OK

Mengenal Konsep Arsitektur Hijau dalam Hunian Berkelanjutan

02 Desember 2022 · 4 min read · by Shandy Pradana

Arsitektur Hijau

Foto: Motomo Karya Persada

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam dapat berujung pada kepunahan massal ke-6 di planet ini.

Sebagai salah satu cara untuk mengatasinya, dibuatlah bangunan berkelanjutan dengan memakai konsep arsitektur hijau.

Lalu, apa itu arsitektur hijau? Singkatnya, arsitektur hijau adalah sebuah konsep yang berusaha meminimalisasi perusakan terhadap lingkungan.

Caranya adalah dengan membuat bangunan yang ramah lingkungan lewat pemanfaatan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien.

Meskipun memiliki embel-embel berkelanjutan, konsep arsitektur ini tidak berarti meninggalkan semua kemajuan yang telah kita nikmati di abad ke-21.

Konsep ini justru merangkul teknologi baru untuk membawa dampak yang lebih positif kepada alam sekitar.

Prinsip Arsitektur Hijau dalam Bangunan

Prinsip Arsitektur Hijau

Foto: Unsplash

Saat dunia bermigrasi menuju masa depan yang berkelanjutan, arsitek pun berlomba-lomba membuat bangunan yang ramah lingkungan.

Untuk mewujudkannya, desain tersebut berpedoman pada beberapa prinsip arsitektur hijau di bawah ini:

Efisien dalam Menggunakan Energi

Prinsip pertama adalah efisiensi energi, di mana contoh penerapannya adalah pemanfaatan sumber energi alternatif dan berkelanjutan seperti angin dan matahari.

Bangunan hijau juga dibuat dengan desain yang menjaga aliran udara dan pencahayaan alami untuk mengurangi kebutuhan pemanas dan penyejuk udara.

Bicara soal efisiensi energi, rumah di Springhill Yume Lagoon dan Podomoro Golf View juga menawarkan konsep serupa.

Jika kamu sedang mencari hunian bergaya modern dan ramah lingkungan di dekat Jakarta, bisa cek dua perumahan tersebut.

Mengurangi Pemakaian Air

Bangunan yang berkelanjutan juga berusaha untuk menjaga ekologis demi melindungi kualitas air di sekitar bangunan.

Prinsip ini memastikan bahwa air digunakan, dimurnikan, dan digunakan kembali selama masa konstruksi bangunan.

Efisien dalam Penggunaan Lahan

Efisiensi penggunaan lahan berkaitan dengan desain arsitektur yang mendorong pengembangan bangunan secara kompak dan lebih fungsional.

Secara khusus, prinsip ini bertujuan untuk mencegah degradasi lahan selama konstruksi.

Lebih luas lagi, prinsip ini juga membantu konservasi sumber daya alam, peningkatan kualitas air dan udara, serta melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Baca juga:

Syarat Rumah Hijau untuk Hidup Lebih Sehat

Biaya Pembangunan dan Perawatan yang Lebih Rendah

Biaya operasional dan konstruksi dari sebuah bangunan terbukti cukup tinggi dan menuntut material bangunan dalam jumlah besar.

Untuk itu, desain bangunan hijau memfasilitasi penggunaan bahan dan teknik konstruksi yang dapat mengurangi biaya tersebut hingga lebih dari setengahnya.

Prinsip ini juga memprioritaskan penggunaan tanaman dan bahan-bahan daur ulang seperti batu hingga logam.

Menjamin Kualitas Lingkungan dalam Ruangan

Sudah tentu kalau bangunan hijau akan mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pembangunannya.

Tak hanya itu, arsitektur hijau juga berusaha untuk menjaga kualitas lingkungan di dalam ruangan.

Perancangan hunian atau bangunan publik dengan konsep ini akan melibatkan desain interior yang nyaman dengan sistem ventilasi yang baik.

Salah satu contohnya bisa ditemukan di Grand Wisata Bekasi, yang menyajikan rumah full furnished dengan desain interior apik dan ramah lingkungan.

9 Ciri Bangunan Hijau yang Wajib Diketahui

Ciri-Ciri Bangunan Hijau

Foto: When On Earth

Nah, jika sebelumnya kita membahas prinsip-prinsip dari konsep arsitektur hijau, sekarang saatnya melihat beberapa karakteristik dari bangunan berkelanjutan:

  • Bangunan hijau tidak dibangun di atas lokasi seperti pinggiran hutan atau kawasan yang mudah longsor atau banjir.
  • Terintegrasi dengan angkutan umum demi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
  • Melindungi dan memelihara habitat alami, mengurangi polusi dan penggunaan sumber daya alam, serta memfasilitasi interaksi dengan alam.
  • Penggunaan air yang efisien.
  • Mengurangi konsumsi energi dan lebih mengutamakan energi terbarukan.
  • Memakai sistem daur ulang, menggunakan bahan yang berkelanjutan, dan menghemat sumber daya sebanyak mungkin selama konstruksi.
  • Meningkatkan kualitas ruang bagi penghuni bangunan, seperti menjaga kebersihan udara, kontrol panas, hingga mengurangi polusi suara.
  • Bangunan berkelanjutan biasa mengadopsi desain yang inovatif selama konstruksinya.
  • Meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Cara Mudah Menerapkan Konsep Hijau ke Dalam Hunian

Cara Mudah Menerapkan Konsep Hijau ke Dalam Hunian

Foto: Unsplash

Seperti diketahui, bangunan hijau atau berkelanjutan adalah bangunan yang dapat mempertahankan, atau bahkan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitarnya.

Beberapa contohnya dapat ditemukan di Indonesia, misalnya Sampoerna Strategic Square dan Gedung DUSASPUN.

Sejujurnya, kamu juga dapat menerapkan konsep satu ini ke dalam hunian. Beberapa caranya adalah:

  • Gunakan material alami seperti batu bata, kayu dan bambu.
  • Alih-alih memakai material plastik, manfaatkakan material daur ulang dalam ornamen dan furniture rumah.
  • Tambah bukaan jendela untuk memaksimalkan udara dan pencahayaan alami.
  • Perbanyakan vegetasi hijau di rumah. Bisa dengan menaruh tanaman dalam rumah atau membuat urban farming dan taman vertikal.
  • Kurangi penggunaan kaca karena efek rumah kaca memiliki dampak negatif bagi kelestarian alam.
  • Pertimbangkan memakai panel surya sebagai sumber energi cadangan.

Setiap orang dapat memperoleh manfaat dari pengurangan konsumsi energi dan peningkatan ruang yang diciptakan oleh arsitektur hijau.

Temukan juga beragam pilihan hunian sehat dan ramah lingkungan hanya di Rumah123, seperti perumahan hijau, rumah asri, dan rumah halaman luas.

Semoga bermanfaat!