Cara Menghitung Refund Asuransi KPR dan Simulasinya
Dipublikasikan 26 Agustus 2026 · 5 min read · by Ilham Budhiman

Ringkasan Artikel:
- Cara menghitung refund asuransi KPR dilakukan dengan melihat premi yang telah dibayarkan, masa pertanggungan, sisa masa pertanggungan, serta rumus yang tercantum dalam polis.
- Jenis asuransi KPR yang dapat memiliki ketentuan refund antara lain asuransi jiwa dan asuransi kebakaran dengan formula pengembalian yang dapat berbeda pada setiap produk.
Setelah KPR lunas, jangan lupa untuk klaim asuransi KPR. Namun, bagaimana cara menghitung refund asuransi KPR tersebut?
Cara menghitung refund asuransi KPR adalah dengan melihat premi yang sudah dibayar, masa pertanggungan yang sudah berjalan, sisa masa pertanggungan, serta rumus yang tercantum dalam polis.
Refund dapat diajukan ketika KPR dilunasi lebih cepat dan masa perlindungan asuransi masih tersisa.
Daftar Isi:
- Apa Saja Jenis-Jenis Asuransi KPR yang Dapat Direfund?
- 1. Asuransi Jiwa
- 2. Asuransi Kebakaran
- Apa Saja Komponen Refund Asuransi KPR?
- 1. Premi asuransi yang Telah Dibayarkan
- 2. Masa Pertanggungan
- 3. Masa Pertanggungan yang Sudah Berjalan
- 4. Sisa Masa Pertanggungan
- 5. Persentase atau Faktor Refund
- 6. Biaya atau Ketentuan Lainnya
- Bagaimana Cara Menghitung Refund Asuransi KPR?
- Asuransi Jiwa KPR
- Asuransi Kebakaran KPR
Apa Saja Jenis-Jenis Asuransi KPR yang Dapat Direfund?

1. Asuransi Jiwa
Menurut buku Rahasia KPR yang Disembunyikan Para Bankir oleh Agung Herutomo, jenis asuransi KPR terdiri dari asuransi dan asuransi kebakaran.
Asuransi jiwa KPR adalah asuransi yang memberikan perlindungan apabila debitur meninggal dunia selama masa kredit.
Manfaatnya dapat digunakan untuk melunasi sisa kewajiban KPR sesuai ketentuan polis.
Jadi, asuransi jiwa KPR bisa dicairkan walaupun pemegang polis tidak meninggal dunia.
Jika kamu melakukan pelunasan KPR dipercepat, pengembalian sebagian premi yang belum terpakai dapat direfund.
2. Asuransi Kebakaran
Asuransi kebakaran memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan atau kerugian pada bangunan yang menjadi agunan KPR.
Ketentuan refund untuk asuransi kebakaran tidak sama dengan asuransi jiwa kredit, ya.
Karena itu, kamu perlu melihat polis masing-masing sebelum menghitung refund.
Apa Saja Komponen Refund Asuransi KPR?
1. Premi asuransi yang Telah Dibayarkan
Ini adalah jumlah premi yang dibayarkan saat mengambil KPR.
Premi tersebut menjadi nilai awal dalam perhitungan refund.
Baca juga:
Pentingnya Asuransi Jiwa KPR demi Meminimalisir Risiko Tak Terduga
2. Masa Pertanggungan
Menunjukkan berapa lama perlindungan asuransi diberikan.
Misalnya, perlindungan mengikuti tenor KPR selama 20 tahun atau 240 bulan.
3. Masa Pertanggungan yang Sudah Berjalan
Ini adalah periode sejak asuransi mulai berlaku sampai KPR dilunasi.
Misalnya, KPR dilunasi pada tahun ke-5 dari tenor 20 tahun, berarti sudah berjalan 5 tahun.
4. Sisa Masa Pertanggungan
Sisa masa pertanggungan merupakan periode perlindungan yang belum digunakan.
Dalam contoh tenor 20 tahun dan sudah berjalan 5 tahun, sisa masa pertanggungannya adalah 15 tahun.
5. Persentase atau Faktor Refund
Beberapa produk asuransi menggunakan persentase tertentu sebagai faktor dalam menghitung pengembalian premi.
Angkanya tidak sama untuk semua produk, ya.
6. Biaya atau Ketentuan Lainnya
Dalam beberapa produk, terdapat ketentuan biaya atau pengecualian yang dapat memengaruhi nilai pengembalian.
Karena itu, nominal refund yang dihitung belum tentu sama dengan jumlah yang akhirnya diterima.
Baca juga:
Cara Klaim Asuransi Jiwa KPR BTN Disertai Syaratnya
Bagaimana Cara Menghitung Refund Asuransi KPR?

Asuransi Jiwa KPR
Sebelum menghitung refund asuransi KPR jiwa, siapkan beberapa data berikut:
- Jumlah premi yang dibayarkan.
- Tenor atau masa pertanggungan.
- Lama perlindungan yang sudah berjalan.
- Sisa masa pertanggungan.
- Rumus refund yang tercantum dalam polis.
Perlu diperhatikan bahwa persentase refund dapat berbeda sesuai dengan ketentuan masing-masing produk asuransi.
Sebagai contoh, salah satu formula yang dapat digunakan untuk menghitung refund asuransi jiwa KPR adalah sebagai berikut:
- 70% × premi × sisa bulan pertanggungan ÷ total bulan pertanggungan.
Simulasi Menghitung Refund Asuransi Jiwa KPR
Misalnya, kamu membayar premi asuransi jiwa sebesar Rp15 juta untuk KPR dengan tenor KPR 20 tahun.
Kemudian, kamu mengajukan pelunasan KPR dipercepat pada tahun ke-5 sehingga masih terdapat sisa tenor 15 tahun.
Dengan menggunakan formula tersebut, simulasi menghitung refund asuransi KPR adalah sebagai berikut:
- Premi asuransi jiwa: Rp15 juta
- Tenor KPR: 20 tahun
- Pelunasan: 5 tahun
- Sisa tenor: 15 tahun
- Estimasi refund: Rp7,8 juta
Namun, persentase refund dapat berbeda sesuai dengan ketentuan masing-masing produk asuransi, ya.
Jadi, rumus dan jumlah refund tidak bisa disamaratakan untuk semua asuransi KPR.
Asuransi Kebakaran KPR
Cara menghitung refund asuransi kebakaran KPR dilakukan berdasarkan ketentuan dalam polis.
Salah satu metode sederhana yang dapat digunakan adalah menghitung premi secara prorata berdasarkan sisa masa pertanggungan. Rumusnya yaitu:
- Premi × Sisa Masa Pertanggungan ÷ Total Masa Pertanggungan
Namun, jumlah refund yang diterima tetap mengikuti formula dan ketentuan perusahaan asuransi.
Baca juga:
8 Asuransi Rumah Terbaik, Jaminan Kebakaran hingga Gempa
Simulasi Menghitung Refund Asuransi Kebakaran KPR
Contoh:
- Premi asuransi kebakaran: Rp1.000.000
- Masa pertanggungan: 20 tahun
- KPR dilunasi setelah: 5 tahun
- Sisa masa pertanggungan: 15 tahun
Hasil:
- Refund = Rp1.000.000 × 15 ÷ 20 = Rp750.000
Jadi, estimasi refund adalah Rp750.000.
Angka tersebut hanya estimasi karena perusahaan asuransi dapat menetapkan formula, biaya, atau ketentuan pengembalian tertentu dalam polis, ya.
***
Demikian penjelasan cara menghitung refund asuransi KPR.
Sedang cari rumah dengan banyak diskon? Temukan sekarang juga hanya di Rumah123, #RumahUntukSemua.
Semoga ulasannya bermanfaat.


