Seluk-beluk Pajak Bumi dan Bangunan, dari Pengertian hingga Cara Bayar

Pajak Bumi dan Bangunan

 

Masyarakat Indonesia sering menganggap memiliki properti sebagai hal yang prestise. Selain itu, properti juga dapat dijadikan sarana investasi untuk pemula yang menjanjikan.

 

Hal ini membuktikan geliat bisnis properti memang tidak pernah surut, justru semakin berkembang terutama di kota-kota besar Indonesia.

 

Tak heran kalau harga tanah dan bangunan semakin melambung tinggi setiap tahunnya.

 

Teori penyusutan bangunan yang seharusnya mengurangi nilai jual pun tampaknya belum memengaruhi pasar properti Tanah Air.

 

Namun jika bicara tentang bisnis properti, kita tidak akan bisa lepas dari pembahasan mengenai pajak.

 

Salah satu pajak yang wajib dipahami jika kita berkecimpung di dalam bisnis properti adalah pajak bumi dan bangunan.

 

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita simak terlebih dahulu pengertian pajak bumi dan bangunan. 

Apa Itu Pajak Bumi dan Bangunan

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan

 

Jadi, apa itu Pajak Bumi dan Bangunan?

 

Menurut definisinya, Pajak Bumi Bangunan atau biasa disingkat PBB adalah pajak atas tanah dan/atau bangunan yang dikenakan kepada para pemilik properti.

 

Pajak ini dipungut karena pemilik properti memperoleh keuntungan atau manfaat dari kepemilikan tanah dan/atau bangunan tersebut.

 

Yang dimaksud pemilik properti alias wajib pajak di sini dapat berupa individu/perorangan maupun badan/lembaga.

 

Mereka diharuskan untuk membayar PBB terutang setiap tahunnya setelah menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

 

Sebagai informasi, PBB harus dilunasi oleh wajib pajak paling lambat enam bulan sejak tanggal diterimanya SPPT.

Dasar Pengenaan Pajak dalam Pajak Bumi dan Bangunan

Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan

 

Setelah memahami apa itu PBB, hal berikutnya yang wajib kamu pahami adalah cara menghitung dan membayar pajak ini.

 

Namun sebelum tiba pada pembahasan tersebut, sebaiknya kamu ketahui dulu dasar pengenaan pajak dalam PBB.

 

Jangan sampai kamu menerima SPPT tetapi tidak tahu dari mana asal nominal PBB yang wajib dibayar.

 

Adapun dasar pengenaan pajak dalam PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang besarnya berbeda-beda.

 

NJOP ditentukan berdasarkan harga pasar per wilayah dan ditetapkan setiap tahun oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Faktor Penetapan NJOP untuk Properti Bisnis

Properti Bisnis

Foto: Unsplash

 

Properti bisnis yang dimaksud di sini adalah properti yang diperoleh akibat adanya proses transaksi jual beli di dalamnya.

 

Beberapa faktor yang menentukan penetapan NJOP properti berupa tanah/bumi antara lain sebagai berikut:

 

- letak

 

- pemanfaatan

 

- peruntukkan

 

- kondisi lingkungan

 

Faktor yang menentukan penetapan NJOP bangunan pun tidak jauh berbeda, yaitu seperti di bawah ini:

 

- bahan bangunan

 

- rekayasa

 

- letak

 

- kondisi lingkungan

Faktor Penetapan NJOP untuk Properti Hibah atau Warisan

Properti Hibah atau WarisanFoto: Horizon Groupe

 

Sementara untuk menetapkan NJOP apabila tidak terjadi transaksi jual beli, misalnya properti hibah atau warisan adalah sebagai berikut:

 

- Perbandingan harga dengan objek pajak lain.

 

- Nilai perolehan baru.

 

- Nilai jual pengganti. 

 

Nah, itu tadi dasar penetapan pajak dalam PBB. 

 

Lalu, bagaimana cara menghitung pajak yang dikenakan kepada pemilik properti ini?

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

Menghitung-Pajak-Bumi-dan-Bangunan

 

Untuk menghitung besar PBB, kamu harus mengalikan tarif sebesar 0,5% dengan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP).

 

NJKP sendiri sebesar 20% dari NJOP. Besar persenan ini ditetapkan untuk NJOP yang kurang dari Rp1 miliar.

 

Sedangkan untuk NJOP senilai Rp1 miliar atau lebih, NJOP yang ditetapkan yaitu sebesar 40%.

 

Apabila kamu masih bingung, yuk langsung saja simak contoh perhitungan PBB di bawah ini!

 

Diketahui bahwa NJOP suatu obyek pajak (bumi dan/atau bangunan) yaitu Rp3 juta, maka perhitungan NJKP-nya adalah:

 

NJKP = 20% x Rp3.000.000,00 = Rp600.000,00.

 

Nah, setelah diketahui angka NJKP barulah kita bisa menghitung besar PBB yang dikenakan pada properti milikmu.

 

PBB = 0,5% X Rp600.000,00

 

PBB = Rp3.000

 

Contoh perhitungan PBB di atas merupakan contoh sederhananya, sedangkan untuk ilustrasi lebih lanjutnya yaitu sebagai berikut:

 

Diketahui seseorang memiliki rumah seluas 50 m² yang berdiri di atas tanah seluas 120 m².

 

Bangunan rumah tersebut harganya Rp5.000.000,00, sedangkan harga tanahnya Rp10.000.000,00.

 

Maka untuk menghitung besar PBB, kita harus menghitung nilai bangunan dan tanahnya terlebih dahulu dengan cara di bawah ini:

 

Nilai Bangunan = 50 m² x Rp5.000.000,00

                           = Rp250.000.000,00

 

Nilai Tanah  = 120 m² x Rp10.000.000,00

                     = Rp1.200.000.000,00

 

Setelah nilai bangunan dan tanah diketahui, tinggal cari cara menghitung nilai NJOP, atau singkatnya nilai bangunan yang ditambah nilai tanah.

 

NJOP = Nilai Bangunan ditambah Nilai Tanah

= Rp1.450.000.000,00

 

Dari perhitungan di atas, diketahui bahwa nilai NJOP lebih dari Rp1 miliar sehingga NJKP yang ditetapkan 40%.

 

NJKP = 40% x Rp1.450.000.000,00

= Rp580.000.000,00

 

Maka besar PBB yang harus dibayar oleh wajib pajak dalam ilustrasi ini adalah

 

PBB = 0,5% x Rp580.000.000,00 = Rp2.900.000,00

Cara Membayar dan Mengecek Tagihan Pajak Bumi dan Bangunan

Membayar-Pajak-Bumi-dan-Bangunan

 

Seiring dengan perkembangan teknologi, cara membayar PBB semakin mudah dewasa ini.

 

Sekarang, kamu dapat melunasi tagihan pajak satu ini dengan cara membayarnya melalui beberapa metode yang disediakan.

 

Misalnya melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), petugas pemungut pajak dari pemerintah, atau bisa juga melalui kantor pos.

 

Namun sebelum membayarnya, tentu saja kamu harus mengetahui jumlah tagihan PBB yang harus dibayar terlebih dahulu.

 

Ada pun cara memeriksa jumlah tagihan PBB dapat dilakukan secara online melalui situs resmi yang disediakan oleh pemerintah.

 

Setiap wilayah memiliki situs resminya masing-masing, jadi kamu hanya perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan tagihan.

 

Melalui situs resmi tersebut, kamu harus memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP).

 

Setelah NOP dimasukkan, kamu tinggal memilih tagihan PBB tahun berapa yang ingin dilihat. 

 

 

Itu tadi seluk-beluk pajak bumi dan bangunan (PBB) yang wajib kamu pahami sebelum membeli rumah atau properti yang kamu idamkan. 

 

Kamu juga bisa mengintip beragam pilihan hunian menarik hanya di Rumah123, misalnya ada Samira Residence SentulDago Village dan masih banyak lagi.

 

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

 

Author: 

Miyanti Rahman