Ingin Renovasi Rumah Subsidi? Bisa, Begini 7 Aturannya


rumah subsidi


Siapa bilang renovasi rumah subsidi tidak boleh dilakukan? Kita bisa kok merombak rumah tersebut sesuai keinginan, asal tetap mengikuti ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.


Rumah subsidi sendiri adalah program kepemilikan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang dibuat oleh Kementerian Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.


Sebab bagian dari program pemerintah, membeli rumah tersebut juga tidak bisa sembarangan. Segala hal terkait rumah subsidi diatur di dalam undang-undang, termasuk untuk urusan merenovasi rumah.


Maka dari itu, bagi kamu yang berniat melakukan renovasi rumah subsidi, simak beberapa aturan penting berikut ini agar terhindar dari konsekuensi hukum yang ada.


Baca juga: 
Wajib Tahu! Inilah Aturan Rumah Subsidi 2020 (Terbaru dan Lengkap)


7 Aturan dan Cara Renovasi Rumah Subsidi

 

  • Hanya Boleh Melakukan Renovasi Ringan

 
Syarat atau aturan pertama dalam renovasi rumah subsidi adalah hanya boleh melakukan renovasi ringan. 


Renovasi ini biasanya dilakukan untuk memperbaiki kerusakan kecil pada bangunan rumah.


Sehingga, melakukan perombakan besar-besaran hingga merubah struktur bangunan tidak diizinkan. 


Tampilan rumah subsidi sendiri harus sama dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

 

  • Tidak Boleh Mengubah Tampilan Fasad

 

Melakukan renovasi rumah subsidi saja ada aturannya, apalagi sampai mengubah tampilan fasad. 


Spesifikasi fasad rumah subsidi sudah diatur di dalam peraturan perundang-undangan.


Sehingga, mengubah fasad rumah tersebut tergolong sebagai pelanggaran. 


Meski begitu, kamu bisa kok menambahkan pagar, membuat kanopi, hingga mengecat eksterior rumah.


Namun, untuk urusan yang satu ini ada aturan tersendiri yang akan dijelaskan pada poin berikutnya.

 

  • Kredit Harus Berjalan Lebih dari 5 Tahun

 

kredit rumah subsidi


Nah,
jika kamu ingin menambahkan pagar, kanopi, atau ornamen kecil lain pada bangunan, pastikan cicilan kredit rumah tersebut sudah sampai atau lebih dari 5 tahun, ya.


Kendati demikian, kamu tetap tidak boleh melakukan renovasi rumah subsidi secara besar-besaran. Jika sudah masuk tahun ke-5, kamu bisa menambahkan dapur, taman, serta renovasi kecil lainnya.

 

  • Memanfaatkan Sisa Lahan yang Ada

 

Jika tanah yang tersedia di rumahmu masih cukup luas, kamu boleh memanfaatkan lahan tersebut untuk menambah beberapa ruangan, misalnya kamar, dapur, halaman belakang, serta ruang jemuran.


Namun, perlu diingat lagi bahwa penambahan ini hanya bisa dilakukan setelah masa cicilan mencapai 5 tahun. 


Jika belum, simpan dulu uang tersebut dan bersabarlah hingga batas waktu yang ditentukan.

 

  • Menambah Lantai Bangunan Rumah

 

Sama seperti peraturan renovasi rumah subsidi lainnya, menambah lantai bangunan juga diizinkan jika masa kredit debitur telah mencapai kurang lebih 5 tahun jalan.


Kebutuhan akan hunian sendiri akan terus berkembang. Semakin besar jumlah anggota keluarga, tentu semakin banyak pula kebutuhan ruangan yang kita perlukan.


Oleh sebab itu, jika tujuanmu membangun menambah lantai bangunan untuk membuat sebuah kamar baru, maka hal tersebut sah-sah saja. 

 

  • Dilarang Merubah Rumah jadi Properti Komersial

 

renovasi rumah subsidi


Ya
, peraturan renovasi rumah subsidi memang dibuat cukup ketat. 


Hal ini dimaksudkan, agar program tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Menurut peraturan, rumah subsidi hanya boleh difungsikan sebagai tempat tinggal saja. Rumah tersebut tidak boleh dialihfungsikan menjadi properti komersial dan kebutuhan usaha lainnya.


Jika ingin menjual atau menyewakan rumah, maka kamu harus menunggu hingga kredit mencapai 5 tahun.


Begitu pula dengan over kredit rumah subsidi, kegiatan pemindahan kewajiban kredit tersebut hanya boleh dilakukan setelah jangka waktu cicilan memenuhi syarat.

 

  • Cicilan Rumah Harus Berjalan Lancar

 

Terakhir, syarat yang harus dipenuhi sebelum renovasi rumah subsidi adalah cicilan rumah tersebut harus berjalan lancar. 


Kamu enggak boleh merenovasi rumah jika cicilan kreditmu saja tersendat.


Nantinya, bank akan meminta pertanggungjawabanmu dan mengenakan sanksi atas keterlambatan cicilan. 


Pengembang juga melarang kegiatan renovasi jika urusanmu dengan pihak bank tidak lancar.


Itu sebabnya, sebelum melakukan renovasi pastikan riwayat kredit berjalan dengan baik, ya.


Bila melihat penjabaran di atas, dapat dipastikan renovasi rumah subsidi di bawah 5 tahun hanya boleh dilakukan untuk aktivitas perbaikan bangunan rumah saja.


Jika melanggar aturan tersebut, maka konsekuensi yang akan kamu terima adalah pengembalian dana subsidi dan bank akan mengenakan tingkat bunga komersial untuk angsuran selanjutnya.


Kamu tentu enggak pengin dong, hal tersebut sampai terjadi? Maka dari itu, patuhi peraturan renovasi rumah subsidi yang berlaku di Indonesia, ya.


Semoga bermanfaat!

Author:
Yuhan Al Khairi

Tambahkan Komentar