Rata-Rata ROI Properti di Indonesia, Cara Menghitung, dan Faktornya
Dipublikasikan 06 Maret 2026 · 4 min read · by Ilham Budhiman

Rata-rata ROI properti di Indonesia idealnya berkisar 4–8% per tahun untuk properti residensial seperti rumah atau apartemen dan 8–12% per tahun untuk properti komersial seperti ruko atau kantor di lokasi strategis.
ROI properti di Indonesia rata-rata berapa sering menjadi pertanyaan bagi calon investor yang ingin mengetahui potensi keuntungan dari investasi rumah, apartemen, atau ruko.
Pasalnya, dalam konteks investasi, ROI merupakan indikator utama yang digunakan untuk menilai kinerja suatu aset.
Pada properti, ROI biasanya berasal dari dua sumber utama, yaitu pendapatan sewa (rental yield) dan kenaikan nilai properti (capital gain).
Di Indonesia, potensi ROI properti dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lokasi, jenis properti, perkembangan infrastruktur, serta kondisi ekonomi secara umum.
Nah, dengan memahami angka rata-rata ROI bisnis properti, Anda dapat memperkirakan apakah investasi properti yang dilakukan menguntungkan atau tidak dalam jangka panjang.
Apa Itu ROI?

Unsplash/Precondo CA
Return on Investment atau ROI adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari sebuah investasi dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan.
Secara sederhana, ROI digunakan untuk mengukur efisiensi investasi dan ROI menunjukkan persentase keuntungan dari modal awal.
ROI dapat digunakan pada berbagai jenis investasi, termasuk properti
Dengan mengetahui ROI, investor dapat membandingkan berbagai instrumen investasi, seperti properti, saham, atau deposito.
Baca juga:
4 Cara Menentukan Harga Pasaran Rumah Secara Akurat & Online agar Cepat Laku
Rata-Rata ROI Properti di Indonesia

Freepik/jcomp
Menurut buku Property Cash Machine oleh Joe Hartanto, ROI properti di Indonesia rata-rata berapa jawabannya adalah 5% per tahun.
Hanya saja, perlu Anda pahami bahwa berdasarkan berbagai data pasar properti dan analisis investasi, rata-rata ROI properti di Indonesia umumnya berasal dari dua komponen utama, yaitu
- Rental yield (pendapatan sewa)
- Capital gain (kenaikan harga properti)
Untuk rental yield, rata-rata ROI di Indonesia idealnya berkisar 4–8% per tahun untuk properti residensial, seperti rumah atau apartemen
Adapun, untuk properti komersial, seperti ruko atau kantor di lokasi strategis, rata-rata ROI idealnya 8–12% per tahun .
Sementara itu, dari sisi kenaikan harga properti, data Indeks Harga Properti Residensial yang dipantau oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga properti di Indonesia tumbuh rata-rata sekitar 3,59% per tahun dalam jangka panjang sejak 2003–2025.
Jika kedua komponen tersebut digabungkan, total ROI properti di Indonesia dalam kondisi pasar normal biasanya berada pada kisaran 6–15% per tahun, tergantung lokasi, jenis properti, dan strategi pengelolaan.
Cara Menghitung ROI Properti
Untuk mengetahui potensi keuntungan investasi, Anda perlu memahami cara menghitung ROI properti.
ROI Rumus
Secara umum, ROI rumus adalah sebagai berikut:

Contoh Cara Hitung ROI
Misalnya:
- Harga apartemen: Rp1.000.000.000
- Pendapatan sewa per tahun: Rp60.000.000
Maka:
- ROI = (60.000.000 / 1.000.000.000) × 100%
- ROI = 6% per tahun
Jika ditambah kenaikan harga properti, misalnya 4% per tahun, total ROI bisa mencapai sekitar 10% per tahun.
Perlu kamu pahami juga kalau ROI properti tidak selalu sama di setiap daerah.
Beberapa faktor utama yang memengaruhinya antara lain sebagai berikut.
Baca juga:
7 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Rumah di Indonesia
Faktor yang Memengaruhi ROI Properti
1. Lokasi Properti
Properti di pusat kota atau dekat transportasi publik biasanya memiliki yield lebih tinggi.
2. Jenis Properti
Ruko dan properti komersial umumnya memiliki ROI lebih besar dibanding rumah tinggal.
Baca juga:
6 Cara Membaca Tren Pasar Properti agar Tidak Salah Ambil Keputusan Investasi
3. Permintaan Pasar
Tingkat hunian dan permintaan sewa sangat memengaruhi pendapatan.
4. Kondisi Ekonomi
Kondisi suku bunga KPR dan pertumbuhan ekonomi juga memengaruhi pasar properti.
Tabel Rata-Rata ROI Properti di Indonesia
| Jenis Properti | Sumber Keuntungan | Rata-Rata ROI |
|---|---|---|
| Rumah/Apartemen | Pendapatan sewa | 4–8% per tahun |
| Ruko/Komersial | Pendapatan sewa | 8–12% per tahun |
FAQ Rata-Rata ROI Properti di Indonesia
ROI properti di Indonesia rata-rata berapa?
Secara umum, ROI properti di Indonesia berada di kisaran 6–15% per tahun, tergantung lokasi, jenis properti, dan kondisi pasar.
Apa itu ROI?
ROI adalah Return on Investment, yaitu indikator yang digunakan untuk mengukur keuntungan investasi dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan.
Bagaimana cara menghitung ROI properti?
Cara menghitung ROI properti menggunakan rumus: ROI = (Keuntungan Bersih / Total Investasi) × 100%. Keuntungan bisa berasal dari pendapatan sewa dan kenaikan harga properti.
Apakah ROI properti selalu stabil?
Tidak. ROI bisa berubah tergantung kondisi pasar, tingkat hunian, suku bunga, serta perkembangan ekonomi.
Properti apa yang memiliki ROI paling tinggi?
Biasanya properti komersial seperti ruko atau kantor di lokasi strategis memiliki ROI lebih tinggi dibanding properti residensial.
***
Itulah penjelasan mengenai rata-rata ROI properti di Indonesia.
Ada pertanyaan lain seputar properti? Tanyakan pada laman Teras123!
Saatnya wujudkan hunian impian bersama Rumah123, #RumahUntukSemua.
Semoga bermanfaat.
**Gambar header: Freepik/jcomp


