Syarat KPR untuk Anda yang Mau Beli Rumah Baru, Rumah Second dan Rumah Subsidi
    syarat kpr


Membeli rumah adalah impian semua orang, salah satu caranya adalah dengan mengajukan KPR. Apalagi syarat KPR kini terbilang lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja banyak syarat KPR yang harus dipenuhi jika ingin mengajukan pinjaman ke bank.


Entah itu untuk membeli rumah baru, rumah subsidi, atau rumah second.  KPR sendiri memang layanan yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pencari rumah impian. 


Karena pinjaman ini dapat memudahkan yang ingin membeli rumah dengan mencicil ke bank per bulan dibanding harus menabung lama terlebih dahulu.  Bagi yang ingin mengajukan pinjaman ke bank, berikut adalah syarat KPR sekaligus panduan KPR secara umum yang perlu diketahui:  

 
a. Warga Negara Indonesia (WNI)

b. Usia minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta saat cicilan lunas.

c. Menyiapkan sejumlah dokumen sebagai syarat administrasi

Dan beberapa dokumen yang menjadi syarat KPR adalah:

 

a. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), surat nikah

b. Fotokopi rekening koran c.

Slip gaji bagi karyawan atau laporan keuangan bagi pengusaha 

d. Surat keterangan kerja atau surat keterangan usaha (SIUP)

e. Pas foto

f. Dokumen berupa sertifikat rumah yang akan digunakan sebagai jaminan 

Syarat KPR Rumah Subsidi

syarat kpr rumah subsidi


Jika Anda ternyata masih merasa berat untuk membeli rumah yang biasa, mungkin bisa mengajukan KPR untuk rumah subsidi. Pemerintah lewat program Sejuta Rumah menargetkan membangun hunian dengan harga terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah.


Harga yang ditawarkan pun berkisar tak jauh dari Rp100 juta. Jika Anda tertarik, ada beberapa syarat KPR rumah subsidi yang berbeda dibanding rumah komersial. Namun untuk syarat kelengkapan dokumen masih sama seperti yang diatas disebutkan. Berikut adalah persyaratan tambahan jika ingin mengajukan KPR rumah subsidi:


a. Belum pernah menerima subsidi dan juga belum memiliki rumah sebelumnya.


b. Gaji tidak melebihi Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun.


c. Wajib memiliki e-KTP dan terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi.


Selain itu Anda juga harus memperhatikan terkait pemilihan bank dan juga pengembang yang menyediakan rumah. Pastikan pengembang tersebut sudah terdaftar di Kementerian PUPR.


Untuk bank juga tidak semua tersedia. Biasanya bank yang menjadi penyalur KPR subsidi adalah bank pemerintah atau BUMN seperti BTN, Bank Mandiri, dan BRI. 


Sementara untuk KPR komersial, pilihan bank lebih banyak lagi. Mulai dari bank pemerintah seperti yang di atas atau bank swasta seperti BCA.  Jadi Anda bisa mencari informasi terlebih dahulu. Lalu tinggal memilih bank yang memberikan penawaran paling menarik dan sesuai dengan kondisi keuangan.

 

Syarat KPR Rumah Second

 

syarat kpr rumah second


Selain rumah subsidi, Anda juga bisa memilih rumah second lalu mengajukan KPR rumah second. Salah satu bank yang mempunyai program rumah second adalah BTN. 


Pada dasarnya syarat KPR rumah second, tidak terlalu jauh berbeda dengan syarat KPR lainnya. Pengajuannya juga tidak sesulit yang dibayangkan. Namun memang ada beberapa langkah yang berbeda untuk membeli rumah bekas melalui KPR. Berikut adalah langkah-langkah untuk membeli rumah KPR:  

 

Memilih rumah yang diinginkan dan melakukan negosiasi

 

Melakukan negosiasi adalah salah satu kelebihan dalam membeli rumah second, dimana biasanya penjual masih mungkin untuk memberikan potongan harga jika Anda pintar dalam menawar.  Hal ini cukup menentukan, mengingat bank tidak akan membiayai Anda secara penuh, yakni sekitar 80% dari total harga jual, maka sisanya Anda yang akan melunasi langsung pada penjual.  

 

Menemui bank dengan membawa dokumen lengkap

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dokumen syarat KPR rumah second atau rumah baru tidak jauh berbeda, seperti KTP, KK, NPWP, bukti penghasilan, surat keterangan kerja atau usaha. Namun dalam proses membeli rumah second, selain perlu melampirkan copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat bangunan, juga perlu ada bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta surat kesepakatan jual beli antara pembeli dan penjual.
 


Appraisal

 

Tahapan ini dilakukan oleh pihak bank, yakni proses survei dan menaksir nilai properti. Dan ini akan sangat berpengaruh pada plafon atau besaran kredit yang akan dicairkan oleh bank.  

Penerbitan SPK

 

Sebelum menandatangani akad, bank akan memberikan Surat Perjanjian Kredit (SPK) yang di dalamnya berisi rincian mengenai biaya kredit, bunga, pinalti, penunjukan notaris dan sebagainya.  Karena itu penting bagi Anda untuk membaca dengan seksama rincian yang tertera di SPK ini.  

Penandatanganan akad

 

Setelah urusan SPK selesai, Anda akan diminta melunasi biaya-biaya yang timbul selama proses pengajuan KPR, misalnya biaya administrasi, asuransi, pajak dan biaya notaris.  Lalu di hadapan notaris Anda, pihak bank dan penjual akan melakukan proses tanda tangan. Selanjutnya notaris akan membacakan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Setelah itu Anda akan menerima kunci rumah.

Syarat KPR Apartemen


syarat kpr apartemen


Nah, selain rumah tapak, Anda juga bisa mengajukan pinjaman untuk pembelian apartemen.  Syarat KPR apartemen atau lebih dikenal dengan sebutan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) sedikit berbeda dengan pembelian rumah tapak. Untuk ringkasnya, berikut adalah syarat KPR apartemen:  


a. WNI dengan usia minimal 21 tahun


b. Berstatus pegawai tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun


c. Bagi pengusaha sudah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun


d. Membayar DP (uang muka) yang berkisar 15% - 30% dari harga jual apartemen


e. Membayar sejumlah biaya lainnya seperti biaya provisi dari 0.5% - 1% dari total nilai pinjaman yang disetujui, biaya asuransi, pajak dan lain sebagainya.


f. Melengkapi berbagai dokumen yang dibutuhkan yakni:


g. Copy KTP, KK dan surat nikah / akta cerai


h. Slip gaji / surat keterangan penghasilan


i. Surat keterangan bekerja atau surat izin usaha (SIUP) bagi pengusaha


j. Copy rekening koran 3 bulan terakhir


k. Formulir KPA yang sudah diisi dengan lengkap

Keuntungan KPR

 

keuntungan kpr


Dari uraian panjang di atas, kini Anda sudah mengerti tentang sejumlah dokumen dan persyaratan KPR yang perlu Anda lengkapi kan? Mengajukan KPR setidaknya mempunyai beberapa keunggulan. 


Pertama Anda bisa mengajukan KPR untuk membeli rumah baru, rumah second atau bahkan rumah subsidi sekalipun. Jika bujet terbatas, Anda tetap bisa membeli rumah dengan mencicilnya. Terlebih tenor cicilan KPR juga relatif panjang, bahkan ada yang bisa mencapai 20 tahun lebih.


Proses juga relatif mudah dan cepat.  Jadi Anda tak perlu menunggu lama untuk memiliki rumah impian. Termasuk juga adanya perlindungan dari asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kebakaran. 


Dengan keuntungan tersebut, apakah Anda sudah mulai menyiapkan syarat KPR?  Atau masih mencari-cari rumah impian? Jika iya, langsung kunjungi situs jual beli properti Rumah123 untuk menemukan rumah yang diidam-idamkan!

 

Tambahkan Komentar