Sebelum Beli, Ketahui Keuntungan Rumah Subsidi dan Kekurangannya Ini

Keuntungan Rumah Subsidi

Foto: Kementerian PUPR

 

Jika Anda sedang mencari rumah murah, maka membeli rumah subsidi bisa jadi pilihan yang tepat. 

 

Harga yang ditawarkan juga tergolong sangat miring. Kebanyakan ada di angka tak lebih dari Rp200 juta per unitnya. 

 

Seperti namanya, rumah subsidi adalah rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. 

 

Dibangun oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Rumah dan Perumahan Rakyat (PUPR), lalu bekerja sama dengan ratusan pengembang ternama di Indonesia, rumah subsidi disediakan untuk menjawab kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman di Indonesia. 

 

Sekarang, sudah tersedia ratusan perumahan subsidi di berbagai pelosok di Indonesia. Baik di kawasan kota ataupun kabupaten sekalipun. 

 

Namun sebelum membeli, ada baiknya Anda mengetahui kekurangan dan keuntungan rumah subsidi berikut ini. 

 

4 Keuntungan Rumah Subsidi

Harga Sangat Murah

Harga Sangat Murah

 

Tentunya, ini adalah salah satu keuntungan rumah subsidi yang jadi daya tarik bagi para pencari hunian di luar sana. 

 

Karena disubsidi oleh pemerintah, harga dari rumah-rumah tapak ini berkisar antara Rp150 juta – Rp200 juta.

 

Sebagai informasi, beberapa harga rumah berbeda-beda sesuai wilayahnya. Berikut detailnya: 

 

-. Pulau Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) memiliki harga rumah subsidi dengan nilai jual maksimal Rp150,5 juta.

 

-. Pulau Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) memiliki harga baru rumah subsidi dengan nilai jual Rp164,5 juta.

 

-. Pulau Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) dengan nilai jual maksimal Rp156,5 juta.

 

-. Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu memiliki harga rumah subsidi dengan harga jual Rp168 juta.

 

-. Papua dan Papua Barat menawarkan nilai jual hingga Rp219 juta.

 

Dengan harga di kisaran Rp200 juta, Anda sudah bisa mendapatkan rumah dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. 

 

Biasanya, rumah tersebut memiliki luas bangunan 30 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi atau yang sering disebut tipe 30/60. 

 

Jadi, sekarang dapat dimengerti ya, mengapa hal ini menjadi keuntungan rumah subsidi yang paling diminati oleh orang banyak?

 

Masa Tenor Panjang dengan Cicilan Rendah

Keuntungan rumah subsidi selanjutnya masih berhubungan dengan poin sebelumnya. 

 

Mengingat harga rumah yang murah, maka cicilan yang harus dibayarkan juga menjadi rendah. 

 

Belum lagi dengan penawaran jangka waktu pinjaman atau masa tenor yang cukup panjang, yakni maksimal 20 tahun. 

 

Ditambah pengenaan bunga tetap (fixed rate) yang membuat besaran cicilan per bulannya tidak naik selama masa tenor. 

 

Rata-rata cicilan yang dibayarkan adalah sekitar Rp1 juta-an per bulan. Bahkan, ada pula yang hanya membayar cicilannya sekitar Rp800 per bulan. 

 

DP Rendah

DP Rendah

Foto: Unsplash

 

Keuntungan rumah subsidi berikutnya adalah terkait uang muka atau DP. 

 

Seperti yang diketahui, DP adalah salah satu kendala terbesar untuk membeli rumah idaman. 

 

Namun saat membeli rumah subsidi, syarat pembayaran DP tergolong sangat rendah.

 

Rata-rata DP yang dibebankan pada pembeli berkisar antara Rp10 persen atau Rp10-15 juta-an. 

 

Namun, tidak sedikit juga pengembang yang menawarkan uang muka hanya 1 persen atau bahkan 0 persen.

 

Baca juga:

Kredit Rumah Tanpa DP Kekurangan dan Kelebihannya, Yuk Kenali Lebih Jauh! 

 

Persyaratannya yang Cukup Mudah

Keuntungan rumah subsidi yang terakhir adalah persyaratannya yang cukup mudah.

 

Untuk menebus hunian ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan Peraturan Kemenpera No.3 Tahun 2014, yaitu:

 

-. WNI berusia minimal 21 tahun;

 

-. Berpenghasilan tetap (maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah sejahtera susun);

 

-. Memiliki NPWP;

 

-. Mengumpulkan fotokopi SPT dan PPh;

 

-. Tidak memiliki rumah pribadi; dan

 

-. Belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk proses kepemilikan rumah.

 

Kerugian Membeli Rumah Subsidi

Lokasi yang Sulit Dijangkau

Lokasi Jauh

 

Meskipun dijual dengan harga yang miring, rumah yang disubsidi biasanya berada jauh dari pusat kota. 

 

Hal ini wajar, mengingat harga lahan di pinggiran kota relatif lebih murah dibandingkan di pusat kota. 

 

Biasanya, lokasi pembangunan rumah ini berada di kawasan-kawasan satelit kota besar.

 

Misalnya untuk kawasan Jabodetabek, beberapa perumahan subsidi tersedia di kawasan Serpong, Tangerang Selatan atau kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. 

 

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan jarak dan juga fasilitas umum di sekitar perumahan subsidi sebelum membelinya. 

 

Misalnya, akses transportasi umum atau jalan utama yang memadai. Juga, pilih kawasan yang dinilai berpotensi untuk menjadi pusat keramaian di kemudian hari. 

 

Kualitas Rumah yang Biasa Saja

Kualitas Rumah yang Biasa Saja

 

Dibandingkan dengan rumah non-subsidi, kualitas bahan bangunan untuk rumah ini juga tergolong biasa saja. 

 

Sekali lagi, hal ini wajar karena Anda membeli rumah yang harganya bahkan tidak mencapai Rp200 juta-an. 

 

Jadi, pastikan terlebih dahulu untuk mengecek kondisi rumah yang akan dibeli. 

 

Periksa dengan teliti mulai dari pemasangan keramik, genteng, kondisi dinding dan sebagainya.

 

Itulah kekurangan dan keuntungan rumah subsidi. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam memutuskan untuk membeli hunian. 

 

Bagi Anda yang sedang mencari rumah subsidi, ada banyak pilihan di situs jual beli properti rumah123.com. Misalnya saja, Griya Bukit Intan, Perumahan Permata Indah dan masih banyak lagi.

Tambahkan Komentar