Mengenal Green Roof, Inovasi Hunian Ramah Lingkungan

Green Roof

Foto: Colorado Green Building Guild

 

Isu lingkungan hidup menjadi salah satu yang kerap kita dengar melalui berbagai media massa, baik itu media cetak, elektronik dan online. 

 

Hal ini wajar, mengingat kondisi lingkungan saat ini yang memang cukup mengkhawatirkan. 

 

Dampak yang kita rasakan dari kerusakan lingkungan juga tidak main-main, mulai dari cuaca ekstrem hingga bencana alam.

 

Solusi untuk menanggulangi kerusakan lingkungan juga mulai bermunculan, yang meliputi berbagai aspek termasuk desain dan arsitektur. 

 

Dalam hal ini, ada banyak developer yang mendirikan hunian dengan menyediakan taman atau ruang terbuka hijau seperti di Akasa Pure Living - BSD City.

 

Selain itu, Anda juga bisa menemukan elemen hijau dalam hunian dengan konsep green roof, yang dipercaya dapat mengurangi hawa panas, khususnya di kota metropolitan.

 

Kehadiran green roof juga dipercaya dapat membantu melestarikan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

 

Lalu, apa sih green roof ini? 

 

Untuk lebih jelasnya, mari kita berkenalan lebih dekat dengan konsep satu ini!

Apa Itu Green Roof?

Apa Itu Green Roof

Foto: Unsplash

 

Sesuai dengan namanya, green roof merupakan permukaan atap yang ditutupi oleh vegetasi tanaman yang tumbuh pada medium tahan air. 

 

Berbeda dengan roof garden, yang bisa Anda temukan di Foresta Business Loft 5 BSD City, green roof memungkinkan struktur atap terintegrasi dengan sistem drainase yang tersedia di bawahnya.

 

Tak heran kalau saat ini konsep green roof digunakan sebagai salah satu solusi arsitektur hijau yang populer, terutama di kota-kota besar.

 

Hal itu tentunya berhubungan dengan keterbatasan lahan untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah tersebut.

 

Selanjutnya, mari kita bahas beberapa manfaat dari green roof.

Manfaat Green Roof

Manfaat Green Roof

Foto: Capital Express

 

Rasanya kurang jika tidak membahas manfaat green roof secara lengkap. Lantas apa sajakah manfaat dari green roof?

 

Seperti yang telah dijelaskan, pada dasarnya green roof diciptakan sebagai solusi penghijauan di kota-kota besar yang didominasi oleh bangunan tinggi dan minim ruang terbuka hijau.

 

Selain sebagai pengganti ruang terbuka hijau untuk area perkotaan, green roof juga berfungsi sebagai pemasok oksigen karena vegetasi tanaman yang tumbuh pada atap tersebut. 

 

Singkatnya, green roof mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca melalui vegetasi. 

 

Dengan menambahkan tanaman atau pohon ke lanskap perkotaan, proses fotosintesis akan meningkat, lalu mengurangi kadar karbondioksida yang ada di perkotaan besar.

 

Selain itu, green roof juga mengurangi panas di perkotaan sekaligus meneduhkan bangunan yang menerapkannya. 

 

Banyaknya sinar matahari langsung dapat memengaruhi temperatur bangunan, dan kehadiran green roof dapat mengurangi suhu sehingga panas dapat terkendali.

 

Green roof juga dapat menyerap air hujan secara alami.

 

Hal ini tentu dikarenakan adanya tanaman hidup pada atap yang menyerap air hujan. Penyerapan air hujan juga dapat mengurangi resiko banjir di sekitarnya.

 

Terakhir, kehadiran green roof juga dapat menambah estetika bangunan. Selain itu area terbuka hijau dapat mengurangi stres terutama bagi warga di kota besar.

 

Tak heran kalau ada banyak kawasan residensial di Jabodetabek yang memiliki area terbuka hijau di dalamnya. 

 

Misanya saja Jakarta Garden City, Suvarna Sutera dan Synthesis Homes Ciputat.

 

Jadi, green roof adalah opsi terbaik yang bisa diterapkan untuk memberikan area relaksasi dan bersantai, tanpa harus membuka lahan baru untuk area terbuka hijau.

Elemen Penting pada Green Roof

Elemen Penting pada Green Roof

?Foto: Unsplash

 

Setelah membahas beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari green roof, sekarang mari kita cari tahu lebih lanjut mengenai elemen apa saja yang wajib ada pada green roof.

 

Pertama ada lapisan anti air. Tentunya, pemasangan membran tahan air penting agar air tak merembes dan merusak struktur bangunan. 

 

Selanjutnya, ada penopang akar yang biasa terbuat dari beton hingga cellular glass.

 

Langkah selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah lapisan drainase. Lapisan ini juga penting dan pastikan ketebalannya juga harus diperhitungkan dengan baik. 

 

Biasanya, lapisan drainase ini terbuat dari campuran kerikil dan batu apung.

 

Bicara soal drainase, beberapa hunian juga memiliki sistem drainase dengan pipa anti bakteri dan korosi. Salah satu contohnya adalah Canary Residence di Tangerang.

 

Lalu elemen selanjutnya yang wajib ada adalah penyaring atau filter. Penyaring jelas penting untuk memastikan agar kerikil tak larut terbawa air. 

 

Jadi, jangan lupa untuk menyertakan elemen yang satu ini ya!

 

Selanjutnya ada media tanam, memilih media tanam yang tepat juga harus diperhatikan, gunakan tanah liat atau pasir yang ditambah humus sebagai media tanam yang tepat. 

 

Elemen selanjutnya adalah install drip irrigation, yang berfungsi sebagai penyedia air secara merata pada seluruh tanaman. Selain itu, drip irrigation juga berfungsi sebagai penyalur pupuk.

 

Terakhir dan tak kalah penting adalah pemilihan tanaman yang tepat. 

 

Pilihlah tanaman yang tidak membutuhkan perawatan khusus agar tidak menyulitkan Anda dalam hal perawatan.

 

Bahkan, Anda bisa menanam beberapa tanamam potensial yang bisa menghasilkan uang. Lagipula, tak ada salahnya memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis, bukan?

 

Jangan lupa juga pertimbangkan kondisi iklim dan cuaca agar green roof berfungsi dengan baik.

 

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

 

 

Author :
Citra Purnamasari