OK

Panduan Pajak Jual Beli Properti dan Biaya-Biaya Lainnya

Pajak Jual Beli Properti

Sebelum menabung atau menyiapkan anggaran untuk membeli rumah, ketahui dulu jenis-jenis pajak jual beli properti yang wajib ditanggung.

Selain itu, Anda juga harus mengetahui biaya-biaya lain selain pajak, karena jumlahnya tidak sedikit.

Dengan begitu, Anda tidak hanya menyiapkan anggaran sejumlah harga properti saja, tetapi juga menyiapkan anggaran untuk urusan ini.

Bicara soal pajak jual beli properti, maka ada pajak yang ditanggungkan kepada penjual dan pembeli.

Pajak yang ditanggungkan kepada penjual antara lain Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Sementara itu, pembeli wajib menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan biaya-biaya lainnya.

Berikut penjabaran lengkap mengenai pajak jual beli properti yang meliputi PPh, PBB, dan PPn.

Biaya dan Pajak yang Ditanggung Penjual

Pajak Penjual

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak Penghasilan atau disingkat PPh adalah pajak yang dibebankan pada penghasilan subjek pajak.

Yang menjadi subjek pajak sendiri bisa orang pribadi, warisan yang belum terbagi, badan, bentuk usaha tetap, dan lain sebagainya.

Dalam pembahasan mengenai pajak jual beli properti ini, subjek pajaknya adalah orang pribadi dan/atau developer.

Peraturan mengenai PPh properti sendiri  diatur dalam PP No. 34/2016 tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan.

Menurut peraturan tersebut, besaran PPh yang ditanggung oleh penjual yaitu 2,5% dari harga properti yang disepakati.

Jadi jika harga properti Rp500 juta, maka besar PPh yang harus ditanggung oleh penjual yakni Rp12,5 juta.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Jual Beli Properti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

PBB adalah pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan, karena ada keuntungan sosial ekonomi bagi orang yang memilikinya.

Menurut Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2007, kewenangan atas PBB diserahkan kepada Pemerintah Daerah kabupaten/kota.

Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditentukan berdasarkan harga pasar per wilayah.

Jadi jangan kaget apabila pengenaan NJOP di Kabupaten Bekasi berbeda dengan NJOP di Kota Bekasi.

Besar PBB yaitu 0.5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). Nah NJKP sendiri ditetapkan sebesar 20% dari NJOP.

Pembayaran PBB bisa dilakukan oleh penjual melalui bank persepsi atau bank yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB.

Biaya Notaris

Pajak Jual Beli Properti Biaya Notaris

Notaris diperlukan dalam transaksi jual beli properti sebagai pembuat akta otentik berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Tentunya saat meminta bantuan notaris, terdapat beberapa biaya yang harus kita keluarkan atas jasa tersebut.

Besaran biayanya telah ditetapkan sesuai UU No. 30 Tahun 2004 Pasal 36 mengenai honorarium yang ditentukan dari nilai objek.

Baca juga:

6 Pajak Jual-Beli Apartemen Second yang Jarang Diketahui Pembeli

Biaya dan Pajak yang Ditanggung Pembeli

Pajak Pembeli

Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

Pajak jual beli properti yang ditanggungkan kepada pembeli hanya satu, yaitu Pajak Pertambahan Nilai atau disingkat (PPn).

PPn dikenakan pada setiap transaksi jual beli barang atau jasa yang dilakukan wajib pajak, meliputi orang pribadi atau badan usaha.

Namun, tidak semua badan usaha dikenai PPn. Yang dikenai pajak ini yaitu badan usaha berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP).

PPn merupakan jenis pajak tidak langsung karena dikenakan pada pembeli, tetapi disetorkan oleh penjual.

Sistem tarif tunggal diterapkan untuk menetapkan besaran PPn. Di Indonesia sendiri besar tarifnya adalah 10% dari harga jual objek pajak.

Jadi jika Anda beli properti seharga Rp400 juta, maka harus membayar PPn sebesar Rp4 juta.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau disingkat BPHTB, ialah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.

Perolehan hak atas properti ini harus diterapkan, karena ini merupakan suatu peristiwa hukum.

Besaran tarif BPHTB yang ditanggung oleh pembeli yaitu 5% dari NJOP, serta disetorkan kepada Pemerintah Daerah.

Biaya Cek Sertifikat

Tidak seperti pajak yang bisa mencapai jutaan rupiah, biaya cek sertifikat ini cukup ramah kantong.

Anggaran yang harus Anda siapkan untuk biaya cek sertifikat yaitu sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu.

Tujuan cek sertifikat sendiri yaitu untuk mengetahui apakah sertifikat kepemilikan properti asli atau palsu.

Biaya Akta Jual Beli (AJB)

Akta jual beli alias AJB adalah bukti yang sah secara hukum atas peralihan hak atas tanah dan/atau bangunan (properti).

Sebelum menyiapkan AJB, penjual dan pembeli properti harus melakukan kesepakatan berkenaan dengan harga properti.

Jika harga properti sudah disepakati, barulah AJB dibuat. Lalu, Anda harus mengeluarkan biaya untuk ini sebesar 1% dari nilai transaksi.

Biaya Balik Nama Sertifikat

Pajak Jual Beli Properti Biaya Balik Nama Sertifikat

Balik nama sendiri adalah proses pengalihan kepemilikan properti dari pemilik sebelumnya ke pemilik yang baru.

Anda harus menyiapkan biaya balik nama rumah atau properti lainnya, apalagi kalau Anda membeli bangunan second.

Biaya balik nama hanya selisih 1% dari biaya AJB, yakni 2% dari nilai transaksi sesuai peraturan pemerintah setempat.

Itu dia penjabaran mengenai pajak jual beli properti dan biaya-biaya lainnya yang perlu dipersiapkan.

Jumlahnya memang tidak sedikit, sehingga Anda harus mengetahui dan membuat anggarannya sejak awal.

Atau, Anda bisa membeli properti yang dipasarkan dengan promosi bebas PPn, jika ingin lebih hemat.

Apabila tertarik, Meikarta adalah salah satu proyek ternama yang menawarkan promo properti semacam itu.

Selain itu, ada pula Podomoro River View untuk Anda yang sedang mencari hunian Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dengan promosi bebas PPn, tentu saja Anda akan lebih untung dan bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.

Selalu bisa memperbarui informasi Anda seputar properti, di Rumah123 Anda juga bisa mendapatkan banyak rekomendasi perumahan terbaik seperti Sentosa Park atau Kraton Residence

 

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Sebelum Beli, Ketahui Besaran Pajak Pembelian Tanah. Begini Cara Hitungnya

Author:

Miyanti Rahman

Rekomendasi Properti