Ingin Ambil KPR? Ketahui Dulu Apa Itu SBDK, Fungsi, dan Rincian Terbarunya
Terakhir diperbarui 24 Juni 2026 · 5 min read · by Shandy Pradana

Ringkasan Artikel:
- SBDK adalah suku bunga dasar kredit yang ditetapkan bank sebagai acuan dalam penyaluran kredit, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
- Besaran SBDK memengaruhi biaya kredit yang harus dibayarkan nasabah. Semakin tinggi SBDK, semakin besar biaya pinjaman yang ditanggung.
- Komponen utama pembentuk SBDK terdiri dari harga pokok dana kredit (HPDK), biaya overhead, dan margin keuntungan bank sesuai ketentuan OJK.
- Nasabah dapat membandingkan SBDK antarbank untuk membantu memilih produk KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Sebelum memutuskan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, salah satunya adalah SBDK.
SBDK merupakan suku bunga dasar dari bank yang dijadikan acuan dalam pembayaran KPR.
Dengan memahami SBDK, Anda dapat membandingkan penawaran KPR dari berbagai bank secara lebih objektif sebelum mengambil keputusan.
Daftar Isi:
Apa Itu SBDK?

Foto: Unsplash
SBDK adalah tingkat suku bunga yang ditentukan oleh lembaga perbankan kepada nasabah yang mengajukan kredit seperti KPR.
Suku bunga ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besarnya biaya kredit yang harus dibayarkan oleh nasabah setiap bulannya.
Semakin tinggi suku bunga dasar kredit yang diterapkan, semakin tinggi pula biaya kredit yang harus dibayarkan oleh nasabah.
Suku bunga dasar kredit dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Tingkat inflasi
- Tingkat suku bunga BI
- Kebijakan moneter
SBDK dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.
Apa Saja Komponen Penentu Besaran SBDK?

SBDK mengacu pada Bank Indonesia 7 day Reverse Repo Rate agar kondisi ekonomi tetap stabil dan terkendali.
Dalam hal ini, bank akan menetapkan besaran suku bunga dasar berdasarkan tiga komponen utama.
Menurut buku Bank & Lembaga Keuangan Non-Bank oleh Sudiah Hestianah, dkk., rincian komponen suku bunga dasar kredit diatur pada SE OJK No. 9/SEOJK.03/2020, yaitu sebagai berikut:
- Harga pokok dana kredit (HPDK) terdiri dari biaya simpanan, biaya jasa dan lainnya.
- Biaya overhead, meliputi biaya gaji pegawai, biaya promosi dan pemasaran, biaya pendidikan dan pelatihan, biaya sewa, biaya penyusutan harta tetap dan tidak tetap serta biaya lainnya.
- Margin keuntungan (profit margin), bank menetapkan dalam penyaluran kredit.
Setelah menetapkan besarannya, setiap perbankan wajib mengumumkan nilainya secara transparan melalui situs Bank Indonesia, kantor cabang, kantor pusat, dan situs lainnya.
Karena itu, Anda bisa membandingkan SBDK dari satu bank dengan bank lainnya, sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR.
Baca juga:
Ingin Beli Rumah Saat BI Rate Naik? Jangan Ragu, Ini Strategi Cerdas yang Bisa Dilakukan
Simulasi Kemampuan KPR
Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.
Berapa SBDK Bank Terbaru?

Setelah mengetahui apa itu SBDK beserta komponen penentunya, sekarang saatnya Anda mengetahui besaran suku bunga di beberapa bank Indonesia.
Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan laman perbankan, berikut daftar SBDK KPR terbaru:
- Bank BRI: 9%
- Bank BNI: 8,50%
- Bank Mandiri: 12%
- Bank BTN: 7,95%
- Bank Danamon: 8,50%
- Bank Permata: 9%
- Bank BCA: 9,14%
- Maybank Indonesia: 9,39%
- Bank Panin: 8,56%
- Bank CIMB Niaga: 8,70%
- Bank OCBC NISP: 8,50%
Perlu diketahui kalau suku bunga ini belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang berasal dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur.
Baca juga:
Cicilan KPR Naik Setelah Fixed Rate Habis? Kenali Floating Rate & Solusi yang Bisa Dipilih
Jika Anda ingin mengetahui info suku bunga fixed dan promo lainnya, bisa langsung cek halaman pilihan bank KPR di Rumah123.
Simulasi KPR Bank BTN
Hitung pembiayaan KPR Bank BTN dengan bunga terbaik di Rumah123
Tabel Ringkasan SBDK
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Pengertian SBDK | Suku bunga dasar kredit yang menjadi acuan penyaluran kredit oleh bank |
| Fungsi SBDK | Membantu menentukan biaya kredit yang harus dibayar nasabah |
| Komponen SBDK | HPDK; biaya overhead; dan margin keuntungan |
| Dasar Regulasi | SE OJK No. 9/SEOJK.03/2020 |
| Faktor yang Mempengaruhi | Inflasi; suku bunga BI; dan kebijakan moneter |
FAQ SBDK
Apa itu SBDK?
SBDK adalah suku bunga dasar kredit yang ditetapkan bank sebagai acuan dalam pemberian kredit kepada nasabah, termasuk untuk produk KPR.Apa fungsi SBDK dalam KPR?
SBDK berfungsi sebagai dasar perhitungan bunga kredit sehingga memengaruhi besarnya cicilan dan biaya pinjaman yang harus dibayar nasabah.Apa saja komponen penentu SBDK?
Harga pokok dana kredit (HPDK), biaya overhead, dan margin keuntungan (profit margin) bank.Apakah SBDK sama dengan bunga KPR yang dibayar nasabah?
Tidak. SBDK belum memperhitungkan premi risiko debitur dan komponen lainnya sehingga bunga KPR yang diterima nasabah dapat berbeda dari SBDK yang diumumkan bank.Mengapa perlu membandingkan SBDK antarbank?
Membandingkan SBDK membantu calon debitur mengetahui bank yang menawarkan dasar suku bunga lebih kompetitif sehingga dapat menjadi pertimbangan sebelum mengajukan KPR.
***
Semoga ulasannya bermanfaat.
Ada pertanyaan lain seputar KPR? Kunjungi Teras123 sekarang juga!
Tak lupa, cari hunian impian di Rumah123, #RumahUntukSemua.

