Contoh Passive Income Properti yang Menguntungkan
Terakhir diperbarui 02 September 2026 · 7 min read · by Ilham Budhiman

Ringkasan Artikel:
- Passive income properti adalah penghasilan rutin yang diperoleh dari kepemilikan aset, seperti rumah, kos-kosan, ruko, atau lahan, tanpa harus bekerja secara aktif setiap hari.
- Properti dapat menjadi sumber passive income jangka panjang melalui pendapatan sewa sekaligus berpotensi memberikan keuntungan dari kenaikan nilai aset.
- Setiap jenis properti memiliki potensi yield dan tingkat pengelolaan yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan tujuannya.
Contoh passive income properti yang menguntungkan antara lain sewa rumah tinggal, sewa kos-kosan, sewa ruko atau kios, pengelolaan lahan, sewa properti harian, hingga investasi dengan sistem bagi hasil.
Salah satu keuntungan investasi properti adalah mendapatkan passive income.
Dengan memiliki aset properti, kamu bisa memperoleh pemasukan rutin, misalnya, dari sewa atau kerja sama penggunaan lahan.
Passive income dari properti dapat bersifat jangka panjang dan relatif stabil dibandingkan jenis investasi lain.
Daftar Isi:
- Apa Itu Passive Income Properti?
- Apa Keuntungan Passive Income Properti?
- Apa Contoh Passive Income Properti yang Menguntungkan?
- 1. Sewa Rumah Tinggal
- 2. Sewa Kos-Kosan
- 3. Sewa Ruko atau Kios
- 4. Kontrak Lahan untuk Usaha
- 5. Sewa Properti Harian
- 6. Investasi Properti dengan Sistem Bagi Hasil
- Tabel Ringkasan Passive Income Properti
Apa Itu Passive Income Properti?

Passive income properti adalah penghasilan rutin yang diperoleh dari kepemilikan aset tanpa harus melakukan pekerjaan secara aktif setiap hari.
Salah satu bentuknya adalah pendapatan yang bersifat quick yield, yaitu penghasilan yang dapat diperoleh dalam waktu relatif cepat dari suatu properti.
Berdasarkan buku Penilaian Properti Berwujud (Tangible) Jilid I karya Mustofa Amirul Hadi, pendapatan quick yield ini umumnya diperoleh melalui penyewaan properti (rent).
Apa Keuntungan Passive Income Properti?
- Properti yang disewakan dapat memberikan pemasukan secara berkala, misalnya setiap bulan atau tahun.
- Properti yang tidak digunakan sendiri dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan sehingga memberikan nilai ekonomi.
- Properti berpotensi mengalami kenaikan nilai dari waktu ke waktu sehingga dapat memperoleh dua manfaat sekaligus, yaitu pendapatan sewa dan kenaikan nilai properti.
- Pendapatan dari properti dapat menjadi salah satu sumber pemasukan dalam jangka panjang.
- Tidak perlu bekerja secara aktif setiap hari untuk memperoleh pendapatan.
Menariknya, rata-rata ROI properti di Indonesia berkisar 4–8% per tahun untuk properti residensial dan 8–12% per tahun untuk properti komersial.
Nah, potensi imbal hasil tersebut dapat menjadi salah satu sumber passive income, terutama ketika properti dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan sewa secara rutin.
Apa Contoh Passive Income Properti yang Menguntungkan?

Sumber: Unsplash/Artful Homes
1. Sewa Rumah Tinggal
Salah satu contoh passive income properti yang menguntungkan adalah menyewakan rumah.
Kamu bisa menyewakan rumah secara tahunan atau bulanan kepada keluarga atau individu.
Keuntungannya bisa menerima pemasukan yang stabil dan nilai properti yang meningkat dari waktu ke waktu.
Menurut buku Guide to Invest in Property oleh Ida Bagus Ascharya, untuk hasil sewa atau yield rumah dapat disewakan dengan yield 3-5% per tahun.
Bisa dikatakan investasi rumah sewa tergolong investasi properti yang slow moderate return.
Pasar sewanya menyasar pasangan muda atau keluarga yang sudah memiliki beberapa anak.
2. Sewa Kos-Kosan
Membangun atau membeli kos-kosan juga termasuk contoh passive income properti yang menguntungkan, terutama di area dekat kampus atau kawasan industri.
Penghasilan dari kos berpotensi lebih besar dibanding sewa rumah karena berasal dari banyak kamar.
Sistemnya bisa harian, bulanan, atau tahunan.
Meski terlihat pasif, usaha kos tetap membutuhkan pengelolaan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas.
Ini cocok untuk investasi properti di masa pensiun.
3. Sewa Ruko atau Kios
Ruko atau kios bisa disewakan kepada pelaku usaha seperti toko, warung, minimarket, atau kantor kecil.
Keuntungan dari passive income properti ini adalah harga sewa yang berpotensi lebih tinggi dibanding rumah tinggal, terutama jika lokasinya strategis.
Selain itu, penyewa ruko dapat menggunakan properti tersebut untuk usaha sehingga cenderung menyewa dalam jangka panjang.
Baca juga:
Bangun Kos-kosan atau Kontrakan? Ini Cara Tentukan Investasi Properti yang Tepat
4. Kontrak Lahan untuk Usaha
Jika kamu memiliki tanah kosong, kamu bisa menyewakannya kepada pihak lain untuk berbagai keperluan, seperti area parkir, gudang, atau usaha kecil.
Ini termasuk contoh passive income properti dengan modal tambahan yang minim karena kamu tidak perlu membangun apa pun di atas lahan tersebut.
Berdasarkan buku Guide to Invest in Property, yield tanah kosong memang tidak besar dari yang lain dengan kisaran sewa tanah kosong per tahun adalah 0,5–1% dari harga pasaran tanah tersebut.
Namun, penting untuk membuat perjanjian yang jelas agar tidak terjadi sengketa.
5. Sewa Properti Harian
Properti seperti rumah atau apartemen juga bisa disewakan secara harian melalui platform online.
Keuntungan dari sistem ini adalah potensi penghasilan yang lebih tinggi dibanding sewa bulanan, terutama jika berada di lokasi wisata atau pusat kota.
Namun, jika dilakukan secara mandiri, pengelolaannya mesti lebih aktif karena harus mengurus tamu, kebersihan, dan jadwal booking.
Baca juga:
6 Lokasi Terbaik untuk Investasi Properti di Indonesia
6. Investasi Properti dengan Sistem Bagi Hasil
Selain memiliki properti sendiri, kamu juga bisa mendapatkan passive income melalui kerja sama investasi properti.
Misalnya, kamu menanamkan modal pada proyek properti dan mendapatkan keuntungan dari hasil sewa atau penjualan.
Cara ini cocok bagi kamu yang ingin berinvestasi tanpa harus mengelola properti secara langsung.
Tabel Ringkasan Passive Income Properti
| Jenis Properti | Cara Mendapatkan Passive Income | Keuntungan | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|---|
| Sewa Rumah Tinggal | Menyewakan rumah secara bulanan atau tahunan | Pendapatan sewa relatif stabil dan properti berpotensi mengalami kenaikan nilai | Lokasi permintaan sewa dan biaya perawatan |
| Sewa Kos-Kosan | Menyewakan kamar secara harian bulanan atau tahunan | Potensi pendapatan lebih besar karena berasal dari beberapa kamar | Membutuhkan pengelolaan kebersihan keamanan dan fasilitas |
| Sewa Ruko atau Kios | Menyewakan ruko atau kios kepada pelaku usaha | Potensi harga sewa lebih tinggi terutama di lokasi strategis | Permintaan usaha dan kondisi lokasi |
| Kontrak Lahan untuk Usaha | Menyewakan tanah kosong untuk parkir gudang atau usaha | Modal tambahan relatif minim karena tidak perlu membangun properti | Yield cenderung lebih rendah dan perjanjian sewa harus jelas |
| Sewa Properti Harian | Menyewakan rumah atau apartemen secara harian | Potensi pendapatan lebih tinggi terutama di lokasi wisata atau pusat kota | Membutuhkan pengelolaan tamu kebersihan dan booking |
| Investasi Sistem Bagi Hasil | Menanamkan modal pada proyek properti dan memperoleh bagian keuntungan | Tidak perlu mengelola properti secara langsung | Perlu memahami skema kerja sama dan risiko investasi |
***
Itulah penjelasan mengenai contoh passive income properti.
Ada pertanyaan lain seputar properti? Tanyakan pada laman Teras123!
Saatnya wujudkan hunian impian bersama Rumah123, #RumahUntukSemua.
Semoga bermanfaat.


