Cara Membeli Tanah Girik yang Aman dan Bebas Sengketa

cara membeli tanah girik yang aman

Foto: homebuilding

 

Membeli tanah masih menjadi tren yang tinggi di Indonesia, salah satunya membeli tanah girik.

 

Sebenarnya banyak orang yang masih belum paham, bahkan developer menghindari beli tanah jenis ini karena belum ada sertifikat tanah.

 

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada 3 sertifikat kepemilikan yang diakui oleh negara, yakni Sertifikat Hak Pakai, Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Guna Bangunan. 

 

Artikel ini akan memandu Anda untuk mengetahui cara membeli tanah girik yang aman dan tanpa khawatir. 

 

Apa Itu Tanah Girik?

Apa Itu Tanah Girik

Foto: gettyimages

 

Tanah girik adalah tanah yang dimiliki oleh adat dan statusnya belum memiliki sertifikat resmi.

 

Jadi, kepemilikan tanah tersebut hanya sebatas kekuasaan di bidang tanah tertentu dan tetap membayar pajak yang berlaku.

 

Hal ini tercantum pada peraturan pemerintah mengenai pengubahan status tanah girik di PP No. 10 Tahun 1961 Tentang Pendaftaran Tanah di Daerah. 

 

Pemilik tanah wajib mengikuti proses konversi, dengan mengubah hak tanah milik adat menjadi tanah yang bersertifikat dan diakui di mata hukum.

 

Proses jual beli tanah dapat berjalan dengan lancar jika tanah sudah memiliki sertifikat. Tapi akan jadi masalah jika belum diubah dan pemilik resmi telah meninggal dunia.

 

Plus Minus Beli Tanah Girik 

plus minus tanah girik

Foto: zillow

 

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan yang harus Anda perhatikan sebelum membeli tanah petok.

 

Kelebihan Membeli Tanah Petok Langsung ke Pemilik

1. Harga tanah relatif lebih murah dikarenakan memiliki ingin jual cepat

2. Negosiasi biasanya fleksibel dan bisa menentukan cara bayarnya

3. Pihak ahli waris akan menyediakan dokumen penunjang, seperti ukuran tanah, AJB, surat keterangan tanah, dan lainnya

 

Kerugian Beli Tanah Girik

1. Waktu yang lama untuk mengurus legalitas tanah ke sertifikat yang berlaku

2. Sering tersandung status sengketa karena pemilik tanah biasanya lebih dari satu

3. Proses jual-beli tanah girik berpotensi batal karena pihak keluarga pemilik yang berselisih hingga berujung ke pengadilan

 

Cara Membeli Tanah Girik yang Aman

beli tanah girik

Foto: sepulsa

 

Bagaimana? Masih tertarik untuk membeli tanah patok satu ini?

 

Jika iya, berikut langkah-langkah cara membeli tanah yang aman tanpa rugi:

 

1. Cermati dan lebih jeli bahwa surat girik yang diberikan adalah asli dengan cek (luas tanah, nomor, dan nama pemilik)

 

2. Minta bukti pembayaran pajak PBB 3 tahun terakhir dengan nama pemilik asli

 

3. Mintalah surat keterangan tanah bebas sengketa dari Kelurahan/Kecamatan atau kepala desa

 

4. Dapatkan surat Surat keterangan riwayat tanah dari Kelurahan/Kecamatan atau kepala desa

 

5. Buat surat keterangan bahwa tanah tidak akan diperjualbelikan pada siapapun. (Biasanya pihak Kelurahan/Kecamatan akan membuat dan mengeluarkan surat ini)

 

6. Pastikan kembali bahwa tanah tidak ditawarkan atau dalam proses transaksi dengan pihak lain

 

Cara Mengubah Surat Girik ke Sertifikat Hak Milik (SHM)

cara mengubah tanah girik ke SHM

Foto: akurat

 

Jika Anda sudah membeli tanah dan mendapat surat girik dari pemilik asli, maka langkah selanjutnya adalah mengubah surat tersebut dengan sertifikat dengan melakukan konversi ke BPN.

 

Berikut ini beberapa langkah mudah membuat SHM tanah girik, yakni:

 

1. Siapkan surat-surat resmi mengenai tanah girik dari Kelurahan yang diketahui dan  ditandatangani oleh Lurah atau Kepala Desa

 

a. Surat Keterangan Riwayat Tanah

b. Surat Bebas Sengketa

c. Surat Keterangan Penguasaan Tanah

 

2. Mengurus dokumen ke Kantor BPN dengan menyerahkan berkas ke loket pendaftaran, adapun berkas yang perlu disiapkan, seperti:

 

a. Dokumen asli girik atau salinan letter C

b. Membawa berkas yang telah diurus di Kantor Kelurahan 

c. Membawa bukti peralihan berupa AJB/surat waris (jika ada)

d. Fotokopi KTP dan KK

e. Fotokopi bukti pembayaran SPPT PBB tahun berjalan

f. Jika pengurusan sertifikat diwakili, sebaiknya membawa surat kuasa

g. Surat pernyataan sudah memasang tanda batas 

h. Dokumen lainnya sesuai dengan persyaratan Undang-undang

 

3. Petugas melakukan pengukuran berdasarkan penunjukan batas-batas kekuasaan atas tanah

 

4. Setelah pengukuran, pihak BPN akan mengeluarkan Surat Ukur

 

5. Penelitian oleh petugas terkait baik dari BPN/lurah/kepala desa

 

6. Pengumuman data yuridis akan dikeluarkan selama 60 hari

 

7. Penerbitan SK Hak atas Tanah dan tanah girik telah berubah menjadi sertifikat

 

8. Melakukan Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)

 

9. Pendaftaran SK Hak atas Tanah untuk penerbitan sertifikat

 

10. Penerbitan Sertifikat diambil di loket BPN

 

Itu dia beberapa informasi mengenai tanah girik dan alasan mengapa Anda harus mengubahnya menjadi sertifikat setelah melakukan proses jual beli tanah.

 

Buat yang ingin mendapatkan informasi lain mengenai tips properti bisa langsung kunjungi ke Panduan rumah123.

 

Dan yang tertarik untuk membeli rumah dijual hingga properti lainnya bisa cek di Rumah123, dimana banyak sekali pilihan menarik yang patut dipertimbangkan. Misalnya Makmur Indah Residence, Wimbledon Jababeka dan lainnya.

 

Semoga artikel ini membantu!

 

 

 

Author:
Dyah Siwi Tridya