3 Konsep Apartemen yang Paling Diminati Masyarakat Urban

Konsep Apartemen

Foto: Unsplash

 

Keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan tersendiri di kota besar Indonesia. Ditambah dengan lonjakan penduduk yang tinggi, semakin membuat masyarakat perkotaan kesulitan mencari tempat tinggal. 

 

Hal ini menjadi salah satu alasan banyak orang mengalihkan opsi tempat tinggal mereka dari rumah ke apartemen. 

 

Jadi, tak heran kalau apartemen mulai menjadi tren di kalangan generasi muda yang tinggal di perkotaan.

 

Namun dari sekian banyak apartemen yang dibuat oleh pengembang, ada beberapa konsep apartemen yang paling diminati oleh masyarakat perkotaan.

 

Apa sajakah itu? 

 

Konsep Apartemen yang Paling Diminati oleh Masyarakat Urban

Dewasa ini, terdapat tiga konsep apartemen yang menjadi tren di kota-kota besar Indonesia, yakni transit oriented development, mixed-use dan superblok. 

 

Bisa dibilang beberapa konsep itu terintegrasi dengan pengembangan kota di sekitarnya. Berikut penjelasan lebih lengkap ketiga konsep ini.

 

Transit-oriented Development

Transit-oriented Development

Foto: Unsplash

 

Transit-oriented development atau TOD adalah konsep yang mengintegrasikan penggunaan transportasi umum dengan kawasan urban yang padat.

 

Ada peningkatan dalam jumlah ruang hunian, kawasan bisnis dan tempat hiburan di sekitar akses transportasi umum.

 

Salah satu alasannya adalah karena TOD sangat menunjang kebutuhan masyarakat perkotaan, misalnya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Jabodetabek.

 

Golongan menengah ke bawah yang punya mobilitas tinggi dari tempat tinggal di sekitar kawasan penyangga menuju tempat kerja atau destinasi penting di ibu kota, tentu membutuhkan transportasi publik yang mudah dijangkau.

 

Karena itulah hunian berkonsep TOD ini banyak bermunculan, misalnya  Grand Central Bogor dan Royal Sentul Park

 

Dua pilihan apartemen di Bogor ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp400 jutaan saja.

 

Mixed-use

Mixed-use

Foto: HikersBay

 

Istilah mixed-use sendiri sering merujuk pada bangunan pencakar langit yang bisa mengakomodasi lebih dari tiga fungsi urban di dalamnya.

 

Singkatnya, bangunan mixed-use adalah sebuah bangunan multifungsi yang biasanya terdiri dari apartemen, hotel, kantor dan pusat perbelanjaan.

 

Berbeda dengan konsep TOD, konsep apartemen mixed-use lebih diminati oleh golongan ekspatriat atau golongan menengah atas. 

 

Contohnya adalah Neo SOHO Podomoro City yang terletak di kawasan Jakarta Barat dan Eastcovia Apartment yang berlokasi di Kota Surabaya.

 

Superblok

Superblok

Foto: Pakuwon Jati

 

Seperti namanya, superblok adalah konsep apartemen yang memaksimalkan fungsi lahan di sekitarnya dan membuatnya terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya. 

 

Beberapa kawasan tersebut adalah kawasan permukiman, bisnis dan perdagangan, pendidikan, jasa hingga rekreasi.

 

Meski sering disamakan dengan mixed-use, nyatanya konsep superblok lebih berfokus pada pembangunan dalam skala yang lebih luas, sedangkan mixed-use merujuk kepada sebuah bangunan multi-fungsi.

 

Tak heran kalau kawasan superblok sering disebut sebagai kota mandiri atau kota di dalam kota. Beberapa contohnya adalah Mega City Bekasi, Southgate, OCBD Bogor dan masih banyak lagi. 

 

Setelah membaca pengertian dari ketiga konsep apartemen di atas, selanjutnya kita akan membahas beberapa kelebihan masing-masing konsep tersebut.

 

Beberapa Kelebihan dari Ketiga Konsep Apartemen

Transit-oriented Development

Seperti yang telah dijelaskan, konsep transit-oriented development bertujuan untuk mempermudah kehidupan masyarakat di kawasan urban dengan memanfaatkan area transit secara optimal. 

 

Dengan konsep ini, diharapkan kalau waktu tempuh beserta angka kemacetan akan menurun. 

 

Selain memperbaiki kualitas hidup masyarakat urban, konsep TOD juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di kawasan perkotaan. 

 

Beberapa kelebihan TOD lainnya adalah:

 

-. Meningkatkan pemakaian transportasi publik

-. Menurunkan angka kecelakaan lalu lintas

-. Membuat harga beberapa kawasan hunian di sekitarnya, seperti apartemen, menjadi lebih terjangkau 

-. Lebih ramah lingkungan karena memaksimalkan transportasi publik

 

Mixed-use

Konsep mixed-use mengoptimalkan lahan sempit, sehingga menyatukan beberapa fungsi dalam satu bangunan saja.

 

Oleh karena itu, apartemen mixed-use biasanya dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau dari superblok. 

 

Selain itu, konsep apartemen ini juga menambah efisiensi hidup, mulai dari segi waktu, tenaga dan biaya transportasi.

 

Kelebihan lainnya dari konsep apartemen mixed-use adalah gaya hidup yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih ramah pejalan kaki karena biasanya dilengkapi mixed-use building pedestrian.

 

Superblok

Sebagai kawasan tempat tinggal eksklusif di tengah kota, sudah pasti apartemen superblok dilengkapi oleh berbagai fasilitas yang mumpuni di dalamnya.

 

Misalnya saja sarana olahraga, taman terbuka hijau dan tempat bermain untuk anak-anak.

 

Untuk keamanan, jangan khawatir, karena superblok dilengkapi sistem keamanan 24 jam yang ketat dengan kamera CCTV di sejumlah titik. Bahkan, beberapa superblok sudah dilengkapi dengan sistem sensor hingga penguncian sidik jari.

 

Selain itu, posisinya yang strategis membuat apartemen superblok dekat dengan sarana transportasi atau bahkan area segitiga emas seperti SCBD.

 

Hal ini membuat harga jual tempat tinggal di dalamnya terbilang tinggi. Tentunya, Anda tidak dapat melewatkan apartemen dengan capital gain yang tinggi, bukan?

 

Nah, itu tadi penjelasan 3 konsep apartemen yang paling diminati oleh masyarakat urban beserta kelebihannya. 

 

Jadi, Anda tertarik untuk membeli apartemen yang mana?

 

Yuk, langsung saja cari berbagai pilihan apartemen dijual dengan beragam konsep menariknya di Rumah123. Semoga bermanfaat!


 

 

Author:

Shandy Pradana

Tambahkan Komentar