun tidak berwujud terhadap pelunasan hutang atau jaminan.


Karena diatur dan dijamin oleh hukum, penerima fidusia memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan pemberi kredit. 


Pentingnya Mengenal Jaminan Fidusia


jaminan fidusia


Seperti disebutkan tadi, jaminan fidusia adalah salah satu jaminan yang paling umum dilakukan saat membeli rumah melalui KPR. 


Jaminan ini tentu saja untuk memberikan keamanan kepada pihak bank dan peminjam, sehingga tidak ada pihak yang semena-mena jika ada masalah.


Contohnya seperti ini…


Anda membeli rumah senilaiRp 800 juta dengan tenor 10 tahun yang dibeli sejak 2017. Anda wajib membayar cicilan rumah sebesar Rp6 juta per bulan dan tidak pernah menunggak sekalipun. 


Hingga pada beberapa bulan terakhir, pendapatan Anda terganggu, sehingga cicilan ikut terganggu. 


Lalu pertanyaannya, apakah bank sebagai kreditur berhak langsung menyita rumah Anda? 


Tentu saja tidak. Mengapa? 


Karena Anda memiliki jaminan fidusia. 


Jadi pihak bank harus melakukan proses melalui pengadilan terlebih dahulu jika akan melakukan eksekusi penyitaan. 


Jadi bank tidak semena-mena langsung menyita rumah, tapi harus melakukan proses melalui pengadilan terlebih dahulu. 


Baca juga: 
Tips Lolos KPR untuk Pencari Rumah Impian


Barulah ketika bank mempunyai surat keputusan eksekusi dari pengadilan, bank bisa menyita rumah Anda.


Jadi itulah mengapa jaminan fidusia ini sangat penting jika Anda berencana membeli rumah dengan KPR. 


Tapi Anda juga tidak perlu khawatir. 


Pihak bank juga biasanya memberikan saran untuk menggunakan jaminan fidusia sebagai pengaman, agar kedua pihak tidak saling merugikan. 


Pendaftaran Jaminan Fidusia


pendaftaran jaminan fidusia


Anda sekarang sudah mengetahui bagaimana pentingnya jaminan fidusia. Lalu bagaimana cara membuat jaminan ini? 


Dilansir dari Hukumonline, berikut adalah cara membuat jaminan fidusia:


1.Pendaftaran jaminan fidusia dilakukan di Kantor Pendaftaran Fidusia dengan wilayah kerja mencakup seluruh wilayah negara Republik Indonesia dan berada di lingkup tugas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


2.Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dilakukan oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya dengan melampirkan pernyataan pendaftaran jaminan fidusia.


3.Pernyataan pendaftaran jaminan fidusia sebagaimana dimaksud di atas, memuat:


-. Identitas pihak pemberi dan penerima fidusia;


-. Tanggal, nomor akta jaminan fidusia, nama, dan tempat kedudukan notaris yang membuat akta jaminan fidusia;


-. Data perjanjian pokok yang dijamin fidusia;


-. Uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia;


-. Nilai penjaminan;


-. Nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia.


4.Kantor Pendaftaran Fidusia mencatat jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran


5.Kantor Pendaftaran Fidusia menerbitkan dan menyerahkan kepada penerima fidusia sertifikat jaminan fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran


6.Jaminan fidusia lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal dicatatnya jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia


7.Pemberi fidusia dilarang melakukan fidusia ulang terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang sudah terdaftar.


Itu dia informasi seputar jaminan fidusia yang wajib diketahui.


Jika Anda sedang mencari rumah untuk dibeli, bisa cek situs jual beli properti Rumah123


Di situs ini juga Anda dapat melakukan simulasi KPR untuk merencanakan cicilan rumah per bulannya. Selamat mencoba!


Author:
Ferry Fadhlurrahman

Tambahkan Komentar