Wajib Tahu! 5 Fakta Mengenai Properti Syariah agar tidak Tertipu

properti syariah foto: dephositphoto


Sekarang ini pilihan investasi tidak hanya seputar emas atau saham yang kadang naik dan turun tidak menentu.


Ada satu investasi yang saat ini sangat dicari karena memiliki konsep yang berbeda yakni, properti syariah.


Properti syariah menawarkan skema pembelian dan cicilan rumah yang mudah dan 100% tanpa riba.


Yuk
, kita bahas lebih lanjut mengenai properti syariah.


Apa Itu Properti Syariah?


apa itu properti syariah


Properti syariah adalah jenis properti yang terdiri dari rumah dan tanah atau pilihan properti lainnya


Dalam skema pembayarannya properti ini menjalankan syariat Islam yang tidak menerapkan prinsip pinjaman seperti bank.


Dalam pembelian properti syariah, biasanya bisa melalui KPR syariah atau developer syariah.


Tentu saja tanpa melibatkan orang ketiga atau pihak bank dalam proses kepemilikannya.


Fakta Mengenai Properti Syariah


properti syariah foto: unsplash


Karena memiliki banyak peminat dan penjualan properti syariah yang menggiurkan, akhir-akhir ini banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menipu konsumen berkedok menjual properti syariah.


Tentu saja, Anda harus berhati-hati agar tidak menjadi korban selanjutnya.


Nah
, untuk itu Rumah123 bakal kasih tahu mengenai fakta-fakta properti syariah yang sah dan benar.


Tidak Ada Pihak ke-3


Jika Anda membeli rumah KPR di perumahan maka ada baiknya cek terlebih dahulu developer-nya.


Tanyakan apa mereka bekerjasama dengan pihak bank dalam proses cicilan rumah.


Jika iya, maka Anda patut curiga karena dalam perumahan syariah, developer hanya melibatkan 2 pihak tanpa ada keterlibatan dari bank.


DP yang Besar


Properti syariah tidak pernah menawarkan pembayaran DP rendah untuk kepemilikan sebuah rumah atau tanah.


Rata-rata DP properti mulai dari 30% - 50% jika Anda menginginkan serah terima rumah lebih cepat.


Tapi saat ini ada juga pengembang menawarkan DP ringan 10% atau cicilan 24x tapi dengan beberapa konsekuensi.


Untuk DP ringan 10%, proses serah terima akan lebih lama karena harus menunggu DP lunas terlebih dahulu.


Untuk cicilan ringan tersebut pun hanya tersedia di beberapa developer saja.


Jadi, jika Anda tergiur ada yang menawarkan DP ringan dan proses serah terima cepat.


Maka, kemungkinan itu adalah penipuan.


Cicilan yang Singkat


Siapa sih yang ingin terlibat cicilan panjang dan tidak berkesudahan?


Hal ini juga berlaku dalam pembelian properti syariah di mana dalam proses pengambilan cicilan KPR syariah maksimal 10 tahun.


Tentu saja berbeda dengan cicilan bank konvensional dan bank syariah yang masa cicilannya bisa sampai 20 tahun. 


Pengajuan Kepemilikan dan Cicilan yang Mudah


Dalam syarat pengajuan KPR dengan konsep syariah tentu jelas lebih mudah dan cepat.


Anda sudah dapat memiliki rumah atau mengikuti skema cicilan tanpa perlu repot untuk BI checking.


Anda juga bisa memiliki rumah meskipun histori keuangan Anda buruk, asalkan ada perjanjian dalam pelunasan di awal.


Sedangkan untuk bank konvensional dan bank syariah, Anda harus melengkapi banyak syarat dan dokumen termasuk BI checking.


Jika ditemukan masalah pada keuangan Anda, maka penganjuan KPR akan ditolak.


Baca juga: 
Tips Lolos KPR untuk Pencari Rumah Impian


Legalitas yang Jelas


Properti syariah memiliki proses dan aturan yang lebih ketat dibandingkan bank syariah dan bank konvensional. Karena memang sistemnya tanpa riba dan sita.


Setelah pembayaran DP kepada developer syariah, Anda memiliki hak untuk melihat legalitas rumah atau tanah.


Penting untuk mengecek izin pembangunan, sertifikat Hak Guna Bangunan, peruntukan lahan, kepemilikan tanah hingga reputasinya.


Jika pihak developer tidak mau menunjukan legalitas di atas dengan berbagai alasan, maka Anda patut waspada.


Skema Pembayaran Properti


skema pembayaran properti syariah


Sebelum bahas mengenai skema pembayaran properti syariah, Anda harus tahu apa saja jenis-jenis pembayaran yang sering diterapkan di bank syariah, bank, konvensional, hingga KPR syariah.


Hard Cash
atau Tunai Keras


Pembayaran yang menggunakan tunai keras diperuntukan bagi orang-orang yang memiliki dana lebih.


Kelebihan jenis pembayaran ini adalah bisa mendapatkan potongan harga rumah atau diskon sekitar 10% sampai 15%.


Jadi, Anda bisa memiliki rumah setelah kesepakatan dan pembayaran maksimal 1 bulan dengan harga yang miring.


Tunai Bertahap


Jenis pembayaran ini adalah sistem pembayaran dengan cicilan tapi memiliki masa cicilan yang singkat.


Waktu yang diberikan sekitar 6 – 24 bulan dan DP yang 30% - 50% dari harga rumah.


Kelebihan jenis pembayaran ini adalah tidak terpengaruh dengan fluktuasi bunga bank.


KPR Bank Konvensional dan Bank Syariah


Jenis pembiayaan ini dibantu oleh pihak bank sebagai peminjam untuk membiayai rumah hingga 70% - 80% dari harga rumah.


Memang cukup menggiurkan tapi Anda harus mengikuti beberapa tahapan agar KPR bisa diterima oleh Bank.


Mulai dari syarat KPR, dokumen, BI checking wawancara, dan proses penentuan diterima atau ditolak.


KPR Developer atau KPR Syariah


Jenis pembayaran ini tidak melibatkan pihak bank sebagai pembiaya rumah yang ingin dibeli.


Skema KPR syariah melibatkan 2 pihak dalam proses jual beli dan tidak memasukkan unsur riba atau sesuai dengan syariat islam.


Kenapa DP Properti Syariah Mahal?


dp properti syariah


Karena tidak melibatkan bank sebagai sumber modal dalam membiayai rumah yang ingin dibeli atau dicicil.


Tentu saja DP yang ditawarkan cukup besar sekitar 30% - 50% dan berbeda dengan pihak bank yang ada menawarkan DP 0%.


Tapi,Anda tenang saja jika ingin tetap memiliki rumah tanpa riba.


Saat ini tersedia cicilan DP dengan masa cicilan maksimal 24 bulan yang bisa Anda temukan di beberapa developer syariah.


Cara Membedakan Properti Syariah


properti syariah 

Proses Transaksi 


Di KPR Syariah, transaksi terjadi antara 2 pihak yakni pembeli dan developer


Terjadi akad jual beli antara developer dan konsumen yang disaksikan oleh notaris dan pihak konsumen.


Sementara di bank syariah maupun bank konvensional, bank menjadi pihak ketiga yang ikut terlibat.


Sistem denda


Bank syariah dan konvensional akan memberikan sanksi denda apabila ada konsumen yang telat membayar.


Tapi untuk KPR syariah, tidak mengenal adanya sistem denda tapi adanya kesepakatan bersama. 


Sistem Sita dan Penalti


KPR syariah dan bank syariah memiliki persamaan yakni tidak menerapkan sistem sita atau penalti jika konsumen menunggak.


Berbeda dengan bank konvensional yang memberikan sanksi sita dan penalti hingga berujung pelelangan.


Asuransi


Dalam syariat Islam, asuransi termasuk kategori haram karena tidak jelas kegunaannya.


Maka dari itu di KPR syariah tidak ada asuransi yang meng-cover jika terjadi hal yang tidak terduga.


Sementara bank syariah dan konvensional menggunakan asuransi.


Bagaimana? Sudah makin paham kan mengenai seluk beluk properti syariah?


Semoga artikel ini membantu Anda, agar tidak mudah tertipu ketika diiming-imingi rumah murah dan DP ringan ya!


Author:
Dyah Siwi Tridya

Tambahkan Komentar