Cara Mengurus IMB Terbaru Beserta Contoh Suratnya

IMB

Foto: Unsplash

 

Saat memiliki properti seperti rumah, ada satu dokumen yang wajib dimiliki yaitu Izin Mendirikan Bangunan atau IMB.

 

Ini adalah produk hukum yang diberikan oleh otoritas setempat, yang berada di wilayah pemerintahan tingkat kota untuk setiap rencana pembangunan rumah baru, rehabilitasi, maupun renovasi. 

 

Bangunan yang dimaksud termasuk rumah tinggal, rumah susun, rumah ibadah, hingga gedung perkantoran.  

 

Dokumen IMB wajib dimiliki terlebih dahulu oleh sang pemilik bangunan. Karena jika tidak, maka otoritas setempat berhak untuk membongkar bangunan tersebut.  

 

Mengurus IMB sebaiknya dilakukan sejak jauh hari, karena ketidaklengkapan dokumen properti akan menyulitkan si pemilik bangunan saat ingin renovasi atau menjual bangunan tersebut.

Landasan Hukum dan Pentingnya IMB

Pentingnya IMB

Foto: Unsplash

 

IMB memiliki dasar hukum yang diatur dalam Pasal 7 dan 8 Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. 

 

Dalam Pasal 7, sebuah gedung harus memenuhi syarat administrasi dan teknis sesuai dengan fungsi bangunannya. Syarat administratif tersebut termasuk izin mendirikan bangunan.

 

Sementara, Pasal 8 menjelaskan setiap bangunan gedung harus memenuhi syarat administratif termasuk izin mendirikan bangunan gedung. 

 

Selain dalam Pasal 7 dan 8 UU Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, IMB juga diatur dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

 

Ada pula dasar hukum lainnya yaitu Peraturan Presiden RI No. 36 Tahun 2005, yang mengatur tentang persyaratan gedung. 

 

Sedangkan kewajiban setiap orang atau badan untuk memiliki IMB, diatur pada Pasal 5 ayat 1 Perda 7 Tahun 2009.

 

Selain aturan-aturan tersebut, masih ada aturan dari masing-masing daerah yang berkaitan dengan IMB. 

 

Tentu saja, selain untuk memenuhi persyaratan perundang-undangan, IMB juga berguna bagi masa depan bangunan atau rumah tersebut. 

 

Rumah yang mempunyai IMB dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum, serta berpengaruh pada harga jualnya di masa depan.  

Cara Mengurus IMB yang Benar

Mengurus IMB

Foto: Unsplash 

 

Banyak masyarakat yang tidak mengurus IMB karena malas dengan prosedur yang berbelit-belit.  

 

Padahal, tujuan dari IMB adalah menciptakan tata letak bangunan yang teratur, nyaman serta sesuai dengan peruntukan tanah. 

 

Lalu, bagaimana cara mengurus IMB? 

Cara Mengurus IMB secara Mandiri

 

Dalam mengurus permohonan IMB, ada sejumlah dokumen yang harus dilengkapi, di antaranya:

 

- Fotokopi gambar rencana dan denahnya

 

- Fotokopi sertifikat tanah 

 

- Fotokopi KTP pemilik lahan dan bangunan

 

- Surat perjanjian penggunaan lahan.

 

Proses pembuatan IMB sendiri menghabiskan biaya tak lebih Rp1 juta, bila diurus secara mandiri serta sesuai jalur dan waktu yang ditentukan. 

 

Biasanya, waktu yang dibutuhkan adalah 2-3 minggu. Jangka waktu ini berbeda-beda, tergantung kebijakan daerah pengawasan setempat dan kesiapan berkas yang diperlukan.

 

IMB juga bisa diperbaharui jika dalam proses pembangunan mengalami perubahan signifikan atau renovasi yang berdampak terhadap lingkungan sekitar.

 

Perubahan yang dimaksud misalnya penambahan ruangan atau alih fungsi bangunan, seperti rumah tapak menjadi bangunan ruko.

 

Baca juga:

Syarat IMB, Mulai dari Dokumen hingga Cara Mengurusnya

Cara Mengurus IMB dengan Jasa Orang Lain

 

Jika ingin mengurus IMB dengan bantuan orang lain, beberapa langkah yang harus diikuti adalah:

 

- Mengambil formulir di Dinas Pekerjaan Umum setempat

 

- Formulir diisi dan ditandatangani di atas materai Rp6000 oleh pemohon

 

-Formulir dilegalisir kelurahan dan kecamatan dimana bangunan akan didirikan

 

- Melampirkan beberapa dokumen penting masing-masing 3 rangkap, seperti:

 

Gambar denah, tampak (minimal 2 gambar), potongan (minimal 2 gambar), rencana pondasi, rencana atap, rencana sanitasi serta site plan

Gambar konstruksi beton serta perhitungannya

Gambar konstruksi baja serta perhitungannya

Hasil penyelidikan tanah serta uji laboratorium mekanika tanah untuk bangunan berlantai 2 atau lebih

Surat keterangan kepemilikan tanah/sertifikat HM (Hak Milik)/HGB (Hak Guna Bangunan)

Surat persetujuan tetangga, untuk bangunan berimpit dengan batas  persil

Surat kerelaan tanah bermaterai Rp6 ribu dari pemilik tanah yang diketahui oleh Lurah serta camat, apabila tanah bukan milik pemohon

Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pekerjaan diborongkan

Ada izin usaha (HO) untuk bangunan komersial

Ada izin prinsip dari pejabat Kepala Daerah bila lokasi bangunan menyimpang dari Tata Ruang Kota

Formulir yang telah diisi beserta lampiran-lampirannya diserahkan ke DPU

Pemohon (yang mengurusi IMB) akan diberitahu apakah permohonan izin bangunan disetujui atau tidak.

Contoh Surat Permohonan IMB 

 

Berikut kami berikan contoh surat permohonan izin mendirikan bangunan yang dilansir dari laman dpmptsp.purwakartakab.go.id, yaitu:

Surat Permohonan IMB dengan Informasi Properti

Contoh Surat Permohonan IMB -1?

Surat Permohonan IMB dengan Rencana Pembangunan

Contoh Surat Permohonan IMB -2

Surat Permohonan IMB dengan Penjabaran Singkat

Contoh Surat Permohonan IMB -3

Surat Permohonan IMB dengan Format Ringkas

Contoh Surat Permohonan IMB -4

Nah, sekarang Anda sudah tahu ‘kan pentingnya IMB dalam kepemilikan properti. 

 

Jadi jika Anda ingin membeli rumah, pastikan dokumennya lengkap ya. 

 

Cari hunian favorit dengan dokumen lengkap hanya di rumah123.com. Salah satu properti yang bisa Anda lirik, ialah Ciomas River View.

 

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Langkah Ubah HGB ke SHM ke Kantor BPN