Rumah RISHA, Alternatif Hunian Terjangkau

rumah risha

 

Kepemilikan rumah saat ini masih masih didominasi oleh kalangan kelas menengah yang memiliki gaji stabil.

 

Meskipun sudah banyak program bunga KPR ringan, tetap saja kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit mendapatkan hunian yang layak.

 

Ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan masih terlihat jelas, meskipun berbagai program perumahan sudah digalakkan.

 

Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan berbagai solusi, mulai dari rumah DP 0 hingga hadirnya rumah RISHA.

Apa Itu Rumah RISHA?

Apa Itu Rumah RISHA

Foto: kementrianpupr

 

Ya, RISHA merupakan sebuah singkatan dari kata ‘Rumah Instan Sederhana Sehat’.

 

Rumah RISHA merupakan rumah layak huni dengan harga terjangkau dan bisa dibangun dalam waktu singkat.

 

Singkatnya, waktu pembangunan tersebut membuat rumah RISHA disebut juga sebagai rumah teknologi instan.

 

Rumah instan ini muncul sebagai inovasi yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR.

 

Inovasi itu didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau.

 

Hasil pengembangan Kementerian PUPR ini hadir pada 2004. Lalu, diaplikasikan untuk pertama kalinya pada 2006 di Aceh.

 

Pada saat itu, tujuan diaplikasikannya rumah RISHA untuk menaungi korban tsunami. Total yang dibangun, yaitu 11.000 unit.

 

Rumah RISHA dirancang sedemikian rupa dan diklaim memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Ia dirancang dengan konsep knock down alias bisa dibongkar pasang sehingga lebih moveable daripada rumah tapak biasa.

 

Sebagai informasi, setiap komponen rumah RISHA mengacu pada ukuran modular sehingga bersifat fleksibel.

 

Selain fleksibel, komponen rumah ini juga bisa dibilang efisien dalam hal konsumsi bahan bangunan.

 

Nah sampai dengan saat ini, sudah dibangun 60.000 lebih rumah RISHA di wilayah Indonesia.

 

Puluhan unit rumah tersebut tentunya diperuntukkan bagi MBR atau warga kelas menengah bawah. 

Prinsip Kerja dalam Membangun Rumah RISHA

Prinsip Kerja dalam Membangun Rumah RISHA

Foto: solusikontruksi

 

Struktur utama rumah RISHA adalah beton bertulang. Pembangunannya tidak menggunakan batu bata.

 

Komponen rumah ini dibangun di dua tempat, yaitu di industri komponen dan installing di site.

 

Prosesnya bisa dilakukan secara paralel, yaitu pada saat lokasi pembangunan rumah dimatangkan.

 

Saat komponen siap dan lokasi pembangunan rumah sudah matang, langkah selanjutnya merakit atau meng-install di site.

 

Usut punya usut, banyak orang yang berminat untuk membangun rumah RISHA karena keunikannya.

 

Respon dari pengguna produk pun cukup tinggi. Selain itu, rumah RISHA diminati untuk kebutuhan pembangunan vila.

Fitur dan Harga Rumah RISHA

Fitur dan Harga Rumah RISHA

Foto: kementrianpupr

 

Rumah RISHA terdiri dari tiga komponen utama, yaitu komponen P1, P2, dan P3. Selain itu, ada juga panel dinding dan kusen.

 

Nah, untuk membangun satu modul rumah RISHA dibutuhkan 40 panel. Rinciannya, yaitu 24 panel P1, 8 panel P2, dan 8 panel penyambung alias simpul P3.

 

P1 mempunyai ukuran tebal 2,5 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 120 cm. Panel ini dikelilingi oleh frame ukuran 6 x 10 cm.

 

Sementara P2 mempunyai tebal 2,5 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 120 cm, sedangkan frame yang mengelilinginya berukuran 6 x 10 cm.

 

P3 atau disebut juga simpul mempunyai ukuran tebal 2,5 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 30 cm. Ia dikelilingi oleh frame ukuran 6 x 10 cm.

 

Contohnya, rumah RISHA tipe 33 membutuhkan bahan bangunan sebagai berikut:

 

- Panel struktur

- Panel dinding

- Panel kusen

- Atap, kaca, sanitair, daun pintu, finishing, dan lain-lain

 

Bahan bangunan yang disebutkan di atas dibanderol dengan harga yang bersahabat.

 

Bayangkan saja, untuk membeli rumah RISHA kamu tidak perlu menyiapkan bujet ratusan juta.

 

Bujet di bawah Rp50 juta rupiah pun masih memungkinkan, apalagi jika dilengkapi dinding beton dan plafon gipsum.

 

Baca juga:

Wajib Coba, 5 Cara Mencari Rumah Murah di Jakarta

Kelebihan Rumah RISHA

kelebihan rumah risha

Hemat Tenaga Kerja

 

Tahukah Anda, untuk membangun satu unit rumah RISHA tidak butuh banyak orang?

 

Tenaga kerja yang dibutuhkan hanya tiga orang saja. Lalu, waktu pembangunannya pun singkat.

 

Dengan demikian, rumah RISHA bisa ditempati lebih cepat, bahkan bisa dalam waktu satu hari saja.

 

Hal ini menunjukkan ketepatan teknologi yang diterapkan, karena mendorong peningkatan produktivitas kerja.

Mutu Terjamin

 

Meskipun tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit dan waktu pembangunannya singkat, rumah RISHA mempunyai mutu terjamin.

 

Bagaimana tidak, semuanya terukur dan terkonsentrasi pada saat proses produksinya.

 

Saat pembangunan secara massal pun mutu antara satu bangunan dengan bangunan yang lainnya sama.

 

Jadi apabila Anda bertanya-tanya soal mutu rumah RISHA, sudah pasti jawabannya tidak perlu diragukan.

Hemat Bahan Bangunan

Hemat Bahan Bangunan

 

Jika dilihat dari sisi konsumsi, maka rumah RISHA hanya mengonsumsi sekitar 60% bahan bangunan.

 

Karena itu, rumah RISHA bisa dibilang lebih ramah lingkungan dibanding rumah tapak yang dibangun secara konvensional.

 

Rumah RISHA lebih hemat sumber daya alam, hemat energi, hemat pemeliharaan dan hemat waktu.

 

Selain itu, bahan bangunan yang terbuang pun relatif kecil karena mengacu pada ukuran modular.

Lebih Tahan Gempa

Lebih Tahan Gempa

Foto: nsf

 

Kelebihan yang satu ini bukan isapan jempol belaka. Buktinya, rumah RISHA diaplikasikan untuk pertama kalinya pada 2006 di Aceh.

 

Rumah RISHA merupakan rumah tahan gempa, karena bobotnya ringan sehingga dinilai lebih aman.

 

Masing-masing bobot ketiga jenis komponen utama yang menyusunnya, yaitu hanya 50 kg.

 

Namun perlu digarisbawahi, meskipun terdiri dari komponen yang ringan, pembangunan rumah RISHA tetap perlu keahlian khusus.

 

Bicara soal rumah tahan gempa, ada satu perumahan yang memiliki konstruksi tahan gempa dari Jepang, yakni Reiwa Town.

 

Bukan hanya material dan konstruksi berstandar Jepang, rumah dijual di Depok ini juga menerapkan kawasan hunian berkonsep Japanese lifestyle yang memukau.

Bisa Menjadi Rumah Tumbuh

Bisa Menjadi Rumah Tumbuh

Foto: gnetindonesia

 

Ya, rumah RISHA bobotnya memang lebih ringan dibanding rumah tapak biasa. Namun, masih memungkinkan apabila ingin dirancang sebagai rumah tumbuh, baik vertikal maupun horizontal.

 

Konsep rumah tumbuh memang jadi solusi jitu untuk menyiasati kebutuhan ruang di masa depan, seperti perumahan Naira Residence dan Grand Amarillo.

 

Rumah RISHA vertikal bisa dikembangkan hingga dua lantai, ini bisa dilakukan tanpa mengubah bagian bawah.

 

Syarat lantai kedua, yaitu menggunakan balok loteng dan papan kayu atau multiblok untuk konstruksi lantainya. 

Kekurangan Rumah RISHA

 

Jika ada kelebihan, maka ada juga kekurangannya. Namun, jumlah kekurangan rumah RISHA tidak sebanyak kelebihannya.

 

Minus rumah instan ini di antaranya denah rumah terlihat kaku, dan apabila dibangun satuan harga rumah bisa mahal.

 

Disebut denah kaku karena komponennya mengacu pada ukuran modular, sehingga akan repot apabila lahannya di luar ukuran modul.

 

Lalu, harga satuan rumah bisa menjadi cukup mahal karena harus berinvestasi pada cetakan.

 

Ya, sekian seluk-beluk rumah RISHA yang menarik untuk Anda pertimbangkan.

 

Membangun rumah RISHA memang menarik. Namun apabila lebih cocok dengan rumah tapak biasa, cari saja melalui rumah123.com!

 

Baca juga:

Mengenal Konsep Perumahan Green Living dan Rekomendasinya

 

Author:

Miyanti Rahman