OK

Mengenal Mixed Use Building, Hunian yang Menjamur di Ibu Kota

Mixed Use BuildingFoto: Canva

Anda pasti pernah mendiskuikan hunian ideal dengan pasangan atau keluarga.

Untuk urusan hunian terutama di kota besar seperti Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, ada banyak opsi yang bisa dipilih. Mulai dari rumah tapak hingga hunian vertikal.

Salah satu yang sedang menjamur sekarang ialah hunian vertikal berkonsep mixed use building.

Namun, apakah hunian tersebut dapat pilihan ideal untuk Anda dan pasangan? Apa saja kelebihan dan kekurangan dari mixed-use building?

Lewat artikel ini, situs properti Rumah123.com akan mengulas lebih jauh tentang hunian vertikal berkonsep mixed-use building.

Setelah membacanya, semoga Anda bisa membuat keputusan yang tepat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Pengertian dan Definisi Mixed Use Building

Pengertian dan DefinisiFoto: Canva

Banyak developer mengembangkan proyek hunian vertikal berkonsep mixed-use building di kota metropolitan.

Konsep tersebut dinilai bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah lahan yang semakin sempit dari waktu ke waktu.

Tak bisa dipungkiri, masalah lahan berpengaruh pada harga rumah dijual di DKI Jakarta yang semakin tinggi. Jadi, perlu alternatif lain.

Istilah mixed use building sendiri merujuk pada bangunan multifungsi, di mana dalam satu area terdapat bangunan yang bisa berfungsi sebagai hunian, mall, atau tempat wisata.

Jadi bisa dibilang kalau mixed-use building adalah bangunan serba bisa yang mampu mengakomodasi fungsi residensial sekaligus fungsi komersial dalam satu kawasan.

Jangan kaget kalau Anda menemukan hotel, mal, apartemen dan kantor yang terintegrasi dalam satu bangunan saja.

Pasalnya, seperti itulah hunian vertikal berkonsep mixed use building. Sehingga, bangunannya dirancang sedemikian rupa agar dapat menampung semua fungsi di atas.

Tujuannya tak hanya sekadar mengejar kemewahan atau membuat bangunan majestic. Namun lebih kepada mewadahi berbagai kebutuhan penghuninya.

Hampir semua hunian vertikal berkonsep mixed-use building menawarkan kemudahan one stop living dan kehidupan serba praktis.

3 Ciri Hunian Mixed Use Building

Memiliki Lebih dari Satu Fungsi

Lebih dari Satu FungsiFoto: Canva

Seperti yang sudah disinggung di atas, mixed-use building bisa dibilang bangunan multifungsi.

Ada lebih dari satu fungsi bangunan, bukan tempat tinggal saja. Di dalamnya ada juga tempat belanja, kerja, rekreasi dan sebagainya.

Yang paling umum ditemukan di ibu kota ialah bangunan hunian dipadukan dengan pusat perbelanjaan.

Mixed-use building dengan perpaduan lengkap dapat mencangkup hotel, kantor, mal, showroom mobil, hingga museum.

Contohnya adalah Apartemen Gallery West Residences yang berada di Jalan Panjang, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Terintegrasi dan Terkoneksi

Integrasi dan InterkoneksiFoto: Canva

Dalam mixed-use building biasanya terdapat pengintegrasian secara fisik dan fungsional atas fungsi-fungsi di dalamnya.

Contohnya seperti bangunan Apartemen The SpringLake View di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Di sini terdapat skybridge dan underpass yang menghubungkan area hunian dan area komersial Summarecon Bekasi.

Pengintegrasian juga memudahkan penghuni The SpringLake View untuk menjangkau family mall, Summarecon Mall.

Hunian vertikal berkonsep mixed-use building ini dibanderol harga terjangkau, yakni di bawah Rp400.000.000,00.

Memiliki Jalur Pedestrian

Jalur PedestrianFoto: Canva

Hunian vertikal berkonsep mixed use building biasanya dipadukan dengan pendekatan transit-oriented development.

TOD memaksimalkan fungsi tempat tinggal, bisnis dan leisure space dengan jarak yang tak begitu jauh dari pusat transportasi.

Pendekatan tersebut mendorong penghuni untuk menggunakan kendaraan umum, didukung pula dengan tersedianya jalur pedestrian nyaman.

DKI Jakarta punya banyak hunian vertikal berkonsep mixed-use building dengan pendekatan TOD yang patut Anda miliki.

Contohnya saja Urban Signature di Kota Jakarta Timur, LRT City Tebet, dan masih banyak lagi.

Itu dia tiga ciri hunian vertikal berkonsep mixed-use building dan contoh-contoh yang bisa Anda temukan di ibu kota.

Sebagai tempat tinggal, konsep satu ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

3 Kelebihan Mixed Use Building

KelebihanFoto: Canva

1. Umumnya berada di tengah kota, tetapi dibanderol harga unit lebih terjangkau dari rumah tapak di sekitar lokasi yang sama.

2. Bisa membuat urusan mobilitas Anda lebih efisien dari segi waktu, tenaga dan biaya.

3. Hidup akan lebih sehat lantaran mal, kantor, leisure space bisa ditempuh dengan jalan kaki.

3 Kekurangan Mixed Use Building

Kekurangan

1. Anda tak punya lahan dan harus pandai memanfaatkan luas unit apartemen yang terbatas.

2. Akses turun naik dari bangunan satu ke bangunan yang lain bisa saja menyulitkan dan membuat Anda kurang nyaman.

3. Lahan parkir terbatas, kadang-kadang Anda harus siap berebut dengan penghuni lain.

Ideal atau tidaknya hunian vertikal berkonsep mixed use building untuk dihuni oleh Anda dan pasangan tentu tergantung kebutuhan.

Setiap jenis hunian pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Setelah membaca ciri, kelebihan dan kekurangannya, apakah Anda merasa cocok tinggal dalam mixed use building? Atau, masih penasaran dengan hunian dengan model berbeda?

Jika Anda mencari hunian yang nyaman, baik yang berbentuk rumah tapak atau apartemen, Rumah123.com telah menyediakan rekomendasinya sebagai berikut:

Paradise Serpong City

Roseville SOHO and Suite

Villa Pesona Anggrek

Author:

Miyanti Rahman

Rekomendasi Properti