Contoh Perjanjian Sewa Rumah yang Benar dan Legal secara Hukum

perjanjian sewa rumah


Membuat surat perjanjian sewa rumah untuk pertama kalinya tentu tidak mudah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui contoh perjanjian sewa rumah yang benar agar tidak salah dalam melakukannya.


Menyertakan surat perjanjian sewa rumah mungkin cukup awam dilakukan masyarakat. Mayoritas orang melakukan transaksi tersebut di bawah tangan atau tanpa pernyataan tertulis secara legal.


Padahal, bukan cuma transaksi jual-beli saja yang membutuhkan surat perjanjian, proses sewa-menyewa pun demikian. 


Agar lebih jelas terkait pentingnya surat perjanjian, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.


Surat Perjanjian Sewa Rumah di Mata Hukum


Sebelum kita melihat contoh perjanjian sewa rumah, mungkin kamu bertanya-tanya, seberapa pentingkah sebuah surat perjanjian disertakan pada transaksi sewa-menyewa rumah?

hukum perjanjian sewa rumah


Pada dasarnya, surat perjanjian sewa rumah tergolong sebagai bukti tertulis yang tertera pada Pasal 1867 KUHper dan Pasal 165 HIR. 


Pada 1548 KUHper turut dijelaskan, bahwa kegiatan sewa-menyewa adalah:


“…suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang, selama suatu waktu tertentu dengan pembayaran sesuatu harga, yang oleh pihak tersebut belakangan itu disanggupi pembayarannya.”


Selain itu, pada Pasal 1867 KUHPer dan Pasal 165 HIR disebutkan pula, bahwa bukti tertulis sendiri dibagi ke dalam dua bentuk, yakni bukti tulisan-tulisan otentik dan bukti tulisan-tulisan di bawah tangan.


Jika sebuah surat perjanjian dibuat dihadapan pejabat umum yang berwenang, maka surat tersebut termasuk bukti tulisan otentik atau biasa disebut juga sebagai akta otentik.


Namun, jika kamu membuat sebuah surat perjanjian tanpa perantara notaris atau pejabat umum yang berwenang, maka surat tersebut tergolong pada bukti tulisan di bawah tangan.


Jangan salah persepsi, kedua jenis surat ini bisa jadi alat bukti dalam persidangan (bila terjadi sengketa), namun akta otentik jelas lebih kuat dan bisa dipertanggungjawabkan daripada surat di bawah tangan.


Penting untuk diketahui, surat perjanjian sewa rumah sendiri dibuat untuk menjamin hak dan kewajiban penyewa dan pemberi sewa. Itu sebabnya, membuat surat perjanjian ini sangat penting untuk dilakukan.


Baca juga: 
Pelindungan Hukum Sewa Menyewa Properti


5 Poin Penting pada Surat Perjanjian Sewa Rumah

surat perjanjian sewa rumah


Agar legalitas surat perjanjian sewa rumah yang kamu buat semakin valid, ada baiknya jika kita membahas poin-poin atau hal-hal yang harus dicantumkan pada surat perjanjian tersebut, seperti:

 

  • Informasi Identitas Penyewa dan Pemberi Sewa

 

Baik identitas penyewa ataupun pemberi sewa, keduanya sama-sama penting untuk dimasukkan. Informasi ini bisa berupa nama, alamat, nomor kartu identitas, dan lain sebagainya.

 

  • Masa Kontrak dan Harga Sewa Rumah

 

Sampai kapan waktu sewa yang dikehendaki, serta berapa biaya sewa atas rumah tersebut juga harus disebutkan. 


Jika perlu, tambahkan poin mekanisme pembayaran sewa, apakah bulanan atau tahunan.

 

  • Pasal-Pasal yang Mengikat Penyewa dan Pemberi Sewa

 

Pasal-pasal yang dimaksud di sini berhubungan dengan hak dan kewajiban pemberi serta penerima sewa. Jelaskan secara rinci poin per poin, serta hindari bahasa yang terlalu umum untuk menghindari kerancuan.

 

  • Sanksi atau Denda yang Telah Disepakati

 

Cantumkan pula poin terkait sanksi dan denda, jika salah satu pihak melanggar perjanjian yang telah dibuat. 


Ingat, sanksi atau denda ini harus dibuat atas kesepakatan bersama, bukan pemberi sewa saja.

 

  • Tanda Tangan Kedua Pihak di Atas Materai

 

Terakhir, baik penyewa dan pemberi sewa keduanya harus menandatangani surat perjanjian di atas materai. 


Buatlah surat perjanjian dalam dua rangkap agar kedua belah pihak memegang masing-masing satu surat.

Contoh Perjanjian Sewa Rumah yang Benar

contoh surat perjanjian sewa rumah


Sekarang kamu sudah tahu, poin-poin apa saja yang harus dimasukkan pada surat perjanjian sewa rumah. 


Untuk memudahkanmu membuat surat tersebut, perhatikan contoh perjanjian sewa rumah berikut ini:


Bagaimana? Sudah cukup jelaskan cara membuat dan contoh perjanjian sewa rumah yang benar? 


Jika melihat contoh surat di atas, pada bagian bawah tertera tanda tangan saksi saat surat tersebut dibuat.


Jika dibutuhkan, kamu juga bisa kok menunjuk pihak luar untuk dijadikan sebagai saksi. 


Namun, bila surat perjanjian dibuat di hadapan notaris, maka notaris lah yang bertugas sebagai saksi atas surat tersebut.


Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua, ya.


Selamat mencoba!


Baca juga: 
Tips Dasar Menyewakan Rumah

Author: Yuhan Al Khairi

Tambahkan Komentar