Prosedur Beli Rumah Cash dari Developer? Simak Caranya Berikut!

membeli rumah cash ke developer

 

Membeli rumah menjadi salah satu hal yang diimpikan banyak orang. 

 

Untuk membeli rumah, terdapat beberapa jenis pembayaran yang dilakukan yakni cash keras, cash bertahap dan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

 

Membeli rumah dengan pembayaran cash keras, tentu merupakan cara paling baik dalam membeli rumah. 

 

Hal tersebut dikarenakan Anda tidak akan terjebak dengan utang, cicilan berbunga dan ikatan kredit.

 

Selain itu terdapat banyak keuntungan saat membeli rumah dengan pembayaran cash keras meliputi bebas biaya administrasi, proses membeli rumah lebih mudah tanpa campur tangan bank, transaksi jual beli lebih aman dan juga harga yang lebih murah.

 

Tetapi, saat melakukan pembayaran cash keras untuk membeli hunian pun ada beberapa prosedur yang perlu diperhatikan, lho

 

Nah, untuk mengulas lebih lanjut prosedur membeli rumah, simak informasinya berikut ini!

 

Jenis Pembayaran Cash ke Developer

jenis pembayaran ke developer

Cash Keras

Membeli rumah dengan cash keras memiliki banyak keuntungan yakni pembayaran yang dilakukan tanpa resiko dan biasanya pihak pengembang akan memberikan diskon signifikan 10-15%.

 

beli rumah cash

 

Melakukan pembayaran cash keras, pembeli akan mendapatkan harga yang lebih murah. 

 

Selain itu, pembeli tidak perlu risau terkait fluktuasi suku bunga pinjaman, cicilan yang terus melambung tinggi seperti sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

 

Cash Bertahap

Berbeda dengan cash keras, cash bertahap atau cash installment melakukan pembayaran dengan cicilan namun memiliki kurun waktu yang terbatas.

 

Cash bertahap biasanya berlangsung kurang lebih 6-24 bulan. 

 

Selain membayar cash keras, membeli rumah dengan cara cash bertahap pun kerap kali dipilih karena pembeli tidak akan terpengaruh fluktuasi suku bunga bank.

 

Selain itu, karena waktu yang diberikan singkat maka pembeli wajib menyerahkan uang muka dengan jumlah yang cukup besar mencapai 30-50% dari harga rumah.

 

Ini Prosedur Beli Rumah Cash dari Developer

Bayar Booking Fee

Prosedur yang paling pertama dilakukan adalah membayar biaya booking

 

Booking fee sendiri merupakan uang tanda jadi atau kesepakatan dari kedua belah pihak yakni pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi properti. 

 

Dengan membayar booking fee, pembeli akan berkomitmen untuk membeli rumah yang sebelumnya sudah ditandai dan dipilih oleh pembeli.

 

Biaya booking fee sendiri biasanya berdasarkan kesepakatan antara dua pihak. 

 

Namun perlu diketahui bahwa biaya booking fee berbeda dengan down payment atau uang muka yang berkisar 5%-10%.

 

Membuat PPJB dengan Developer

Setelah melakukan pembayaran booking fee, selanjutnya adalah melakukan waktu pembayaran tunai yang biasanya dilakukan dalam waktu satu bulan, sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang.

 

PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli merupakan surat kesepakatan kedua belah pihak yang digunakan untuk menghindari permasalahan atau hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.

 

PPJB sendiri biasanya berisi informasi spesifikasi rumah, harga rumah, cara pembayaran yang dilakukan, serah terima rumah (akad) serta hak dan kewajiban juga sanksi. 

 

Lalu, bagaimana cara membuat PPJB? Apakah membuat PPJB harus dengan notaris?

 

Ya, PPJB dibuat di hadapan notaris karena merupakan salah satu bukti akta otentik. PPJB sendiri terbagi menjadi PPJB Lunas dan PPJB Belum Lunas. 

 

Dalam hal PPJB yang telah dilunasi saat pembayaran cash, dokumen PPJB sendiri tidak bisa dianggap sebagai alas dasar hak kepemilikan properti.

 

Mendapatkan AJB, SHGB dan SHM

AJB, SHGB dan SHM

 

Biasanya, melakukan pembangunan rumah akan selesai setelah 6 bulan hingga 1 tahun. 

 

Setelah rumah sudah siap huni, developer akan melakukan pemecahan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan). 

 

Setelah melakukan pembayaran secara tunai, Anda pun dapat memiliki kelengkapan surat-surat rumah yang sudah dibeli. 

 

Surat-surat yang didapatkan adalah Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM).

 

Pastikan SHM yang diberikan sudah dilakukan balik nama atas nama pembeli. 

 

Ketiga surat tersebut memiliki status yang sangat kuat dan temporer tanpa jangka waktu. 

 

Sehingga, surat-surat tersebut kerap kali dijadikan sebagai jaminan untuk suatu hal yang mendesak contohnya saat ingin mendapatkan pinjaman bank.

 

Adapun beberapa tips yang perlu diperhatikan saat melakukan prosedur beli rumah cash dari developer, yakni:

 

1. Melakukan transaksi di hadapan notaris sebagai saksi

 

2. Hindari transaksi tunai. Pastikan untuk selalu melakukan transaksi dengan cara transfer antar-rekening bank.

 

3. Segala jenis transaksi harus perlu dibuatkan tanda terima yang sah di mata hukum.

 

4. Pelunasan properti dilakukan bersamaan dengan penandatanganan AJB di hadapan notaris. Setelah itu, melakukan penyerahan sertifikat asli properti.

 

Nah, itulah prosedur beli rumah cash dari developer yang bisa dijadikan informasi. Untuk yang sedang cari hunian, bisa cek pilihan menariknya di halaman perumahan Rumah123, persembahan dari para pengembang terpercaya. Semoga bermanfaat ya!

 

 

 

 

Author:

Rachmi Arin Timomor

Tambahkan Komentar