Contoh Passive Income Properti untuk Pemula yang Menguntungkan
Dipublikasikan 01 April 2026 · 4 min read · by Ilham Budhiman

Contoh passive income properti antara lain antara sewa rumah tinggal, sewa kos-kosan, sewa ruko atau kios, pengelolaan lahan, sewa properti harian, hingga investasi dengan sistem bagi hasil.
Salah satu keuntungan investasi properti adalah mendapatkan passive income tanpa harus bekerja aktif setiap hari.
Dengan memiliki aset properti, seseorang bisa memperoleh pemasukan rutin, misalnya, dari sewa atau kerja sama penggunaan lahan.
Passive income dari properti biasanya bersifat jangka panjang dan relatif stabil dibandingkan jenis investasi lain.
Apalagi, rata-rata ROI properti di Indonesia idealnya berkisar 4–8% per tahun untuk properti residensial dan 8–12% per tahun untuk properti komersial.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik agar bisa memilih jenis properti yang sesuai dan menguntungkan.
Berikut beberapa contoh passive income properti yang bisa kamu pertimbangkan.
Contoh Passive Income Properti

Sumber: Unsplash/Artful Homes
1. Sewa Rumah Tinggal
Salah satu contoh passive income properti yang paling umum adalah menyewakan rumah.
Kamu bisa menyewakan rumah secara tahunan atau bulanan kepada keluarga atau individu.
Keuntungan dari cara ini adalah pemasukan yang relatif stabil.
Selain itu, nilai properti juga cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
Namun, kamu tetap perlu memperhatikan perawatan rumah dan memilih penyewa yang tepercaya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
2. Sewa Kos-Kosan
Membangun atau membeli kos-kosan juga termasuk contoh passive income properti yang cukup populer, terutama di area dekat kampus atau kawasan industri.
Penghasilan dari kos biasanya lebih besar dibanding sewa rumah karena berasal dari banyak kamar. Sistemnya bisa harian, bulanan, atau tahunan.
Meski terlihat pasif, usaha kos tetap membutuhkan pengelolaan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas.
Ini cocok untuk investasi properti di masa pensiun.
3. Sewa Ruko atau Kios
Ruko atau kios bisa disewakan kepada pelaku usaha seperti toko, warung, atau kantor kecil.
Keuntungan dari passive income properti ini adalah harga sewa yang biasanya lebih tinggi dibanding rumah tinggal, terutama jika lokasinya strategis.
Selain itu, penyewa ruko umumnya menggunakan properti untuk usaha sehingga cenderung menyewa dalam jangka panjang.
Baca juga:
Bangun Kos-kosan atau Kontrakan? Ini Cara Tentukan Investasi Properti yang Tepat
4. Kontrak Lahan untuk Usaha
Jika kamu memiliki tanah kosong, kamu bisa menyewakannya kepada pihak lain untuk berbagai keperluan seperti parkir, gudang, atau usaha kecil.
Ini termasuk contoh passive income properti dengan modal tambahan yang minim karena kamu tidak perlu membangun apa pun di atas lahan tersebut.
Namun, penting untuk membuat perjanjian yang jelas agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.
5. Sewa Properti Harian
Properti seperti rumah atau apartemen juga bisa disewakan secara harian melalui platform online.
Keuntungan dari sistem ini adalah potensi penghasilan yang lebih tinggi dibanding sewa bulanan, terutama jika berada di lokasi wisata atau pusat kota.
Namun, pengelolaannya lebih aktif karena harus mengurus tamu, kebersihan, dan jadwal booking.
Baca juga:
6 Lokasi Terbaik untuk Investasi Properti di Indonesia
6. Investasi Properti dengan Sistem Bagi Hasil
Selain memiliki properti sendiri, kamu juga bisa mendapatkan passive income melalui kerja sama investasi properti.
Misalnya, kamu menanamkan modal pada proyek properti dan mendapatkan keuntungan dari hasil sewa atau penjualan.
Cara ini cocok bagi yang ingin berinvestasi tanpa harus mengelola properti secara langsung.
Tabel Ringkasan Passive Income Properti
| Jenis Properti | Cara Mendapatkan Income | Catatan |
|---|---|---|
| Rumah sewa | Disewakan bulanan/tahunan | Stabil tapi perlu perawatan |
| Kos-kosan | Sewa per kamar | Potensi income lebih besar |
| Ruko/kios | Disewakan ke pelaku usaha | Harga sewa tinggi di lokasi strategis |
| Lahan kosong | Disewakan untuk usaha | Minim biaya tambahan |
| Sewa harian | Disewakan per hari | Income tinggi tapi lebih aktif |
| Investasi bagi hasil | Kerja sama dengan pihak lain | Tidak perlu kelola langsung |
FAQ Passive Income Properti
Apa itu passive income properti?
Passive income properti adalah penghasilan yang diperoleh dari aset properti tanpa harus bekerja aktif setiap hari, seperti dari sewa atau kerja sama.
Apa contoh passive income properti yang paling cocok untuk pemula?
Sewa rumah atau kos-kosan biasanya paling cocok karena lebih mudah dipahami dan permintaannya stabil.
Apakah butuh modal besar untuk memulai?
Umumnya iya, karena properti membutuhkan modal cukup besar. Namun, bisa juga dimulai dari kerja sama atau investasi bersama.
Apa risikonya?
Risikonya antara lain properti kosong (tidak ada penyewa), kerusakan bangunan, dan potensi sengketa jika tidak ada perjanjian yang jelas.
***
Itulah penjelasan mengenai contoh passive income properti.
Ada pertanyaan lain seputar properti? Tanyakan pada laman Teras123!
Saatnya wujudkan hunian impian bersama Rumah123, #RumahUntukSemua.
Semoga bermanfaat.
**gambar header: Freepik


