Ketahui Perbedaan HGB dan SHM sebelum Membeli Properti

Perbedaan Hgb dan Shm

 

Meski sudah sering terdengar, nyatanya masih saja ada orang yang tidak mengetahui perbedaan HGB dan SHM. 

 

Padahal, kedua jenis sertifikat ini sangat penting, apalagi jika kita ingin melakukan jual-beli properti.

 

Dalam dunia properti kita mengenal berbagai macam sertifikat, mulai dari hak guna bangunan (HGB), sertifikat hak milik (SHM), hak pakai, hak guna usaha (HGU), sampai hak kelola dan sebagainya.Masing-masing sertifikat tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. 

 

Jika kamu mengantongi HGB, maka hak dan kewajibanmu atas properti tersebut berbeda dengan pemilik properti SHM.

 

Oleh sebab itu, sebelum melakukan transaksi jual-beli properti kamu harus tahu jenis sertifikat yang dimiliki bangunan tersebut. Agar tidak menyesal di kemudian hari, simak perbedaan HGB dan SHM berikut ini.

 

Pengertian Hak Guna Bangunan (HGB)

Hak Guna Bangunan Hgb

 

Secara harfiah, kita dapat mengetahui hak guna bangunan atau HGB adalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah kepada seseorang, untuk mengelola sebuah lahan yang dimiliki oleh orang lain.

 

Sama seperti hak kelola lainnya, izin HGB dibatasi selama kurun waktu tertentu. 

 

Jika dilihat dari peraturan perundang-undangan, masa waktu tersebut maksimal 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun.

 

Keistimewaan yang diberikan kepada pemilik sertifikat HGB adalah keleluasaan untuk mengelola lahan, baik dalam mendirikan bangunan atau keperluan lainnya, namun hak milik tanah tetap atas nama negara.

 

Maka dari itu, jika disimpulkan maka para pemegang HGB hanya memiliki bangunan yang ada di atas lahan. 

 

Sementara, hak atas tanah tersebut tetap milik negara atau individu pemberi hak guna bangunan.

 

Dalam pengaplikasiannya, cukup jarang memang ada individu yang membeli lahan HGB untuk dijadikan hunian. 

 

Biasanya, lahan tersebut dimanfaatkan developer untuk membangun perumahan dan apartemen

 

HGB sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah sifat HGB yang punya jangka waktu. 

Untuk lengkapnya, berikut adalah kekurangan dan kelebihan dari HGB:

 

Kelebihan

1. Tidak butuh dana besar. Harga jauh lebih murah dibandingkan membeli properti dengan Sertifikat Hak Milik (SHM). 

 

2. Peluang usaha besar. Properti berstatus HGB biasanya dijadikan pilihan bagi mereka yang menetap dalam jangka waktu sementara.

 

3. Badan usaha atau badan hukum bisa menjadi pemegang sertifikat HGB yang sah.

 

Kekurangan

1. Jangka waktu terbatas. Pemegang sertifikat HGB hanya memiliki masa pakai maksimal 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 tahun.

 

2. Tidak bebas. Pemegang HGB tidak memiliki hak penuh untuk mengubah atau mengalih fungsikan bangunan tanpa izin dan persetujuan dari pemilik tanah selaku pemberi HGB terlebih dulu.

 

Sampai di sini, apa kamu sudah mengerti pengertian HGB? 

 

Jika tertarik membeli properti HGB, sebaiknya gunakan lahan tersebut untuk keperluan komersial atau keperluan lain dalam waktu terbatas saja, ya.

 

Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik Shm

 

Berbeda dengan HGB, sertifikat hak milik atau SHM adalah sebuah kewenangan yang diberikan kepada individu atau institusi, untuk mengelola serta memiliki secara utuh hak atas kepemilikan properti.

 

Sertifikat hak milik dapat dikatakan sebagai status tertinggi di antara surat legalitas properti lainnya. 

 

SHM memberikan keleluasaan penuh kepada pemiliknya untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

 

Jika kamu memiliki lahan dengan sertifikat SHM, maka kamu bebas untuk mendirikan bangunan di atas tanah tersebut. 

 

Lahan yang kamu miliki juga tetap menjadi milikmu, begitu pula bangunan di atasnya. Hal ini jadi faktor pembeda yang cukup kentara dengan HGB. 

 

Seperti yang kita ketahui, para pemilik HGB hanya berhak atas bangunan yang berdiri di atas lahan, sedang tanahnya tetap dimiliki si pemberi izin.

 

Secara hitung-hitungan harga, properti berstatus SHM juga dijual lebih mahal dibandingkan HGB. Hal ini sebabkan, para pembeli properti tidak mau repot-repot mengubah sertifikat HGB menjadi SHM.

 

Jadi, jika kamu sedang mencari properti seperti rumah tapak, pastikan sudah ada SHM-nya ya seperti hunian di  Makmur Indah Residence.  

 

Perbedaan HGB dan SHM

Berdasarkan penjabaran di atas, kamu mungkin sudah menangkap beberapa perbedaan HGB dan SHM. 

 

Namun, untuk membantumu memahami perihal perbedaan keduanya, mari simak tabel berikut ini:

 

Perbedaan HGB dan SHM

 

Demikian beberapa perbedaan HGB dan SHM yang patut kamu ketahui. Semoga ulasan di atas dapat membantumu dalam memilih serta membeli properti yang tepat, ya. Selamat mencoba!

Tambahkan Komentar