5 Cara Memanfaatkan Lahan Sempit untuk Bisnis di Rumah

Lahan Sempit untuk Bisnis

Foto: GrowLife

 

Di era modern ini, mencari lahan yang luas untuk dijadikan tempat usaha atau tempat tinggal terbilang sulit, terutama di daerah perkotaan. 

 

Lahan yang sempit juga sering kali menjadi pertimbangan sebagian besar orang sebelum memulai bisnis.

 

Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis. 

 

Selain melakukan budidaya tanaman di lahan sempit, kita juga bisa menggunakan lahan itu untuk membudidayakan hewan-hewan yang mempunyai nilai ekonomis.

 

Tentunya, semua bisa dilakukan dengan modal yang terjangkau. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak beberapa caranya di bawah ini.

 

5 Cara Memanfaatkan Lahan Sempit untuk Bisnis 

Ada beberapa cara memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis, salah satunya adalah urban farming.

 

Sebagian besar dari kita mungkin kurang familiar dengan istilah yang satu ini. 

 

Singkatnya, urban farming atau pertanian perkotaan merupakan aktivitas yang dilakukan di tanah milik pribadi yang ada di daerah perkotaan.

 

Dewasa ini, urban farming mulai dilakukan oleh masyarakat perkotaan demi memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis.

 

Metode ini telah membantu masyarakat kelas bawah perkotaan karena bisa dijadikan sebagai sumber persediaan makanan. 

 

Selain itu dengan menerapkan urban farming, masyarakat kelas menengah juga dapat menghemat pengeluaran mereka.

 

Entah itu untuk usaha kecil atau besar, urban farming berhasil menjelma menjadi sumber pemasukan yang cukup menguntungkan.

 

Ada beberapa tipe urban farming yang dapat dicoba untuk memanfaatkan lahan sempit sebagai bisnis rumahan, di antaranya:

 

1. Hidroponik

Hidroponik

Foto: Pexels

 

Metode ini mungkin yang paling terkenal di masyarakat. Hidroponik sendiri adalah metode pertanian yang menggunakan air dan media tanam pengganti tanah. 

 

Metode ini dapat menjadi salah satu solusi dalam memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis di wilayah perkotaan.

 

Beberapa keuntungan dari metode hidroponik adalah tidak ada gulma atau hama lain yang berasal dari tanah.

 

Metode perkebunan ini juga tidak membutuhkan racun pestisida, serta penggunaan air yang lebih baik sehingga hasil panen lebih bersih.

 

Ada beberapa sayur dan buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik, misalnya cabai, tomat, daun bawang, seledri, sawi dan lain-lain.

 

2. Akuaponik

Akuaponik

Foto: Hydroponics Hero

 

Meski terdengar sama dengan hidroponik, akuaponik adalah sistem pertanian yang mengombinasikan metode hidroponik dan akuakultur atau budidaya perikanan. 

 

Aquaponik memanfaatkan 3 komponen biologis yaitu ikan, tanaman dan bakteri, untuk membentuk simbiosis mutualisme.

 

Tentunya, metode ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis pertanian modal kecil, sekaligus merawat ternak langsung dari rumah.

 

Jenis hewan yang bisa dipelihara dengan metode akuaponik adalah ikan air tawar seperti lele, nila, ikan mas, patin dan lain sebagainya.

 

3. Vertiminaponik

Vertiminaponik

Foto: BPATP - Kementerian Pertanian

 

Meskipun kedua metode ini sama-sama menggunakan air dan ikan, ternyata ada perbedaan mencolok antara vertiminaponik dan akuaponik.

 

Perbedaan ini terdapat pada ukuran dan bentuknya. Bisa dibilang vertiminaponik adalah gabungan antara vertikultur, hidroponik dan akuaponik dalam skala kecil.

 

Hal ini karena metode vertiminaponik dikembangkan untuk daerah perkotaan, yang ketersediaan lahannya cukup terbatas.

 

Tidak berbeda dengan akuaponik, vertiminaponik juga memanfaatkan simbiosis antara ikan, tanaman dan bakteri.

 

Menariknya lagi, tanaman yang dihasilkan dari metode ini bersifat organik.

 

Ini karena vertiminaponik tidak memakai nutrisi kimia untuk memupuk tanaman, melainkan menggunakan pupuk organik dari kotoran ikan.

 

4. Vertikultur

Vertikultur

Foto: Blue World Gardener

 

Vertikultur adalah sistem pertanian dengan menanam secara vertikal. Tentunya hal ini bertujuan untuk memaksimalkan lahan yang tersedia di rumah.

 

Lewat sistem ini, Anda dapat menggunakan polybag, pipa paralon, botol bekas, atau bahkan ban bekas sebagai media tanam.

 

Selain memanfaatkan lahan yang sempit, vertikultur juga membantu mengurangi permasalahan sampah yang berserakan di wilayah perkotaan.

 

5. Wall gardening

Wall Gardening

Foto: Home Decor News

 

Nyaris sama dengan vertikultur, wall gardening juga menerapkan budidaya tanaman secara vertikal. 

 

Bedanya, sistem ini menggunakan tembok atau dinding sebagai media tanamnya, bukan barang-barang bekas seperti botol dan pipa paralon.

 

Wall gardening juga biasa digunakan untuk menanam tanaman hias di gedung-gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan. 

 

Selain cara-cara di atas, Anda juga dapat memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis dengan menanam buah di dalam pot atau tabulampot.

 

Itu tadi lima cara memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis yang bisa kita coba.

 

Apabila Anda sedang mencari hunian yang cocok untuk menjalankan bisnis tersebut, rumah dijual di Bogor agaknya cocok dijadikan pilihan. Yuk, intip listing-nya di laman Rumah123.com.

 

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

 

 

Author:

Shandy Pradana

Tambahkan Komentar