OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Pajak Jual Beli Tanah di Bawah 60 Juta, Segini Besarannya!

Dipublikasikan 22 Nopember 2023 · 4 min read · by Rachmi Arin Timomor

Pajak Jual Beli Tanah Dibawah 60 Juta

Ada berita baik untuk kamu yang sedang menghitung pajak jual beli tanah di bawah 60 juta, pasalnya transaksi tersebut berpotensi terbebas dari beban pajak alias gratis.

Melansir laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, transaksi jual beli tanah dan bangunan yang harganya di bawah 60 juta dibebaskan biaya PPh sebesar 2,5%.

Peraturan ini berlaku bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak kena pajak.

Individu dengan penghasilan tidak kena pajak adalah mereka yang melakukan pengalihan hak atas tanah atau bangunan, dengan jumlah nilai kotornya kurang dari 60 juta.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal tersebut, simak ulasannya di bawah ini.

Ketentuan Pajak Jual Beli Tanah di Bawah 60 Juta

Kita sudah mengetahui bahwa pajak jual beli tanah di bawah 60 juta terbebas dari PPh 2,5%, tetapi apakah pembeli akan dibebankan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)?

Berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) adalah minimal 60 juta.

Karena itu, transaksi jual beli tanah di bawah 60 juta tidak dikenakan BPHTB.

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"Pasang Iklan Sekarang","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pemilik-properti\/?utm_source=panduan123&utm_medium=artikel&utm_campaign=homeowner&utm_term=owner","custom_desc":"Jaring calon pembeli dengan cepat dari seluruh Indonesia","custom_cta":"Pelajari Lebih Lanjut","custom_background":"https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerDesktop.png, https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerMobile.png","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Kendati demikian, penjual akan dikenakan pajak penghasilan atas penjualan tanah atau bangunan (PPhTB) sebesar 2,5%.

Bicara soal menjual tanah dan bangunan, saat ini kamu bisa memasarkan properti secara mudah dan cepat melalui laman Rumah123, lho.

Yuk, lakukan registrasi segera dengan mengklik tautan berikut ini.

Jenis-Jenis Pajak Jual Beli Tanah

1. PPN Pembelian Tanah

Jenis Pajak Pembelian Tanah PPN Pembelian Tanah

PPN adalah salah satu instrumen pajak yang harus ditanggung pembeli dalam proses jual beli tanah.

Namun, pengenaan PPN dalam pembelian tanah tidak bersifat mutlak, serta dapat dikenakan dalam situasi tertentu.

Situasi yang membuat pembeli dikenakan PPN adalah, bila tanah tersebut dibeli dari orang atau perusahaan berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Adapun besaran PPN yang harus ditanggung pembeli adalah 11% dari nilai jual tanah.

Ketentuan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang No.7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, atau dikenal sebagai UU HPP Bab IV pasal 7 ayat (1) tentang PPN.

2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, BPHTB ditanggung oleh pembeli tanah.

Dasar perhitungan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), dengan tarif 5% dari nilai perolehan objek pajak dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Jadi, BPHTB tanah maupun bangunan nilainya akan berbeda dari satu daerah dan daerah lainnya.

Lalu, antara NPOP dan NJOP, mana yang layak untuk disepakati sebagai harga tanah?

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"Daftar Jadi Agen","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/agen-registrasi\/","custom_desc":"Kembangkan karir dan raih peluang jadi agen properti sukses","custom_cta":"Saya Tertarik","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2020\/11\/09103740\/agen-banner-panduan.jpg, https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2020\/11\/09103740\/agen-banner-panduan.jpg","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Anda bisa memilih salah satu dari keduanya, karena pada dasarnya NPOP dan NJOP adalah harga yang telah disepakati penjual maupun pembeli.

Meski begitu, tidak hanya NPOP dan NJOP yang bisa memengaruhi besaran pajak, ada pula Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Jenis pajak lain yang akan dikenakan dalam jual beli tanah adalah PBB.

Sebenarnya, tidak ada aturan pasti siapa yang harus menanggung PBB dalam jual beli tanah.

Namun, satu hal yang pasti, pajak ini dikenakan secara rutin setiap tahunnya kepada pemilik tanah.

Meskipun dalam proses jual beli PBB dibayarkan oleh penjual, pembeli selaku pemilik baru bidang tanah tetap akan dikenakan bea ini pada tahun pajak berikutnya.

Demikian penjelasan singkat mengenai pajak jual beli tanah di bawah 60 juta.

Punya pertanyaan seputar properti? Yuk, Tanya Rumah123 di sini!

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.