OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Begini Syarat Sahnya Jual Beli Tanah di Indonesia, Sudah Tahu?

Terakhir diperbarui 19 Februari 2024 · 5 min read · by Septian Nugraha

syarat sahnya jual beli tanah

Syarat sahnya jual beli tanah merupakan hal paling esensial, yang wajib diketahui apabila hendak melakukan transaksi jual beli tanah.

Tanah merupakan benda tidak bergerak dan termasuk aset bernilai tinggi, sehingga transaksi jual-belinya tidak bisa dilakukan sembarangan.

Ada sejumlah aturan dan syarat yang harus dipenuhi agar transaksi tersebut sah di mata hukum.

Alur jual-beli tanah memang lebih rumit ketimbang transaksi jual beli barang pada umumnya, sebab ada sejumlah aspek dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Lantas, apa sajakah aspek dan syarat jual beli tanah? Ulasan lengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.

Syarat Sahnya Jual Beli Tanah menurut Hukum Perdata

syarat syahnya jual beli tanah berdasarkan hukum perdata

Syarat sahnya jual beli tanah diatur dalam peraturan perundangan-undangan. Salah satunya, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

Disebutkan dalam Pasal 1320 KUHper, ada empat syarat sah jual beli tanah yang harus, meliputi:

  • Kesepakatan mereka yang mengikat dirinya
  • Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
  • Suatu pokok persoalan tertentu
  • Suatu sebab yang tidak terlarang.

Lantas, bagaimana apabila transaksi tersebut terjadi lantaran adanya paksaan atau kekhilafan? Maka, perjanjian jual-beli tanah batal demi hukum.

Ketentuannya tercantum dalam Pasal 1321 KUHper:

“Tiada suatu persetujuan pun mempunyai kekuatan jika diberikan karena kekhilafan, atau diperoleh dengan paksaan atau penipuan.”

Kemudian, syarat sahnya jual beli tanah juga diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Disebutkan dalam beleid tersebut, hukum tanah nasional adalah hukum adat. Sehingga, pelaksanaan jual beli tanah nasional harus sesuai dengan hukum adat.

Maksud dari jual beli tanah menurut hukum adalah, terjadinya pemindahan hak atas atas yang memenuhi asas tunai dan terang.

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"Pasang Iklan Sekarang","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pemilik-properti\/?utm_source=panduan123&utm_medium=artikel&utm_campaign=homeowner&utm_term=owner","custom_desc":"Jaring calon pembeli dengan cepat dari seluruh Indonesia","custom_cta":"Pelajari Lebih Lanjut","custom_background":"https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerDesktop.png, https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerMobile.png","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Asas tunai adalah penyerahan hak yang diikuti dengan pembayaran atas harga tanah yang telah disepakati penjual dan pembeli, dalam transaksi tersebut.

Adapun asas terang, transaksi dilakukan secara terbuka, dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Apabila di daerah tempat tanah yang menjadi objek jual beli itu tidak ada PPAT, maka proses jual beli dilakukan di hadapan kepala desa atau camat setempat.

Adanya aturan terkait syarat jual beli tanah, bertujuan agar transaksi yang dilakukan dapat berlangsung secara aman.

Nah, jika hendak memasarkan properti berupa tanah ataupun rumah dengan aman dan mudah, Anda bisa menjual properti tersebut di Rumah123. 

Caranya tinggal mengunjungi laman ‘Pemilik Properti’ di situs Rumah123. 

Kemudian, memilih paket sesuai dengan durasi iklan yang dibutuhkan.

Selanjutnya, kamu tinggal mengisi sejumlah informasi detail terkait properti yang akan dipasarkan. 

Baca juga:

Cara Mengajukan Kredit Pemilikan Tanah ke Bank, Begini Langkah dan Syaratnya!

Persyaratan Sahnya Jual Beli Tanah

syarat jual beli tanah

Selain itu, agar syarat sahnya jual beli tanah terpenuhi, maka transaksi tersebut harus juga memenuhi dua syarat yang terdiri dari persyaratan materiil dan formal.

Syarat Jual Beli Tanah yang Sah secara Materiil

Syarat materiil mencakup hal-hal berikut ini:

  • Penjual adalah pemilik sah atas tanah tersebut
  • Jika penjual sudah berkeluarga, maka suami atau istri penjual pun harus hadir dalam penandatanganan perjanjian
  • Pembeli adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan badan hukum yang telah diatur dalam UUPA
  • Tanah yang diperjual belikan tidak dalam kondisi sengketa
  • Tanah yang bisa dijadikan objek jual beli adalah tanah Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai.

Syarat Jual Beli Tanah yang Sah secara Formal

Syarat formal ini berhubungan dengan asas terang, yakni proses jual beli harus dilakukan di hadapan PPAT, agar bisa dibuatkan Akta Jual Beli (AJB).

Hal-hal yang termasuk dalam syarat formil antara lain:

  • Pembuatan akta dihadiri oleh pihak-pihak yang melakukan jual beli dan disertai oleh dua orang saksi
  • Pihak yang berhalangan hadir diharuskan untuk mengirim perwakilan yang ditunjukkan dengan pembuatan surat kuasa
  • Akta asli dibuat dalam dua rangkap. Satu untuk PPAT dan sisanya diserahkan ke kantor pertanahan untuk pendaftaran tanah
  • PPAT wajib menyerahkan akta beserta dokumen yang bersangkutan ke kantor pertanahan paling lambat tujuh hari setelah penandatanganan.

Baca juga:

11 Untung Rugi Beli Tanah Kavling yang Patut Dipertimbangkan

Prosedur Jual Beli Tanah yang Sah di Mata Hukum

prosedur jual beli tanah

Agar dianggap sah, ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam jual beli tanah.

Sebagai informasi, berikut prosedur jual beli tanah yang benar dan sesuai hukum:

1. Memastikan Status Tanah

Setelah menemukan tanah yang hendak dibeli, langkah pertama yang harus dilakukan oleh pembeli adalah memastikan status tanah tersebut bebas sengketa.

Selain itu, cek juga data diri penjual apakah nama penjual sama dengan yang tercantum di dalam sertifikat tanah.

2. Mengecek Keaslian Surat Tanah

Setelah memastikan tanah tersebut bebas sengketa, pembeli juga harus mengecek keaslian sertifikat tanah tersebut.

Cara cek sertifikat tanah bisa dilakukan secara langsung ke kantor pertanahan setempat.

Nantinya, pihak dari BPN akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur dan buku tanah.

3. Membuat AJB Tanah

Jual beli tanah harus dilakukan di hadapan PPAT, untuk kemudian dibuatkan AJB yang menerangkan telah terjadi perpindahan hak atas tanah tersebut melalui jual beli.

Dalam pembuatan AJB, penjual dan pembeli harus menyiapkan sejumlah dokumen yang terdiri dari:

Syarat pembuatan AJB penjual:

  • Sertifikat tanah asli,
  • KTP penjual suami/istri (sertakan akta kematian jika suami/istri penjual telah meninggal),
  • Bukti PBB 10 tahun terakhir,
  • Surat persetujuan suami/istri,
  • Kartu Keluarga.

Syarat pembuatan AJB pembeli:

  • KTP
  • Kartu Keluarga.

4. Membawa Berkas AJB ke BPN

Setelah semua proses di atas terpenuhi, pembeli bisa langsung mengunjungi kantor pertanahan untuk melakukan balik nama sertifikat.

Proses jual beli tanah akan selesai bila nama penjual dalam buku tanah dan sertifikat sudah dicoret dengan tanda tangan dari kepala kantor pertanahan.

Adapun berkas-berkas yang perlu dibawa untuk permohonan balik nama, seperti sertifikat hak atas tanah, bukti lunas BPHTB, dan bukti lunas PPh.

Baca juga:

Penting! Ketahui 5 Jenis Sertifikat Tanah sebelum Membeli Lahan

Itulah ulasan mengenai syarat sahnya jual beli tanah yang perlu diketahui.

Semoga ulasan di atas bermanfaat!

{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2023\/11\/19132620\/HOMEOWNER-FLOATING-ICON-PANDUAN-PAGE-MOBILE-80x80px.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pemilik-properti\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=homeowner&utm_term=owner","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}