Mengenal Konsep Fasad Rumah dan Strategi Desainnya agar Hemat Energi

konsep fasad rumah


Dalam ilmu arsitektur fasad rumah atau bangunan lainnya merupakan bagian penting, khususnya dari sudut pandang desain.


Rancangan dan desain fasad akan membentuk kesan pertama apabila orang dari luar melihat tempat tinggalmu.


Fasad bahkan mempunyai nilai sejarah pada beberapa bangunan, sehingga pemerintah menetapkan aturan tertentu.


Tujuannya untuk membatasi dan melarang adanya perubahan terhadap fasad-fasad tersebut.


Contoh bangunan yang fasadnya bernilai sejarah di antaranya Museum Bletchley Park, Praha, dan lain-lain.


Apakah kamu tahu bangunan apa lagi yang fasadnya bernilai sejarah? Atau justru masih bingung apa itu fasad?


Kata fasad memang jarang sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kecuali oleh para profesional di bidangnya.


Oleh karenanya, rumah123.com akan mengajakmu untuk mengenal konsep fasad dan strategis desainnya.


Definisi Fasad Rumah


definisi fasad rumah


Tahukah kamu, kata fasad berasal dari Bahasa Prancis, facade? Sementara facade sendiri berasal dari Bahasa Italia, faccia.


Facade
kemudian diserap oleh beberapa bahasa. Contohnya Bahasa Inggris di mana kata facade menjadi face.


Kata lain dari face adalah appearance yang berarti penampilan. Jadi, secara singkat fasad rumah bisa diartikan tampilan muka rumah.


The Visual Dictionary of Architecture juga mempunyai definisi tersendiri terhadap kata fasad.


Fasad artinya  sebagian bidang dari depan sebuah bangunan yang bisa menentukan gaya dan karakteristik arsitektur.


Dengan kata lain, karakter atau ciri sebuah rumah atau bangunan lainnya bisa ditebak dari bentuk fasadnya.


Contohnya fasad yang berbentuk atap dilengkapi tritisan merupakan karakter atau ciri bangunan tropis di kawasan Asia.


Menurut seorang arsitek bernama Rob Krier, komposisi fasad harus mempertimbangkan syarat fungsional.


Krier (1998) pun menjabarkan komponen penting dari sebuah fasad sebagai suatu keseluruhan.


Lantas apa saja komponen tersebut? Silahkan simak jawabannya dalam uraian di bawah ini.


5 Komponen Utama Fasad 


Telah disebutkan komposisi fasad harus mempertimbangkan syarat fungsional seperti jendela, bukaan pintu, pelindung matahari dan atap.


Lalu secara visual komposisi fasad meliputi bentuk geometri (garis, sisi, sudut, dan bidang), tekstur, serta bidang void.


Nah,
syarat fungsional, komposisi visual dan desain setiap komponen penting dari sebuah fasad harus mempunyai proporsi yang baik.


Adapun lima komponen utama fasad menurut Krier (1998) yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut.


Pintu


Jika bicara soal pintu, maka komponen ini terdiri dari gerbang atau entrance dan pintu masuk.


Komponen yang satu ini berfungsi untuk mengatur arus keluar masuk dari dalam dan ke luar bangunan.


Ia juga berfungsi untuk menunjukkan transisi bagian publik dan privat, pertahanan dan karakter penghuni bangunan.


Jendela


Sebagaimana yang diketahui, jendela merupakan lubang pada dinding yang diberi penutup.


Jendela berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara, tempat masuknya sinar matahari dan area untuk melihat view ke luar ruangan.


Bentuk komponen ini bermacam-macam, di antaranya segitiga, persegi, lingkaran bahkan ada yang tidak beraturan.


Dinding


Dinding merupakan struktur padat yang membatasi dan melindungi suatu area, serta menyokong struktur lain sebuah bangunan.


Pada fasad rumah, komponen yang satu ini memisahkan bagian eksterior dan interior.


Secara struktural, ada tiga jenis utama dinding, yaitu dinding bangunan, dinding pembatas (boundary) dan dinding penahan (retaining).


Teritisan


Bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah teritisan mungkin cukup asing di telinga.


Teritisan adalah perpanjangan bidang atap yang menjorok melebihi dinding atau sering disebut juga atap tambahan.


Komponen ini berfungsi sebagai pelindung rumah dari sinar matahari dan cucuran air hujan.


Sun Shading


Sama halnya seperti teritisan, sun shading merupakan komponen penting dari sebuah fasad yang kurang begitu awam.


Dengan adanya komponen sun shading, diharapkan efek glare atau silau bisa diminimalisir.


Berdasarkan teorinya, ada tiga cara meletakkan sun shading pada fasad, yaitu vertical, horizontal dan egg crate shading.


Strategi Desain Fasad Rumah Hemat Energi


desain fasad rumah


Jika bicara soal desain fasad rumah, maka tidak hanya menyangkut estetika, tetapi juga lingkungan.


Pasalnya, fasad rumah dengan strategi desain yang tepat bisa membuat penghuni lebih hemat energi.


Menurut Prianto (2007) hemat energi dalam rumah berarti mengefisienkan pemakaian daya listrik sehingga tercapai kenyamanan.


Salah satu cara mengefisienkan pemakaian daya listrik, yaitu dengan merancang strategi desain fasad rumah yang tepat.


Prianto pun berbagi 10 strategi untuk mendesain fasad rumah hemat energi, yaitu sebagai berikut.

1. Memilih warna cat tembok yang tepat untuk dinding

2. Menggunakan lapisan batu alam

3. Menggunakan tritisan yang lebar

4. Menggunakan green wall

5. Menggunakan dan menempatkan water wall dengan tepat agar kucuran air merata

6. Memasang selubung eksterior ganda

7. Memasang selubung interior ganda

8. Mempertebal dinding fasad rumah

9. Mempertimbangkan orientasi fasad rumah yang disesuaikan dengan lintasan matahari

10. Mempertimbangkan orientasi lintasan matahari pada penerapan sun shading


Nah,
itulah 10 strategi desain fasad rumah hemat energi yang perlu kamu ketahui.


Selamat menerapkannya di rumah impianmu!


Author: 
Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar