Perbedaan KPR Subsidi dan Non Subsidi, Mana yang Paling Cocok Untukmu?
Terakhir diperbarui 17 Juli 2026 · 7 min read · by Yongky Yulius

Ringkasan Artikel:
- Perbedaan KPR subsidi dan non subsidi terletak pada target penerima, suku bunga, uang muka (DP), harga rumah, serta jenis properti yang dapat dibeli.
- KPR subsidi merupakan program pemerintah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan bunga tetap sekitar 5% per tahun, DP mulai 1%, dan cicilan yang stabil hingga lunas.
- KPR non subsidi atau KPR komersial dikelola oleh bank tanpa bantuan pemerintah sehingga bunga mengikuti pasar, pilihan properti lebih beragam, dan tidak memiliki batasan harga rumah.
- Pilih KPR subsidi jika mengutamakan cicilan ringan dan rumah pertama. Sebaliknya, pilih KPR non subsidi jika menginginkan lokasi lebih strategis, spesifikasi rumah yang lebih baik, atau fleksibilitas dalam memilih properti.
Perbedaan KPR subsidi dan non subsidi terletak pada target penerima, suku bunga, dan harga rumah.
KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang didukung pemerintah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga tetap 5% per tahun dan harga rumah terbatas.
Sementara itu, KPR non subsidi tidak mendapat bantuan pemerintah sehingga bunga mengikuti pasar (7–12%) dan tidak ada batasan harga properti.
Di antara keduanya, mana yang harus kamu pilih? Mari ketahui jawabannya melalui artikel ini!
Daftar Isi:
- Apa itu KPR Subsidi?
- Apa Syarat KPR Subsidi?
- Apa Itu KPR Non Subsidi?
- Apa Syarat KPR Non Subsidi?
- Apa Kelebihan dan Kekurangan KPR Subsidi dan Non Subsidi?
- Kelebihan KPR Subsidi
- Kekurangan KPR Subsidi
- Kelebihan KPR Non Subsidi
- Kekurangan KPR Non Subsidi
- KPR Subsidi atau Non Subsidi, Mana yang Paling Pas Untukmu?
- Ringkasan KPR Subsidi vs KPR Non Subsidi
Apa itu KPR Subsidi?

KPR subsidi adalah fasilitas kredit rumah yang disediakan pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program ini menawarkan berbagai keuntungan, seperti suku bunga rendah dan tetap (fixed rate) sepanjang masa kredit sehingga besaran cicilan tidak berubah hingga lunas.
Selain itu, uang muka (down payment/DP) juga sangat ringan, mulai dari 1% dari harga rumah sehingga kebutuhan dana awal menjadi lebih terjangkau.
Salah satu bank yang menyalurkan pembiayaan KPR Subsidi adalah Bank Tabungan Negara (BTN) yang selama ini dikenal sebagai bank dengan fokus pada pembiayaan sektor perumahan.
Apa Syarat KPR Subsidi?
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Penghasilan maksimal Rp8,5 juta per bulan untuk rumah tapak.
- Belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan.
- Bekerja minimal 1 tahun (sebagai ASN, karyawan swasta, atau wirausaha).
- Rumah yang dibeli merupakan unit baru dari developer yang telah terdaftar di PUPR.
- Luas tanah maksimal 200 m² dan luas bangunan tidak lebih dari 36 m².
Baca juga:
7 Penyebab KPR Subsidi Ditolak Bank BTN Beserta Solusinya
Apa Itu KPR Non Subsidi?

KPR non subsidi adalah fasilitas kredit rumah yang sepenuhnya dikelola bank, tanpa bantuan pemerintah.
Berbeda dengan KPR subsidi, suku bunga, plafon kredit, tenor, DP, serta persyaratan pengajuan ditetapkan oleh masing-masing bank sesuai dengan kebijakan internal dan kondisi pasar.
Karena tidak dibatasi oleh ketentuan program pemerintah, KPR non subsidi atau komersial dapat diajukan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan bank tanpa harus masuk dalam kategori MBR.
Simulasi KPR Bank BTN
Hitung pembiayaan KPR Bank BTN dengan bunga terbaik di Rumah123
Apa Syarat KPR Non Subsidi?
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki penghasilan tetap (karyawan, wiraswasta, atau profesional).
- Masa kerja minimal 1–2 tahun atau usaha berjalan ≥2 tahun.
- Riwayat kredit baik di sistem SLIK OJK yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan.
- Menyiapkan dokumen identitas (KTP, KK, NPWP, surat nikah jika ada).
- Menyertakan dokumen penghasilan (slip gaji, rekening koran, atau laporan usaha).
- Menyediakan uang muka (DP), sekitar 10–30% dari harga rumah.
- Properti memiliki legalitas lengkap (sertifikat tanah, izin bangunan, dan dokumen jual beli).
Baca juga:
Berapa Minimal DP KPR Beli Rumah di Indonesia? Ini Ketentuannya!
Apa Kelebihan dan Kekurangan KPR Subsidi dan Non Subsidi?
Kelebihan KPR Subsidi
- Bunga tetap 5 persen per tahun sepanjang tenor, tidak terpengaruh kenaikan suku bunga.
- DP ringan, hanya 1 persen dari harga rumah.
- Cicilan lebih pasti dan mudah direncanakan karena bunga tetap.
Kekurangan KPR Subsidi
- Pilihan lokasi dan ukuran sangat terbatas karena harga rumah dibatasi berdasarkan wilayah.
- Tidak bisa untuk rumah bekas. Hanya untuk rumah baru dari developer terdaftar.
- Tidak semua orang bisa mengakses karena ada batasan penghasilan (maksimal Rp8,5 juta per bulan).
- Tidak bisa dimiliki jika sudah pernah dapat subsidi perumahan sebelumnya.
Kelebihan KPR Non Subsidi
- Tidak ada batasan harga properti.
- Bisa untuk banyak jenis properti, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruko.
- Tenor KPR lebih panjang, bisa sampai 30 tahun.
- Bisa diajukan di hampir semua bank umum.
- Bunga lebih fleksibel, bisa ada produk fixed, floating, atau kombinasi.
Kekurangan KPR Non Subsidi
- Bunga lebih tinggi, sekitar 7-12 persen.
- Bunga bisa naik mengikuti kebijakan suku bunga BI-Rate setelah periode fixed habis.
- DP besar, minimal 10-30 persen dari harga properti.
KPR Subsidi atau Non Subsidi, Mana yang Paling Pas Untukmu?
Pilih KPR subsidi jika prioritasmu adalah keamanan cicilan dan beberapa faktor berikut ini:
- Kondisi keuangan: Gaji pokok berada di rentang Rp4 juta-Rp8 juta per bulan.
- Ketahanan bunga: Kamu mencari bunga yang tidak naik atau turun mengikuti suku bunga BI-rate.
- Kesabaran lokasi: Kamu tidak keberatan tinggal sedikit lebih jauh dari pusat kota atau menggunakan transportasi umum (KRL/Busway) demi memiliki aset rumah sendiri.
- Status: Ini merupakan rumah pertamamu dan berniat untuk menempatinya sendiri.
Pilih KPR non subsidi jika prioritasmu adalah lokasi, fasilitas dan fleksibilitas. Berikut faktor lengkapnya:
- Kondisi keuangan: Penghasilanmu di atas Rp10 juta atau kamu memiliki dana darurat yang cukup untuk mengantisipasi kenaikan bunga floating.
- Kualitas hidup dan lokasi: Kamu ingin rumah yang dekat dengan kantor, pusat perbelanjaan, atau memiliki spesifikasi bangunan yang lebih premium tanpa batasan luas maksimal 36 meter persegi.
- Kebebasan aset: Kamu berencana menjadikan rumahnya jadi investasi properti, menjualnya kembali dalam waktu dekat, atau berencana merenovasinya.
Simulasi Kemampuan KPR
Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.
Ringkasan KPR Subsidi vs KPR Non Subsidi
| Aspek | KPR Subsidi | KPR Non Subsidi |
|---|---|---|
| Pengelola Program | Pemerintah melalui program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) | Bank komersial |
| Target Penerima | Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) | Masyarakat umum |
| Suku Bunga | Tetap sekitar 5% per tahun | Mengikuti pasar sekitar 7–12% |
| Uang Muka (DP) | Mulai sekitar 1% dari harga rumah | Sekitar 10–30% dari harga properti |
| Batas Harga Rumah | Ada batas harga sesuai ketentuan pemerintah | Tidak ada batasan harga |
| Jenis Properti | Rumah baru dari developer terdaftar | Rumah baru; rumah bekas; apartemen; ruko; dan properti lainnya |
| Luas Rumah | Terbatas (maksimal luas bangunan sekitar 36 m²) | Lebih fleksibel sesuai jenis properti |
| Kriteria Penghasilan | Maksimal sekitar Rp8.5 juta per bulan | Tidak ada batas penghasilan |
| Risiko Perubahan Cicilan | Stabil karena bunga tetap (fixed) | Berpotensi naik saat memasuki masa bunga floating mengikuti BI-Rate dan kebijakan bank |
***
Untuk informasi lebih lanjut seputar KPR, simulasi cicilan, dan tips membeli rumah pertama, kunjungi terus Panduan Rumah123.
Tak lupa, temukan hunian impian kamu hanya di Rumah123, #RumahUntukSemua.

