OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Mengenal Floating Rate KPR dan Bedanya dengan Fixed Rate
r123-share-title

Terakhir diperbarui 27 April 2026 · 4 min read · by Septian Nugraha

Floating Rate KPR

Ringkasan Artikel:

  • Floating rate adalah suku bunga KPR yang berubah mengikuti kondisi pasar atau acuan dari Bank Indonesia.
  • Cicilan KPR dengan floating rate bisa naik atau turun sesuai perubahan suku bunga.
  • Floating rate berpotensi lebih ringan saat bunga turun, tetapi berisiko naik saat bunga meningkat.
  • Contoh kasus menunjukkan cicilan Rp1 juta dapat naik menjadi Rp1,3 juta saat bunga naik.
  • Floating rate berbeda dengan fixed rate yang cicilannya tetap dan lebih stabil.

Floating rate adalah suku bunga yang dapat berubah-ubah mengikuti kondisi pasar atau acuan tertentu.

Artinya, besaran bunga yang harus dibayar tidak tetap dan bisa naik atau turun selama periode pinjaman. 

Floating rate sering digunakan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama setelah masa bunga tetap (fixed rate) berakhir.

Simak apa itu floating rate KPR mulai dari pengertian hingga bedanya dengan suku bunga fixed rate.

Apa Itu Floating Rate KPR?

Apa Itu Bunga Floating KPR

Menurut Bank Indonesia, floating rate adalah suku bunga yang mengacu pada perubahan suku bunga pasar atau suku bunga acuan, seperti BI Rate atau BI 7-Day Reverse Repo Rate.

Artinya, jika suku bunga acuan naik, bunga pinjaman juga ikut naik.

Sebaliknya, jika suku bunga acuan turun, bunga pinjaman bisa ikut turun.

Floating rate diterapkan oleh bank untuk menyesuaikan risiko pasar dan kondisi ekonomi sehingga besaran cicilan bisa berubah dari waktu ke waktu.

Cek Kemampuan KPR di Rumah123

Simulasi Kemampuan KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp /bulan
Tahun
Hasil Simulasi
Harga Properti Maksimal Rp. 3.560.495.673
Angsuran maksimal yang disarankan Rp. 30.000.000
Uang muka yang harus disiapkan Rp. 712.099.135
*Hasil berdasarkan suku bunga terendah di Rumah123, dan asumsi kamu tidak memiliki cicilan bulanan lain yang berjalan saat ini.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Floating Rate KPR?

Kelebihan dan kekurangan Floating Rate KPR

Kelebihan Floating Rate

  • Potensi bunga lebih rendah saat suku bunga pasar turun
  • Menyesuaikan kondisi ekonomi secara langsung
  • Memberi peluang cicilan lebih ringan di periode tertentu
  • Cocok untuk pinjaman jangka panjang
  • Lebih fleksibel dibanding bunga tetap

Kekurangan Floating Rate

  • Cicilan tidak tetap karena mengikuti perubahan suku bunga pasar
  • Risiko cicilan meningkat saat suku bunga acuan dari Bank Indonesia naik
  • Kenaikan bunga lebih sering terjadi dibanding penurunan, sehingga beban bisa bertambah
  • Sulit membuat perencanaan keuangan jangka panjang
  • Berpotensi menyebabkan kesulitan pembayaran jika cicilan naik drastis
  • Membutuhkan dana cadangan untuk mengantisipasi kenaikan bunga

Baca juga:

Cara Menghitung KPR yang Mudah sebelum Ajukan Kredit Rumah

Bagaimana Contoh Kasus KPR Floating Rate?

Misalnya, pada awal kredit, suku bunga KPR ditetapkan sebesar 10% dengan cicilan sekitar Rp1 juta per bulan.

Setelah dua tahun, terjadi kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia sehingga bunga KPR berubah menjadi 13%.

Akibatnya, cicilan bulanan juga ikut meningkat. Pada tahun ketiga, cicilan yang sebelumnya Rp1 juta naik menjadi sekitar Rp1,3 juta per bulan.

Contoh ini menunjukkan bahwa pada sistem floating rate, perubahan suku bunga akan langsung memengaruhi jumlah cicilan yang harus dibayar.

Baca juga:

Cara Menghitung Kemampuan Beli Rumah dari Gaji dengan Mudah

Apa Perbedaan Floating Rate dan Fixed Rate KPR?

Perbedaan Floating Rate dan Fixed Rate KPR

Selain floating rate atau suku bunga berjalan, ada pula suku bunga fixed rate pada skema KPR.

Perbedaan floating rate dan fixed rate pada KPR terletak pada stabilitas bunga dan cicilan.

Berikut adalah perbedaannya.

Floating RateFixed Rate
ArtiSuku bunga berubah mengikuti pasar atau dari BISuku bunga tetap dalam periode tertentu
CicilanBisa naik atau turun sesuai perubahan bungaTetap dan stabil selama periode berlaku
RisikoLebih tinggi karena bunga bisa naikLebih rendah karena bunga tidak berubah
KeuntunganBerpotensi lebih murah saat bunga turunMudah direncanakan dan lebih aman

Fixed vs Floating Rate KPR, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Fixed rate lebih menguntungkan bagi yang menginginkan kepastian cicilan.

Dengan bunga yang tetap, perencanaan keuangan menjadi lebih stabil dan aman, terutama untuk masa awal KPR.

Sementara itu, floating rate lebih menguntungkan ketika suku bunga sedang turun.

Dalam kondisi ini, cicilan bisa menjadi lebih ringan dibandingkan fixed rate.

Namun, pada sistem floating rate, suku bunga dari Bank Indonesia dapat berubah sewaktu-waktu sehingga cicilan juga bisa meningkat jika kondisi pasar naik.

Kesimpulan:

  • Fixed rate cocok untuk stabilitas dan keamanan finansial
  • Floating rate cocok untuk peluang cicilan lebih rendah, namun dengan risiko perubahan

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123
Bank BCA
Bunga mulai
1.69%
Tenor maks.
20 tahun
Angsuran mulai dari
Rp. 1.179.200
Bank Mandiri
Bunga mulai
2.6%
Tenor maks.
30 tahun
Angsuran mulai dari
Rp. 960.815
Bank BTN
Bunga mulai
2.65%
Tenor maks.
30 tahun
Angsuran mulai dari
Rp. 967.113
*Perhitungan angsuran berdasarkan tenor maksimal, harga rumah Rp 300 juta, dan uang muka 20%. Lihat Semua Bank

FAQ

Apa itu floating rate KPR?
Floating rate KPR adalah suku bunga pinjaman rumah yang berubah mengikuti kondisi pasar atau acuan dari Bank Indonesia.
Apa keuntungan floating rate?
Berpotensi mendapatkan cicilan lebih ringan saat suku bunga pasar turun.
Apa risiko floating rate?
Cicilan bisa meningkat saat suku bunga naik sehingga beban pembayaran bertambah.
Apa beda floating rate dan fixed rate?
Floating rate berubah mengikuti pasar, sedangkan fixed rate memiliki cicilan yang tetap selama periode tertentu.

***

Demikianlah ulasan mengenai bunga floating rate KPR yang penting untuk diketahui.

Punya pertanyaan lain seputar properti? Yuk, diskusikan di Teras123!

Semoga bermanfaat.

{"attributes":{"type":"popupbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2025\/11\/Pop-Up-Banner-TERAS123.jpg","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/teras123\/?utm_source=panduan123&utm_medium=pop-upbanner&utm_campaign=teras123","first_open":"true","position":"overlay","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}
{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2024\/06\/25100736\/Tebus-Rumah-03.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/properti-penawaran-khusus\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=penawarankhusus","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}