Cara Melaporkan Developer Nakal dan Tips Menghindarinya

cara melaporkan developer nakal

 

Cara melaporkan developer nakal agaknya penting untuk diketahui setiap orang. Transaksi jual-beli properti seringkali jadi sasaran empuk tindak penipuan karena melibatkan uang yang tidak sedikit.

 

Dewasa ini, berita soal penipuan properti nampaknya semakin sering terdengar. Modusnya pun cukup beragam, mulai dari promo palsu, perumahan fiktif, investasi properti bodong dan sebagainya.

 

Jika tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin impian kita memiliki sebuah hunian musnah dalam sekejap. Alih-alih mempunyai rumah pribadi, yang kita dapatkan justru kerugian besar.

 

Kamu tentu enggak mau dong, hal semacam ini terjadi? Oleh sebab itu, agar terhindar dari tindak penipuan properti, berikut cara melaporkan developer nakal yang perlu diketahui.

 

Inilah Cara Melaporkan Developer Nakal

Secara umum, terdapat beberapa cara melaporkan developer nakal yang patut diketahui calon pembeli, mulai dari berdiskusi, teguran keras hingga melayangkan somasi ke pengadilan.

 

Cara-cara ini bisa disesuaikan dengan kewajiban yang telah kamu tunaikan. 

 

Misal, sebagai konsumen kamu telah melengkapi persyaratan administrasi dan melakukan pembayaran sesuai kesepakatan.

 

Meski begitu, pihak developer justru tidak menunaikan kewajibannya untuk mengembangkan sebuah kawasan hunian, sekaligus melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama.

 

Tenang, jangan langsung menempuh jalur hukum ya, lebih baik tanyakan dulu alasan pihak developer. Jika dirasa cukup valid dan terpercaya, kedua pihak bisa berdiskusi untuk mencari solusi bersama.

 

Jika kesepakatan yang telah dibuat kembali dilanggar, maka kamu bisa melayangkan sebuah teguran keras kepada pihak pengembang, lalu diskusikan terkait jangka waktu penyelesaian masalah.

 

Apabila pengembang kembali mangkir, maka kamu bisa menggunakan cara melaporkan developer nakal ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) atau melalui peradilan umum.

 

Ancaman Sanksi Bagi Pengembang Nakal

ancaman hukum pengembang nakal

 

Jika memutuskan untuk melapor ke pihak berwajib, kamu akan berurusan dengan serangkaian proses peradilan. Hal ini dilakukan, untuk membuktikan aktivitas wanprestasi oleh pengembang nakal.

 

Ya, di peradilan umum gugatan dilayangkan atas dasar wanprestasi atau ingkar janji pihak developer. Dalam gugat ini, kita bisa menuntut ganti rugi atas kerugian material akibat perlakuan pengembang.

 

Tidak perlu takut atau ragu, perkara wanprestasi sendiri telah tercatat dalam Pasal 8 ayat (1) huruf F Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU Konsumen).

 

Secara garis besar, pada pasal tersebut disebutkan pelarangan terhadap pelaku usaha untuk memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan janji, keterangan, iklan atau promosi lainnya.

 

Dalam peraturan lain (Pasal 134 jo Pasal 151 UU Perumahan), disebutkan pula konsekuensi hukum yang akan diterima developer jika melakukan praktik wanprestasi, yakni denda maksimal Rp5 miliar.

 

Selain dikenakan denda, para pengembang nakal juga bisa dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pencabutan izin usaha hingga penutupan lokasi sesuai Pasal 150 UU Perumahan.

 

Tips Menghindari Pengembang Nakal

Pastinya, mengantisipasi jauh lebih baik daripada menyelesaikan sebuah masalah. Maka dari itu, agar selamat dari jerat penipuan pengembang nakal, berikut beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan.

 

Cek Kredibilitas Pengembang

Cara cek kredibilitas pengembang sebenarnya cukup mudah, kamu hanya perlu mencari tahu riwayat pengerjaan atau proyek terdahulu dari developer yang bersangkutan.

 

Jika track record-nya baik, maka pengembang tersebut mungkin bisa dipercaya. Agar lebih pasti, coba cek keabsahan pengambang lewat REI atau persatuan Perusahaan Realestat Indonesia.

 

Survei Langsung ke Lokasi Proyek

Survei wajib dilakukan sebelum kamu membeli sebuah properti. Hal ini dimaksudkan, agar kamu bisa mengetahui bentuk asli dari lokasi proyek terkait, serta kredibilitas developer dalam bekerja.

 

Coba lihat apakah bentuk bangunan yang tertera pada brosur sesuai dengan yang ada di lapangan. 

 

Jika tidak, kamu bisa bertanya kepada pihak pengembang dan menuntut pertanggungjawabannya.

 

Perhatikan Contoh Bangunan

Contoh Bangunan

 

Perusahaan developer yang terpercaya biasanya selalu membuat contoh bangunan di setiap rencana proyeknya. 

 

Misalnya, jika ia ingin membuat perumahan maka tersedia satu unit rumah percontohan.

 

Jika tidak ada, sangat wajar apabila kamu mencurigai developer tersebut sebagai pengembang nakal. 

 

Bila sudah ada indikasi ke tindak kejahatan, jangan ragu melaporkan perusahaan tersebut segera.

 

Hindari Transaksi di Bawah Tangan

Suatu perjanjian jual-beli properti sedikitnya melibatkan tiga pihak, yakni pembeli, penjual dan pejabat akta tanah (notaris). 

 

Jika membeli lewat skema KPR, maka pihak perbankan akan turut terlibat.

 

Setidaknya jika kamu membeli langsung ke developer tanpa perantara bank, lakukan proses tersebut di depan notaris agar lebih aman. 

 

Ingat, jangan pernah melakukan transaksi di bawah tangan, ya!

 

Minta Bukti Dokumentasi Proyek

Seorang pengembang yang kredibel setidaknya sudah mengantongi izin sebelum membangun proyek di sebuah lahan. Minta bukti berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut secara langsung.

 

Supaya lebih pasti, periksa keaslian dokumentasi ke kantor pertanahan setempat. 

 

Bila pihak BPN menyatakan surat tersebut valid, maka kamu bisa melanjutkan proses jual-beli properti tersebut.

 

Nah, itu tadi beberapa cara melaporkan developer nakal serta cara menghindarinya. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk kita semua, ya!

 

Temukan pilihan hunian menarik dari developer terpercaya hanya di Rumah123, di antaranya ada Podomoro River View, Suvarna Sutera, Summarecon Mutiara Makassar dan masih banyak lagi.

 

 

 

Author:
Yuhan Al Khairi