OK

Mengenal Spesifikasi Rumah Subsidi serta Jenisnya

30 September 2022 · 7 min read · by Shandy Pradana

Spesifikasi Rumah Subsidi

Dewasa ini, perumahan subsidi semakin banyak dibangun oleh berbagai pengembang properti.

Bagaimanapun, rumah subsidi merupakan salah satu program dari Kementerian PUPR agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki rumah layak huni.

Sama seperti rumah tapak pada umumnya, rumah subsidi juga memiliki beberapa spesifikasi dan jenisnya.

Agar lebih jelas, mari simak penjelasan singkat mengenai spesifikasi rumah subsidi di bawah ini.

4 Spesifikasi Rumah Subsidi di Indonesia

Tipe 21

Spesifikasi Rumah Subsidi Tipe 21

Spesifikasi rumah subsidi yang pertama adalah Tipe 21. Bisa dibilang kalau rumah Tipe 21 adalah ukuran rumah subsidi yang cukup banyak dibangun oleh para pengembang.

Ukuran rumah ini termasuk kecil karena hanya memiliki luas sebesar 21 meter persegi.

Banyak pengembang yang membangun rumah subsidi tipe 21 ini dengan dimensi 3×7 meter, 6×3,5 meter, sampai 5,25×4 meter.

Harga rumah tipe ini umumnya berkisar Rp150 juta-an, dan banyak ditemukan di kota-kota besar Indonesia.

Tipe 36

Spesifikasi Rumah Subsidi Tipe 36

Bagi Anda yang baru saja berkeluarga, pilihan rumah tipe 36 bisa jadi opsi terbaik.

Mengapa? Alasan utamanya adalah karena rumah subsidi ini biasanya dilengkapi oleh 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, sehingga para orang tua bisa tidur terpisah dengan anak.

Jika tertarik, Anda bisa cek langsung spesifikasi rumah subsidi yang ada di The Valley of Esma atau Griya Panorama Cimanggung.

Tipe 45

Spesifikasi Rumah Subsidi Tipe 45

Selanjutnya ada rumah tipe 45, salah satu tipe rumah subsidi yang paling banyak diincar oleh masyarakat Indonesia.

Beberapa alasannya karena faktor desain rumah subsidi dan luas bangunan dari rumah tersebut.

Dengan memiliki dimensi 6×7,5 meter, spesifikasi rumah subsidi ini memang menjadi idaman bagi keluarga yang sudah berkecukupan.

Namun sayangnya, tipe rumah ini masih jarang ditemukan. Selain itu, harga yang dibanderol juga biasanya lebih tinggi dari tipe lainnya.

Tipe 72

Spesifikasi Rumah Subsidi Tipe 72

Seperti yang diketahui, spesifikasi rumah subsidi paling maksimal yang bisa dipilih oleh masyarakat adalah rumah Tipe 72.

Tentunya hal ini cukup menggembirakan bagi generasi milenial yang ingin membeli rumah berukuran besar.

Lantaran sebelumnya rumah subsidi hanya dibatasi hingga maksimal tipe 36 saja.

Jika kamu memilih tipe rumah ini, kamu bisa memiliki 3 kamar tidur (1 kamar tidur utama, 2 kamar tidur kecil), 1 dapur, 1 ruang tamu, 1 teras, dan 1 carport minimalis.

Sayangnya, harga tipe rumah ini sangat mahal dan sulit ditemukan, meskipun kamu bisa membelinya lewat Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Ini karena batas maksimal dari plafon kredit KPR subsidi yang bisa diberikan, yang hanya senilai Rp300 juta saja.

Bila kamu berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara, maka kamu dapat memeroleh subsidi KPR subsidi sebagai berikut:

– Golongan 1 dan 2 bisa memperoleh subsidi KPR sampai Rp250 juta.

– Golongan 3 dan 4 bisa mendapatkan subsidi KPR Rp300 juta.

Berdasarkan aturan rumah subsidi terbaru, kamu bisa membeli rumah berukuran tipe 21 hingga tipe 72 sesuai dengan kebutuhan.

Tentunya, semuanya disesuaikan dengan bujet dan jenis program rumah subsidi yang bisa diikuti, yang akan dijelaskan di bawah ini.

Baca juga:

5 Keuntungan Rumah Subsidi serta Kekurangannya

4 Jenis Program Rumah Subsidi

Jenis Program Rumah Subsidi

Sepanjang tahun 2021 ini, pemerintah telah menyediakan empat program bantuan pembiayaan rumah untuk masyarakat menengah ke bawah.

Keempat program tersebut adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang juga diberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat.

Untuk alokasinya, KPR subsidi untuk FLPP sebanyak 157.500 unit yang senilai Rp 16,66 triliun dilengkapi SBUM senilai Rp 630 miliar, BP2BT 39.996 unit senilai Rp 1,6 triliun, dan Tapera dari dana masyarakat untuk 25.380 unit senilai Rp 2,8 triliun.

Agar lebih mengenal masing-masing dari program rumah bersubsidi tersebut, mari simak penjelasan berikut:

FLPP 

FLPP merupakan salah satu jenis Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) subsidi yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.

Selain FLPP, jenis KPR subsidi lain adalah Subsidi Selisih Bunga (SSB), yang dibedakan dari penerimanya.

Seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, FLPP adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR.

Dengan kata lain, FLPP hanya bisa diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam laman Kementerian PUPR juga dijelaskan kalau terdapat beberapa keuntungan dari produk KPR FLPP, yakni:

– DP atau uang muka yang lebih ringan dari jenis KPR lainnya.

– Suku bunga maksimal 5 persen.

– Sudah termasuk premi asurasni kebakaran, dan kredit tetap selama tenor dengan metode perhitungan bunga anuitas.

– Jangka waktu dapat disesuaikan dengan kesepakatan antara bank pelaksana dengan calon debitur/nasabah, maksimal 20 tahun.

Nah, untuk bisa menjadi penerima program KPR subsidi jenis ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain adalah:

– Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.

– Penerima telah berusia 21 tahun atau telah menikah.

– Penerima maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah.

– Penghasilan maksimum 8 juta untuk rumah tapak dan susun.

– Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun.

– Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, peserta KPR FLPP harus menempati rumah yang dibeli dengan skema kredit tersebut. Artinya, rumah tersebut tidak boleh dijual atau disewa kepada orang lain.

SBUM 

Nyaris sama dengan FLPP, SBUM adalah subsidi pemerintah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Bantuan ini diberikan dalam rangka untuk memenuhi sebagian atau seluruh uang muka perolehan rumah.

Bagi masyarakat yang menjadi penerima FLPP, maka secara otomatis akan menerima bantuan SBUM.

Jumlah besaran SBUM yang diterima oleh MBR disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 552/KPTS/M/2016 tentang Batasan Penghasilan Kelompok.

Sasaran KPR Bersubsidi, Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak dan Satuan Rumah Sejahtera Susun, serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan yang diberikan kepada penerima KPR Bersubsidi sebesar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah).

BP2BT 

Melansir dari laman resmi Kementerian PUPR, BP2BT adalah program bantuan pemerintah yang diberikan kepada MBR yang telah memiliki tabungan.

Tujuannya adalah untuk membantu sebagian uang muka perolehan rumah.

Atau, bisa juga sebagian dana untuk pembangunan rumah swadaya melalui kredit atau pembiayaan dari bank pelaksana.

Dalam hal ini, pemerintah bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Dikutip dari laman resmi BTN, dijelaskan kalau subsidi bantuan uang muka yang diberikan dapat mencapai Rp32,4 juta.

Pemohon setidaknya memiliki dana sebesar 5 persen dari total harga rumah.

Suku bunga yang ditawarkan sebesar 10 persen untuk tahun pertama, tahun kedua sebesar 11 persen, dan tahun ketiga sebesar 12 persen.

Untuk tahun keempat, suku bunga mengambang dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Adapun syarat untuk menjadi penerima bantuan subsidi perumahan pemerintah jenis ini adalah:

– WNI berusia 21 tahun atau telah menikah.

– Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s.d. 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo.

– Pemohon maupun pasangan (suami/istri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Pengecualian 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas.

– Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi:

> Rp 6,5 juta untuk pembelian Rumah Tapak dan Pembangunan Rumah Swadaya

> Rp 8,5 juta untuk Rumah Sejahtera Susun

– Mempunyai tabungan di dalam sistem bank dengan ketentuan batasan saldo dengan periode paling sedikit 6 (enam) bulan terakhir.

– Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil.

– Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Tapera 

Terakhir, ada KPR Tapera yang dilatarbelakangi oleh kerja sama antara Badan Pengelola (BP) Tapera dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN serta Perum Perumnas.

KPR Tapera sendiri menawarkan tiga skema pembiayaan sesuai kelompok penghasilan, yaitu:

– Kelompok penghasilan I, yaitu di bawah Rp 4 juta akan mendapatkan suku bunga KPR sebesar 5 persen fixed rate dengan tenor sampai 30 tahun.

– Kelompok penghasilan II, berkisar Rp 4 juta-Rp 6 juta dikenakan bunga KPR sebesar 6 persen fixed rate dengan tenor hingga 20 tahun.

– Kelompok penghasilan III, mulai dari Rp 6 juta-Rp 8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7 persen fixed rate serta tenor sampai dengan 20 tahun.

Adapun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para penerima manfaat KPR Tapera adalah:

– Peserta masuk ke dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),

– Belum memiliki rumah dan menjadi peserta Tapera aktif,

– Lancar membayar simpanan selama 12 bulan.

Harga rumah yang dapat dimiliki oleh peserta aktif Tapera sangat beragam, mulai dari Rp112 juta hingga Rp292 juta.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai tipe dan spesifikasi rumah subsidi serta berbagai jenis programnya.

Jangan segan untuk memperbarui informasi mengenai properti melalui situs rumah123. Anda juga mendapatkan rekomendasi perumahan berkualitas lainnya seperti Safira Garden atau The Patio Residence

 

Semoga informasi di atas membantu, ya!

Baca juga:

Ingin Renovasi Rumah Subsidi, Ini 7 Aturannya

Author:

Shandy Pradana

Simulasi Gaji KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp
Rp

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BNI
Bank BNI
Suku bunga mulai dari2,76
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,88
Tenor Max.12 Tahun