OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Biaya Tersembunyi Saat Membeli Rumah yang Sering Terlewat, Apa Saja?
r123-share-title

Terakhir diperbarui 12 Oktober 2026 · 5 min read · by Yongky Yulius

Ringkasan Artikel:

  • Saat membeli rumah, biaya yang harus disiapkan bukan hanya DP dan cicilan, tetapi juga biaya legalitas, KPR, renovasi, hingga utilitas setelah pindahan.
  • Banyak pembeli rumah lupa menghitung biaya tersembunyi seperti BPHTB, notaris, provisi bank, dan asuransi KPR sehingga keuangan menjadi kaget di akhir proses transaksi.
  • Agar lebih aman, siapkan dana cadangan sekitar 10–15% dari harga rumah untuk meng-cover seluruh biaya tambahan saat membeli properti.

Biaya tersembunyi saat membeli rumah adalah pengeluaran tambahan di luar uang muka (DP) dan cicilan pokok yang wajib disiapkan.

Biaya ini sering terlewat karena tidak selalu diperhitungkan sejak awal.

Akibatnya, kamu bisa kesulitan menyiapkan dana ketika tagihan tersebut harus dibayarkan.

Apa Saja Biaya Tersembunyi saat Membeli Rumah?

  • BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan): Besarannya 5 persen dari nilai transaksi rumah setelah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).
  • Biaya Notaris / PPAT: Sekitar 0,5 persen hingga 1 persen dari nilai properti. Untuk mengurus Akta Jual Beli (AJB), balik nama sertifikat, dan pengecekan keaslian sertifikat.
  • Biaya Cek Sertifikat & PNBP: Untuk memastikan rumah tidak sedang dalam sengketa atau jaminan bank.

Web-Banner-Campaign-RumahUntukSemua-All-User-1280x305px

2. Biaya Pengajuan KPR

  • Biaya Provisi: Sebesar 1 persen dari total plafon kredit yang disetujui. Berupa biaya administrasi bank untuk menyetujui KPR Anda.
  • Biaya Administrasi bank: Sekitar ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah. Biaya untuk mengelola berkas.
  • Biaya Appraisal: Untuk menyewa tim penilai independen penaksir nilai riil rumah yang hendak dibeli.
  • Asuransi Jiwa dan Kebakaran: Premi asuransi ini selama masa tenor KPR untuk mengantisipasi risiko gagal bayar jika terjadi musibah.

Baca juga:

6 Checklist Membeli Rumah Pertama dari Awal sampai Akhir agar Tidak Salah Langkah

3. Biaya Operasional Setelah Pindahan

  • Biaya Renovasi: Meski statusnya rumah baru dari developer, bisa jadi ada perbaikan atau penambahan elemen, seperti kanopi, dapur yang harus dibuat jadi indoor, atau tanah belakang rumah masih kosong.
  • Biaya Pindahan: Menyewa truk, membeli kardus, hingga menyewa jasa angkut barang.
  • Biaya Utilitas Baru: Biaya pasang baru atau deposit untuk internet, listrik (PLN), dan air bersih (PDAM).

Sekarang, Anda sudah mengetahui biaya apa saja yang mesti dibayar saat membeli rumah selain DP dan cicilan bulanan.

Berikutnya, mari ketahui bagaimana cara menghitung biayanya agar Anda bisa menyiapkannya dengan baik.

Bagaimana Menghitung Biaya Tersembunyi saat Membeli Rumah?

Katakanlah rumah yang Anda beli harganya sekitar Rp500 juta.

Maka, Anda bisa menyiapkan dana tambahan sekitar 10-15 persen dari harga rumah untuk meng-cover biaya-biaya ‘tersembunyi’.

Agar lebih jelas, berikut perhitungannya:

  • BPHTB: 5% (setelah dipotong NPOPTKP) — Perkiraan dana tambahan Rp15.000.000 – Rp20.000.000
  • Notaris & AJB: 1% — Perkiraan dana tambahan Rp5.000.000
  • Biaya KPR (Provisi, Asuransi, dll): 4% – 5% dari plafon kredit — Perkiraan dana tambahan Rp15.000.000 – Rp20.000.000
  • Renovasi Kecil & Pindahan: Variatif — Perkiraan dana tambahan Rp10.000.000+
  • Total Dana Cadangan Aman: Rp45.000.000 – Rp55.000.000

Baca juga:

Hal yang Wajib Ditanyakan ke Pengembang Sebelum Beli Rumah, Catat!

Tabel Ringkasan

Jenis BiayaPerkiraan BesaranKeterangan
BPHTB5% setelah dikurangi NPOPTKPPajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan sesuai ketentuan daerah
Notaris/PPATSekitar 0.5–1% dari harga propertiUntuk pengurusan AJB pengecekan sertifikat dan balik nama
Pengecekan Sertifikat dan PNBPSesuai jenis layananUntuk memeriksa data sertifikat dan mengurus layanan pertanahan
Biaya Provisi KPRSekitar 1% dari plafon kreditBiaya bank atas fasilitas kredit sesuai kebijakan bank
Biaya Administrasi KPRRatusan ribu hingga beberapa juta rupiahUntuk pengurusan administrasi dan dokumen pengajuan kredit
Biaya AppraisalSesuai ketentuan bankUntuk menilai harga atau nilai pasar properti yang akan dibeli
Asuransi Jiwa dan KebakaranSesuai ketentuan polisUntuk perlindungan terhadap risiko sesuai cakupan asuransi
Renovasi RumahSesuai kebutuhanUntuk perbaikan atau penambahan elemen rumah seperti kanopi dan dapur
Biaya PindahanSesuai jarak dan volume barangUntuk menyewa kendaraan angkut dan jasa pindahan
Biaya UtilitasSesuai layanan dan ketentuan penyediaUntuk pemasangan atau aktivasi listrik air dan internet

***

Itulah beberapa biaya tersembunyi yang sering terlewatkan saat membeli rumah.

Jika Anda merencanakan dan mengalokasikan dana cadangan sejak awal, Anda dapat menjalani proses transaksi dengan lebih tenang. 

Langkah antisipasi ini akan memastikan impian memiliki rumah baru tidak terganggu oleh pengeluaran tak terduga.

Temukan hunian impian hanya di Rumah123, #RumahUntukSemua.

Pertanyaan Umum

Apa itu biaya tersembunyi saat membeli rumah?

Biaya tersembunyi adalah biaya tambahan di luar uang muka (DP) dan cicilan pokok yang wajib dibayar pembeli, seperti pajak BPHTB, biaya notaris, legalitas dokumen, serta biaya administrasi dan asuransi KPR.

Berapa besar dana cadangan yang ideal disiapkan untuk biaya-biaya ini?

Idealnya, Anda perlu menyiapkan dana darurat tambahan sebesar 10% hingga 15% dari total harga beli rumah untuk meng-cover seluruh biaya tak terduga tersebut.

Apakah pembeli rumah baru dari developer juga terkena biaya tersembunyi?

Ya, meskipun beberapa developer menawarkan promo bebas biaya surat-surat, pembeli biasanya tetap harus membayar biaya pengurusan KPR bank, asuransi, dan biaya renovasi kecil setelah serah terima kunci.

Apa jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh pembeli rumah?

Pajak utama yang wajib dibayar oleh pembeli adalah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang besarannya rata-rata 5% setelah dikurangi nilai upah tidak kena pajak (NPOPTKP).

Biaya apa saja yang muncul jika saya membeli rumah melalui skema KPR?

Saat menggunakan KPR, Anda harus membayar biaya provisi bank (sekitar 1%), biaya administrasi, biaya appraisal (penilaian rumah), serta premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2024\/06\/25100736\/Tebus-Rumah-03.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/properti-penawaran-khusus\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=penawarankhusus","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Simulasi KPR

Hitung pembiayaan kredit rumah dengan bunga KPR terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke-3
Bunga 2.65%
Rp. 967.113
Tahun ke-4 dan seterusnya
Estimasi Bunga 12%
Rp. 2.329.099

Simulasi KPR Syariah

Hitung pembiayaan KPR syariah dengan rekomendasi bank terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke 1 dan seterusnya
Margin 0%
Rp. 0

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari2.65%
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari2.6%
Tenor Max.30 Tahun
Bank CIMB Niaga
Bank CIMB Niaga
Suku bunga mulai dari4.5%
Tenor Max.20 Tahun