Mengenal Konsep Fasad Rumah yang Hemat Energi

fasad rumah

 

Dalam ilmu arsitektur fasad rumah atau bangunan lainnya merupakan bagian penting, khususnya dari sudut pandang desain.

 

Rancangan dan desain fasad bangunan akan membentuk kesan pertama apabila orang dari luar melihat tempat tinggal Anda.

 

Fasad bahkan mempunyai nilai sejarah pada beberapa bangunan, sehingga pemerintah menetapkan aturan tertentu.

 

Tujuannya untuk membatasi dan melarang adanya perubahan terhadap fasad-fasad tersebut demi mempertahankan gaya arsitektur dari bangunan tersebut.

 

Contoh bangunan yang fasadnya bernilai sejarah di antaranya Museum Bletchley Park atau bangunan-bangunan kuno di Italia, yang memiliki fasad dengan gaya Mediterania.

 

Apakah Anda tahu bangunan apa lagi yang fasadnya bernilai sejarah? Atau justru masih bingung dengan istilah fasad?

 

Kata fasad memang jarang sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kecuali oleh para profesional di bidangnya.

 

Sebab itu, Panduan Rumah123 akan mengajak Anda untuk mengenal konsep fasad dan strategi desainnya.

Definisi Fasad Rumah

definisi fasad rumah

 

Tahukah Anda, kata fasad berasal dari Bahasa Prancis, facade? Sementara facade sendiri berasal dari Bahasa Italia, faccia.

 

Facade kemudian diserap oleh beberapa bahasa. Contohnya Bahasa Inggris, di mana kata ‘facade’ menjadi ‘face’ yang berarti wajah.

 

Sedangkan kata lain dari face adalah appearance yang berarti penampilan. Jadi secara singkat, fasad yang ada rumah adalah tampilan muka rumah.

 

The Visual Dictionary of Architecture juga mempunyai definisi tersendiri terhadap kata fasad.

 

Fasad artinya sebagian bidang dari depan sebuah bangunan yang bisa menentukan gaya dan karakteristik arsitektur.

 

Dengan kata lain, karakter atau ciri sebuah rumah atau bangunan lainnya bisa ditebak dari bentuk fasadnya.

 

Contohnya di kawasan Asia, desain fasad rumah minimalis di kawasan ini memiliki ciri khas berupa atap yang dilengkapi tritisan.

 

Menurut seorang arsitek bernama Rob Krier, komposisi fasad juag harus mempertimbangkan syarat fungsional.

 

Krier (1998) pun menjabarkan komponen penting dari sebuah fasad sebagai suatu keseluruhan.

 

Lantas apa saja komponen tersebut? Silahkan simak jawabannya dalam uraian di bawah ini.

5 Komponen Utama Fasad 

 

Telah disebutkan komposisi fasad harus mempertimbangkan syarat fungsional seperti jendela, bukaan pintu, pelindung matahari dan atap.

 

Jika Anda mencari gambar fasad rumah minimalis atau fasad pada umumnya, secara visual komposisinya meliputi bentuk geometri (garis, sisi, sudut, dan bidang), tekstur, serta bidang void.

 

Nah, dalam hal ini fasad harus memiliki desain, syarat fungsional, serta komposisi visual dengan proporsi yang baik.

 

Adapun lima komponen utama fasad menurut Krier (1998) yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut.

Pintu

Pintu Kayu pada Fasad Rumah

Foto: Unsplash

 

Jika bicara soal pintu, maka komponen ini terdiri dari gerbang atau entrance dan pintu masuk.

 

Komponen yang satu ini berfungsi untuk mengatur arus keluar masuk dari dalam dan ke luar bangunan.

 

Ia juga berfungsi untuk menunjukkan transisi bagian publik dan privat, pertahanan dan karakter penghuni bangunan.

 

Maka dari itu, tak heran kalau warna-warna pada pintu rumah biasa diselaraskan dengan warna cat eksterior rumah agar fasad terlihat lebih menawan.

 

Baca juga:

Simpel dan Menawan, Intip 5 Desain Eksterior Rumah Minimalis Ini

Jendela

JendelaFoto: thebalancesmb.com

 

Sebagaimana yang diketahui, jendela merupakan lubang pada dinding yang diberi penutup.

 

Jendela berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara, tempat masuknya sinar matahari dan area untuk melihat view ke luar ruangan.

 

Bentuk komponen ini bermacam-macam, di antaranya segitiga, persegi, lingkaran bahkan ada yang tidak beraturan.

Dinding

Dinding pada Fasad Rumah

Foto: Unsplash

 

Dinding merupakan struktur padat yang membatasi dan melindungi suatu area, serta menyokong struktur lain sebuah bangunan.

 

Jika bicara soal fasad maka komponen yang satu ini bertujuan untuk memisahkan bagian interior dan eksterior rumah.

 

Secara struktural, ada tiga jenis dinding rumah, yaitu dinding bangunan, dinding pembatas (boundary) dan dinding penahan (retaining).

Teritisan

Teritisan Rumah pada Fasad

Foto: City of Long Beach

 

Bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah teritisan mungkin cukup asing di telinga.

 

Teritisan adalah perpanjangan atap tambahan yang menjorok melebihi dinding dan dibuat secara terpisah dengan atap utama.

 

Dikenal sebagai perpanjangan dari atap yang ada di bagian atas bangunan, teritisan sendiri berfungsi sebagai pelindung rumah dari sinar matahari dan cucuran air hujan.

Sun Shading

Sun ShadingFoto: constructionspecifier.com

 

Sama halnya seperti teritisan, sun shading merupakan komponen penting dari sebuah fasad yang kurang begitu dikenal oleh orang awam.

 

Dengan adanya komponen sun shading, diharapkan efek glare atau silau bisa diminimalisir.

 

Berdasarkan teorinya, ada tiga cara meletakkan sun shading pada fasad, yaitu verticalhorizontal dan egg crate shading.

 

Bagian ini juga dapat membuat tampilan rumah modern, di mana penggunaan warnanya juga harus disesuaikan dengan fasad secara keseluruhan.

Strategi Desain Fasad Rumah Hemat Energi

Strategi Desain Fasad Rumah Hemat Energi

Foto: ArchDaily

 

Jika bicara soal desain fasad pada rumah, maka tidak hanya menyangkut estetika, tetapi juga lingkungan.

 

Pasalnya, fasad dengan strategi desain rumah yang tepat bisa membuat sebuah hunian menjadi lebih hemat energi.

 

Menurut pakar, hemat energi dalam rumah berarti mengefisienkan pemakaian daya listrik sehingga tercapai kenyamanan.

 

Tak hanya hemat energi, rumah pun dapat menjadi tempat tinggal ramah lingkungan jika fasad dan konsepnya dieksekusi secara tepat.

 

Area residensial dengan desain ramah lingkungan yang bisa dijadikan rekomendasi salah satunya adalah rumah dijual di Depok, yakni Botania Lake Residence

 

Salah satu cara mengefisienkan pemakaian daya listrik, ialah dengan merancang strategi yang tepat untuk mendesain fasad pada rumah.

 

Karena itu, berikut 10 strategi untuk mendesain fasad hemat energi, di antaranya:

 

Memilih warna cat tembok yang tepat untuk dinding, entah itu warna natural atau warna monokrom

Menggunakan lapisan batu alam

Menggunakan tritisan yang lebar

Menggunakan green wall

Menggunakan dan menempatkan water wall dengan tepat agar kucuran air merata

Memasang selubung eksterior ganda

Memasang selubung interior ganda

Mempertebal dinding fasad 

Mempertimbangkan orientasi fasad yang disesuaikan dengan lintasan matahari

Mempertimbangkan orientasi lintasan matahari pada penerapan sun shading

 

 

Nah, itulah sepuluh strategi membuat fasad rumah hemat energi yang bisa diterapkan di hunian Anda.

 

Atau, Anda ingin melirik rekomendasi hunian dengan konsep yang menarik? Jika iya, bisa lihat desain interior rumah yang ada di Asya Jakarta atau Adhi City Sentul.

 

Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

 

Baca juga:

Inspirasi & Tips Renovasi Rumah Bagian Depan Hemat Biaya

 


Author: 
Miyanti Rahman