Cara Melakukan Prosedur KPR Rumah Indent dengan Aman

Prosedur KPR Rumah Indent

Foto: unsplash.com

 

Siapa tak tertarik beli rumah dengan harga miring? Namun, jangan sampai menyesal karena rumah yang dinanti tak kunjung bisa dihuni.

 

Sebelum melakukan prosedur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah indent ada beberapa hal yang harus Anda pahami guna menghindari kerugian.

 

Pasalnya, ada saja oknum yang mengaku developer rumah indent, padahal penipu yang ingin menguras dompet, kemudian pergi.

 

Itulah mengapa, jika Anda berpikir melakukan prosedur KPR rumah indent, maka harus memahami seluk-beluk proyek properti satu ini.

 

Jadi, sebelum mengulas prosedur KPR rumah indent lebih jauh lagi, simak dahulu ulasan mengenai pengertian dan risikonya.

 

Pengertian Rumah Indent

Rumah Indent

Foto: unsplash.com

 

Menurut Maryanto (2011) pengertian rumah indent adalah rumah yang akan dibangun setelah ada pembelinya.

 

Pembangunan rumah tersebut dikerjakan oleh kontraktor melalui perintah perusahaan pengembang perumahan alias developer.

 

Ada beberapa keuntungan apabila Anda memilih rumah indent, seperti mendapatkan harga perdana lebih murah.

 

Anda pun bisa memilih letak rumah dengan posisi kavling terbaik, baik dari segi lokasi maupun harganya.

 

Sistem pembayaran rumah indent pun tergolong mudah, di mana uang mukanya bisa diangsur selama periode waktu tertentu.

 

Selain itu, jelas ada kerugian alias risiko yang harus Anda tanggung apabila berpikir melakukan prosedur KPR rumah indent.

 

Berikut risiko kredit rumah indent yang perlu Anda ketahui sebelum mengambil keputusan final.

 

Risiko Kredit Rumah Indent

Risiko Kredit Rumah Indent

Foto: unsplash.com

 

Tak bisa dipungkiri bahwa rawan terjadi penipuan yang merugikan masyarakat dalam urusan jual beli rumah indent.

 

Oleh sebab itu, Anda perlu memahami apa saja risiko kredit rumah indent sehingga bisa berhati-hati ke depannya.

 

Ada pun salah satu risiko terbesar kredit rumah indent adalah pembangunan landed house ditunda atau bahkan gagal.

 

Risiko lainnya, yaitu ketidaksesuaian unit rumah yang diterima dengan unit rumah yang dipesan sebelumnya.

 

Ya betul, hal-hal di atas cukup sering terjadi, sehingga Anda harus siap menghadapinya apabila melakukan prosedur KPR rumah indent.

 

Selain itu, sulit menemukan lembaga perbankan yang menyediakan program KPR indent, lantaran risikonya memang besar.

 

Prosedur Pengajuan KPR Rumah Indent

Prosedur-Pengajuan-KPR-Rumah-Indent

Foto: iStock

 

Secara garis besar, Anda sudah mengetahui apa saja keuntungan dan kerugian alias risiko kredit rumah indent.

 

Nah, jika keputusan Anda untuk kredit rumah indent melalui KPR sudah bulat, maka ikutilah prosedur pengajuan KPR rumah indent.

 

Penyerahan Booking Fee

Prosedur KPR rumah indent pertama ialah penyerahan booking fee alias biaya tanda jadi atau pemesanan.

 

Besar booking fee ini cukup bervariasi, biasanya mulai dari Rp1.000.000,00 hingga Rp10.000.000,00.

 

Ada pula booking fee yang mencapai puluhan juta untuk kategori hunian mewah. Namun, jarang ditemukan pada rumah indent.

 

Perjanjian Jual Beli

Langkah berikutnya adalah membuat perjanjian jual beli rumah atau disebut juga Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

 

Dokumen satu ini berfungsi sebagai pengikat penjual dan pembeli agar mematuhi kesepakatan transaksi. 

 

Detail PPJB biasanya terdiri dari informasi tentang properti, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak (penjual dan pembeli).

 

Penyerahan Dokumen

Setelah membuat PPJB yang mengikat Anda dan developer, prosedur selanjutnya adalah menyerahkan dokumen.

 

Ya betul, dokumen tersebut diserahkan kepada lembaga perbankan penyedia KPR indent yang Anda tunjuk sebagai pemberi kredit.

 

Setelah itu, pihak bank akan melakukan penilaian untuk menentukan apakah pengajuan KPR indent diterima atau ditolak.

 

Pembayaran Uang Muka

Jika pengajuan KPR indent pula dana untuk membayar biaya-biaya lain seperti provisi, appraisal dan asuransi.

 

Sementara itu, besar uang muka KPR indent biasanya tergantung kebijakan lembaga perbankan yang bersangkutan.

 

Akad Kredit

Akad kredit harus disaksikan oleh notaris yang telah ditunjuk oleh bank, atau bisa juga notaris usulan Anda.

 

Kehadiran notaris di sini, yaitu untuk mengurus semua dokumen penting yang diperlukan dalam proses pengajuan KPR inden.

 

Dokumen penting tersebut antara lain surat perjanjian kredit, akta jual beli, balik nama, pajak, sertifikat dan lain-lain.

 

Pembayaran Cicilan

Apabila surat perjanjian kredit sudah ditandatangani dan akad selesai, barulah developer akan membangun rumah pesanan Anda.

 

Lalu, Anda pun mulai membayar angsuran setiap bulannya kepada bank pemberi kredit rumah indent.

 

Sementara itu, pihak bank akan melakukan evaluasi tersendiri terhadap progress pembangunan rumah indent tersebut.

 

 

Kira-kira begitulah prosedur KPR rumah indent yang perlu Anda ketahui apabila ingin memesan properti jenis ini.

 

Perlu diketahui juga bahwa sebelum KPR indent cair, pihak bank akan meminta developer untuk membuat jaminan rumah selesai tepat waktu.

 

Spesifikasi pun harus sesuai dengan permintaan pembeli rumah. Lalu, akan ada petugas bank memeriksa progress pembangunan.

 

Nah, supaya Anda terhindar dari penipu atau developer tidak bertanggung jawab, berikut tips aman KPR rumah indent. 

 

Tips Aman KPR Rumah Indent

Tips-KPR-Rumah-Indent

Foto: iStock

 

KPR rumah indent memang berisiko, nah untuk meminimalisir risiko tersebut sebaiknya ikuti beberapa tips berikut ini.

 

Cek Rekam Jejak Pengembang

Carilah developer profesional yang tidak akan pernah mengecewakan Anda sebagai konsumen.

 

Profesionalitas developer tersebut bisa kita lihat dari rekam jejaknya. Jadi, lakukan observasi secermat mungkin.

 

Cek Legalitas

Setelah mengetahui seperti apa rekam jejak developer, tips berikutnya adalah mengecek legalitas tanah dan bangunan.

 

Ya, meskipun rumah belum jadi, Anda wajib menelusuri status kepemilikan tanah tempat rumah indent dibangun.

 

Cek Lokasi

Jangan lupa meninjau lokasi pembangunan rumah indent, karena sangat penting untuk mengetahui infrastruktur di sekitarnya.

 

Cek fasilitas publik di sekitar proyek, mulai dari pusat perbelanjaan, transportasi, sekolah, rumah sakit dan lain sebagainya.

 

Hal Lain yang Perlu Diketahui

Hal lain yang perlu Anda ketahui apabila kredit rumah indent melalui KPR, yaitu adanya sejumlah ketentuan dari pemerintah.

 

Seperti peraturan tentang proses indent seharusnya dilakukan ketika rumah memasuki proses pembangunan.

 

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 11/PRT/2019.

 

Pasal 3 ayat 1 menyebutkan pembayaran yang dilakukan oleh calon pembeli rumah kepada developer pada saat pemasaran menjadi bagian pembayaran atas harga rumah.

 

Sementara menurut pasal 7, developer—setelah dibayar—harus menyampaikan informasi mengenai jadwal pelaksanaan pembangunan.

 

Jika developer lalai melakukan tugasnya, maka pembeli bisa membatalkan pembelian rumah indent tersebut.

 

Nah apabila pembeli membatalkannya, developer wajib mengembalikan seluruh pembayaran yang sudah diterima sebelumnya.

 

Developer yang melanggar tentu bakal dikenakan hukuman pidana dengan penjara paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp500.000.000,00.

 

--

 

Itu dia hal lain yang perlu diketahui apabila Anda berpikir untuk kredit rumah indent melalui KPR.

 

Bagaimana, sudah membuat keputusan beli rumah indent? Atau, malah mempertimbangkan hunian yang siap ditempati?

 

Jika Anda berubah pikiran dan ingin beli rumah siap huni saja, maka kunjungi halaman rumah dijual atau proyek perumahan baru pilihan kami.

 

Temukan properti yang dikembangkan di berbagai wilayah populer Indonesia, seperti:

 

rumah dijual Tangerang

rumah dijual di Jakarta

rumah dijual di Bekasi

 

 

 

Author:

Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar