9 Cara Ampuh untuk Menciptakan Rumah Hemat Energi

Rumah Hemat EnergiFoto: Biofriendly Planet

 

Melonjaknya jumlah penduduk di suatu wilayah berdampak pada tingginya kebutuhan akan tempat tinggal, khususnya di kawasan perkotaan. 

 

Hal serupa juga terjadi di Indonesia, di mana bertambahnya jumlah permintaan akan hunian turut meningkatkan penggunaan energi mulai dari lingkup rumah tangga hingga skala kota.

 

Tentunya, hal ini dapat berakibat buruk pada lingkungan sekitar karena menimbulkan efek rumah kaca yang akan berujung pada peningkatan suhu bumi. 

 

Nah, di tengah pemborosan energi ini, konsep rumah hemat energi hadir sebagai salah satu alternatif yang dapat diimplementasikan untuk mengurangi pemanasan global.

 

Namun, apa sih rumah hemat energi itu?

 

Merujuk pada definisinya, rumah hemat energi bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya dari lingkungan sekitar untuk menciptakan hunian yang hemat energi, berkelanjutan, sekaligus memberikan

kenyamanan bagi pemilik hunian.

 

Selain merancang dan memakai material khusus untuk membuat rumah ramah lingkungan, ada pula beberapa cara dan tips untuk mengurangi pemakaian energi sehari-hari.

 

Berikut 9 cara ampuh untuk menciptakan rumah hemat energi, tanpa harus merombak desain rumah atau mengeluarkan bujet secara besar-besaran.

9 Tips untuk Membuat Rumah Hemat Energi

Memasang Penutup Jendela

Memasang Jendela yang Lebar

?Foto: Unsplash

 

Tirai, gorden, dan kerai dapat membuat perbedaan besar pada rumah hemat energi. 

 

Begitu juga jendela yang ditempatkan secara strategis, di mana hal itu bertujuan untuk memaksimalkan pencahayaan matahari dan panas alami yang masuk ke dalam rumah. 

 

Menurut data dari Energy Saving Trust, sekitar 18% panas rumah keluar-masuk melalui jendela. 

 

Tentunya, hal ini berhubungan erat dengan pertanyaan mengapa rumah dengan banyak jendela bisa menghemat energi listrik.

 

Rumah dengan banyak jendela dapat mengurangi penggunaan lampu di siang hari, sekaligus membuat rumah lebih sejuk sehingga kita tidak perlu menggunakan pendingin ruangan

 

Kamu juga dapat memilih penutup jendela yang tepat untuk membantu mengontrol suhu di bagian dalam rumah. 

 

Sekadar tips, kamu juga dapat memakai jendela dengan penutup ganda untuk melindungi rumah dari panas sekaligus suara bising dari luar.

Pakai Kaca Toned, Atap Lebar dan Skylight

Skylight Rumah

Foto: Home Design Lover

 

Mengingat kita tinggal di negara dengan iklim yang cenderung hangat, pemilihan kaca yang tepat dapat membantu menjaga panas yang masuk ke dalam rumah. 

 

Atap yang besar dan kanopi jendela juga dapat membantu menghalangi sinar matahari yang masuk sekaligus meningkatkan efisiensi rumah.

 

Selain itu, penggunaan skylight rumah juga dapat menjadi pilihan lain untuk mengemat energi.

 

Ini karena skylight rumah dapat menambah pencahayaan alami ke dalam rumah sehingga membatasi kebutuhan untuk menyalakan lampu di siang hari.  

 

Jendela yang dipasang di skylight juga dapat membiarkan udara segar masuk ke dalam rumah.

 

Hal ini akan membuat cross ventilation di dalam ruangan tertutup seperti kamar tidur, sehingga dapat mendinginkan ruangan tersebut tanpa harus menyalakan AC.

 

Bicara soal ventilasi silang, beberapa rumah dijual di Bandung juga memiliki fitur ini. Dua di antaranya adalah Grand Cinunuk dan Puri Lembana.

Gunakan Plafon Minimalis

Gunakan Plafon Minimalis

Foto: Wright Street Design Group

 

Rumah dengan plafon tinggi mungkin cukup populer akhir-akhir ini. Namun, plafon tinggi akan menuntut lebih banyak energi untuk memanaskan dan mendinginkan ruangan. 

 

Semakin rendah plafon atau langit-langit rumah, semakin hemat energi rumah.

 

Mengingat Indonesia memiliki iklim tropis, maka desain plafon rumah dengan tinggi antara 2,8 meter hingga 3,5 meter adalah pilihan ideal untuk menghemat energi.

Pilih Atap Berwarna Cerah

Pilih Atap Berwarna Gelap

Foto: Houzz

 

Batu bata ekspos dan atap berwarna gelap akan menarik banyak panas ke dalam rumah.

 

Maka dari itu, atap yang berwarna terang dapat menjadi pilihan terbaik untuk rumah hemat energi.  

 

Hal yang sama juga berlaku untuk bagian fasad yang berwarna putih, karena warna cerah dapat memantulkan cahaya matahari.

 

Untuk memaksimalkan dua hal ini, pilih juga rumah dengan ventilasi baik. 

 

Dengan memilihnya, kamu akan mendapatkan hunian yang lebih sehat sekaligus mudah beradaptasi terhadap suhu ekstrem. 

 

Beberapa rekomendasi hunian yang memiliki fasad terang dengan sistem ventilasi yang baik adalah The Visenda Residence dan Hummingbird House BSD.

Ciptakan Area Hijau di Sekitar Hunian 

Area Hijau di dalam Hunian

Foto: Unsplash

 

Pepohonan dan tanaman tinggi mungkin menarik karena dapat memberikan kesan “adem” ke dalam hunian.

 

Namun, tumbuhan yang terlalu tinggi atau lebat dapat menghalangi cahaya alami ke dalam rumah, sehingga rumah pun menjadi lebih gelap.  

 

Paling tidak, kamu dapat menanam tumbuhan yang tidak menghalangi cahaya untuk masuk ke dalam hunian.

 

Selain menciptakan area hijau, metode ramah lingkungan lainnya adalah dengan pengomposan dan pengumpulan air hujan. 

 

Air tersebut bisa kamu gunakan untuk menyiram tanaman di kebun, mencuci mobil dan lainnya. Dengan begitu, kamu dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan air kota.

Tingkatkan Kesadaran untuk Menghemat Listrik

Kesadaran untuk Menghemat Listrik

Foto: Unsplash

 

Sudah menjadi rahasia umum kalau mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya adalah metode efektif untuk mengurangi penggunaan energi.

 

Namun, seberapa besar niat kamu untuk melakukannya dengan benar?

 

Butuh waktu untuk membentuk kebiasaan baik, di mana salah satunya adalah dengan menghemat pemakaian listrik demi menekan tagihan setiap bulannya.

 

Sekadar info, lampu LED dapat menghemat sampai 90% penggunaan listrik daripada bola lampu pada umumnya.

 

Tak hanya menghemat uang untuk tagihan energi, lampu LED juga lebih tahan lama sehingga mengindari penggantian bohlam yang berulang.

 

Opsi lainnya adalah memilih hunian dengan smart home system, yang dapat menghemat penggunaan listrik dengan sistem otomatis.

 

Jika tertarik, bisa cek rekomendasi rumah dengan smart home system di Olive Residence dan Synthesis Homes.

Gunakan Air dengan Bijaksana

Gunakan Air dengan Bijaksana?

Foto: Unsplash

 

Sistem air panas atau water heater tanpa tangki mungkin sedikit mahal dalam pemasangan awal, namun akan menghemat uang seiring berjalannya waktu. 

 

Untuk menciptakan rumah hemat energi, kamu juga dapat mengatur pemanas air di suhu yang tepat agar tidak overheating.

 

Selain pemanas air, mesin cuci juga dikenal sebagai alat yang sangat menguras energi dan penggunaan air di rumah. Bahkan, mesin cuci menyumbang 7% dari tagihan energi rumah.

 

Dengan mencuci pada suhu 30 celcius, kamu dapat menghemat listrik sebanyak 40% lebih sedikit selama setahun.

Maksimalkan Sinar Matahari yang Masuk ke Rumah

Maksimalkan Sinar Matahari

Foto: Unsplash

 

Kulit kita memang tidak boleh terlalu banyak menyerap sinar matahari. Namun, penggunaan sinar matahari yang tepat dapat menghemat pengunaan energi di rumah.

 

Selain memakai panel surya, ada juga beberapa cara kecil lain untuk memaksimalkan energi matahari secara lebih bertanggung jawab.

 

Misalnya dengan mengatur ruangan di dalam rumah agar mendapatkan cahaya alami sebanyak mungkin. 

 

Letakkan kursi dan sofa di dekat jendela sehingga kamu dapat menggunakan cahaya alami untuk membaca dan beraktivitas bersama keluarga.

Terapkan Konsep “Less is More

Minimalisme

Foto: Unsplash

 

Mungkin gerakan “rumah kecil minimalis” bukan untuk semua orang. Padahal, rumah yang kecil membutuhkan lebih sedikit penerangan, pemanas dan pendingin. 

 

Bahkan, rumah besar yang paling inovatif dan efisien pun akan membutuhkan lebih banyak energi untuk memanaskan dan mendinginkan ruangan daripada rumah berukuran kecil.

 

Dalam hal ini, konsep minimalis lebih berpihak pada lingkungan.

 

Seberapa hemat dalam penggunaan energi memang sepenuhnya terserah kamu. Namun, penerapan yang setengah-setengah justru akan memberikan dampak yang lebih buruk.

 

Jadi, pikirkan dulu secara matang apakah kamu akan menggunakan rumah hemat energi atau tidak. Semoga informasinya bermanfaat!


 

Author:

Shandy Pradana