Modus Penipuan Perumahan Syariah dan Cara Menghindarinya

penipuan perumahan syariah

 

Maraknya modus penipuan perumahan syariah membuat masyarakat was-was. Ditambah lagi minimnya informasi terkait jenis properti ini, membuat bisnis haram tersebut terus terjadi di berbagai daerah.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, pamor perumahan syariah di Indonesia memang sedang naik daun. 

 

Banyak orang tertarik membeli properti tersebut karena dianggap lebih murah dan menguntungkan.

 

Ditambah lagi, perumahan syariah juga menjanjikan proses jual-beli rumah yang lebih syar’i. Artinya, jual-beli tersebut dilakukan developer kepada pembeli berlandaskan konsep ekonomi keislaman.

 

Jika demikian, mengapa jenis pemukiman ini kerap dihantui berita yang kurang sedap? Apa saja modus penipuan perumahan syariah yang harus diantisipasi oleh masyarakat? Selengkapnya berikut ini.

 

Apa Itu Perumahan Syariah?

Seperti yang disebutkan, salah satu faktor yang melenggangkan penipuan perumahan syariah adalah faktor keawaman masyarakat, sehingga penting untuk mengenal properti syraiah ini lebih mendalam.

 

Suka atau tidak suka, istilah ‘perumahan syariah’ sebenarnya adalah taktik pemasaran yang dilakukan oleh pengembang. Dalam dunia properti, tidak ada jenis perumahan yang disebut sebagai ‘syariah.’

 

Begitu pula dengan pengembang, sejauh ini tidak ada developer yang tercatat secara resmi sebagai pengembang syariah. Artinya, ia tidak terdaftar di organisasi REI ataupun di bawah pengawasan MUI.

 

Istilah perumahan syariah sendiri merujuk pada akad jual-beli yang digunakan, yakni akad syariah. Umumnya ada tiga jenis akad pembiayaan yang ditawarkan oleh bank berbasis keislaman, yaitu:

 

Akad Murabahah

Akad pembiayaan pembelian rumah dengan cara menegaskan harga belinya kepada pembeli, lalu pembeli akan membayarnya dengan harga lebih sebagai keuntungan yang disepakati bersama.

 

Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT)

Akad penyediaan dana dalam rangka memindahkan hak guna atau manfaat dari suatu barang (dalam hal ini rumah) atau jasa berdasarkan transaksi sewa dengan opsi pemindahan kepemilikan.

 

Akad Musyarakah Mutanaqisah

Akad berupa kerjasama antara dua pihak atau lebih, untuk usaha tertentu yang masing-masing pihak memberikan porsi dananya sendiri-sendiri sesuai kesepatan keduanya.

 

Perlu dicatat, untuk menjadi pengembang syariah sebuah perusahaan harus melewati serangkaian tahapan mulai dari pencatatan PT, menyesuaikan AD/ART dan melapor ke dewan pengawas MUI.

 

kpr syariah

Modus-Modus Penipuan Perumahan Syariah

Berdasarkan kasus-kasus penipuan perumahan syariah yang terjadi saat ini, setidaknya ada beberapa modus yang kerap dilancarkan pengembang nakal kepada pembeli, pemodal dan penyedia lahan.

 

Modus bagi Pembeli (Konsumen)

Modus penipuan perumahan syariah kepada pembeli banyak macamnya, mulai dari akal bulus kredit inhouse, sampai dengan instrumen-instrumen pemasaran yang menggiurkan calon konsumen.

 

Kredit inhouse sendiri bukan istilah baru dalam dunia jual-beli properti. 

 

Dengan fasilitas ini, pembeli rumah dimungkinkan untuk menyicil biaya rumahnya langsung ke developer tanpa perantara bank.

 

Layanan yang sebenarnya legal ini kerap dimanfaatkan oleh pengembang nakal untuk menarik minat calon pembeli, yakni dengan iming-iming tanpa BI-Checking, cicilan rendah dan kredit tanpa bunga.

 

Modus bagi Pemilik Modal

Muncul pertanyaan, jika proyeknya fiktif dari mana oknum pengembang tersebut mendapatkan dana? 

 

Jawabannya adalah pemodal, yang sayangnya sering menjadi sasaran empuk bagi developer nakal.

 

Seperti dilansir detik.com, menurut Ketua DPD REI Jatim Komisariat Madura Supandi Syahrul, para pengembang abal-abal ini mengelabui calon pemodal dengan proposal dan presentasi yang bagus.

 

Tak jarang personel tim presentasinya pun sangat piawai berkomunikasi, serta memiliki pengetahuan mumpuni terhadap dalil-dalil tijarah atau praktik jual-beli dalam Islam.

 

Modus bagi Pemilik Lahan

Masih berdasarkan pengamatan Supandi, praktik penipuan perumahan syariah juga sering melibatkan pemilik lahan, yang sebagian besar adalah petani atau warga yang tidak paham bisnis perumahan.

 

Oknum developer gadungan ini melakukan pendekatan serta negosiasi kepada pemilik lahan, dengan tujuan untuk menggunakan dan menguasai lahan tersebut sebagai modal penipuannya.

 

Modus yang sering diutarakan oleh oknum pengembang kepada pemilik lahan adalah iming-iming bagi hasil yang tinggi atau pembayaran secara bertahap.

 

modus penipuan perumahan syariah

Cara Menghindari Pengembang Properti Nakal

Tidak perlu takut, ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mengidentifikasi serta menghindari praktik penipuan perumahan syariah oleh oknum pengembang bodong, di antaranya:

 

1. Periksa kelengkapan perizinan pembangunan perumahan dengan cara meminta berkas-berkas legalitas developer, sertifikat tanah atas nama PT, serta perizinan proyek seperti izin lokasi, izin lingkungan, izin site plan hingga IMB perumahan.

 

2. Cek legalitas keanggotaan pengembang melalui organisasi Real Estat Indonesia (REI) atau Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi).

 

3. Sebisa mungkin hindari proses jual-beli inhouse, supaya lebih aman carilah pengembang yang bekerjasama dengan bank syariah penyedia fasilitas pembiayaan rumah berbasis keislaman.

 

4. Bersikap proaktif dan lebih kritis dalam menggali kredibilitas pengembang, jangan sungkan untuk bertanya hal-hal mendetail terkait portofolio, jangka waktu pembangunan dan lain-lain.

 

5. Survei langsung ke lokasi proyek, lihat apakah sudah ada contoh rumah yang dibangun atau tidak. Biasanya, oknum developer nakal enggan membangun rumah percontohan karena menelan biaya.

 

Jadi pastikan membeli hunian hanya dari pengembang terpercaya. Misalnya saja deretan pilihan hunian yang ada di Rumah123, seperti Podomoro River View, Summarecon Mutiara Makassar dan masih banyak lagi.

 

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui terkait modus penipuan perumahan syariah dan cara menghindarinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua, ya!

 

 

 

Author:

Yuhan Al Khairi