Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Simulasi Sederhana & Manual
Dipublikasikan 08 Mei 2026 · 4 min read · by Yongky Yulius

Ringkasan Artikel:
- Menghitung cicilan KPR penting untuk menjaga rasio cicilan tetap ideal (30–40% dari penghasilan) sekaligus membandingkan penawaran antar bank.
- Perhitungan menggunakan rumus Cicilan = P × (i/12) / (1 − (1 + i/12)^−n) dengan komponen utama plafon, bunga, dan tenor.
- Dalam simulasi pada artikel ini, cicilan sekitar Rp3,95 juta per bulan saat bunga fix 5% (Rp500 juta, 180 bulan) dan naik menjadi Rp5,41 juta saat bunga floating 11% dengan sisa pokok Rp431,5 juta dan tenor 144 bulan.
Mengetahui cara menghitung cicilan KPR dengan simulasi sederhana bisa menjadi hal yang penting.
Terutama, untuk Anda yang ingin menjaga rasio cicilan tidak melebihi 30-40 persen dari pendapatan bulanan.
Selain itu, rumus cara menghitung cicilan KPR juga menjadi penting apabila Anda hendak membandingkan penawaran antar bank.
Ya, setiap bank biasanya memang memiliki skema berbeda. Bank A mungkin menawarkan bunga rendah, tapi biaya provisi tinggi.
Sementara itu, bank B memberlakukan bunga sedikit lebih mahal, tapi bebas biaya asuransi.
Tak perlu lama-lama lagi, berikut adalah cara menghitung cicilan KPR dengan simulasi sederhana.
Ketahui Terlebih Dahulu Komponen Utama KPR
Pertama, Anda mesti mengetahui dulu tiga komponen penting dari KPR, yakni plafon kredit, suku bunga, dan tenor.
Berikut adalah simbol rumus dan penjelasan dari masing-masing komponen itu:
- Plafon kredit (P), yaitu total pinjaman atau harga rumah dikurangi DP.
- Suku bunga (i), yaitu persentase bunga dalam hitungan tahun atau p.a (per annum). Contohnya, bunga 5 persen.
- Tenor (n), yaitu jangka waktu pinjaman dalam satuan bulan, misalnya tenor 15 tahun atau dalam hitungan bulan adalah 180 bulan.
Cara Menghitung Cicilan KPR pada Masa Fix dan Floating
Sebagai bahan simulasi sederhana, mari kita contohkan pinjamannya sebesar Rp500.000.000 dengan total tenor 15 tahun (180 bulan).
Maka:
- Plafond (P): Rp500.000.000
- Bunga (i): 5% (0,05) per tahun
- Tenor (n): 180 bulan
1. Masa Fix
Untuk masa fix, Anda bisa menggunakan rumus menghitung cicilan KPR sebagai berikut:
- Cicilan = P * (i / 12) / (1 – (1 + i / 12)^-n)
Hitungannya kurang lebih seperti ini:
- Cicilan = 500.000.000 * (0,05 / 12) / (1 – (1 + 0,05 / 12)^-180)
- Cicilan = Rp3.953.970 /bulan
Jadi, cicilan KPR pada masa fix-nya adalah sekitar Rp3,95 jutaan per bulan.
2. Masa Floating
Berikutnya, setelah masa fixed berakhir, mari kita asumsikan setelah 3 tahun, suku bunga KPR naik.
Berikut variabelnya:
- Sisa Pokok (P): Rp431.500.000
- Bunga (i): 11% (0,11) per tahun
- Sisa Tenor (n): 144 bulan
Rumus:
- Cicilan = P * (i / 12) / (1 – (1 + i / 12)^-n)
Hitungannya menggunakan rumus kurang lebih begini:
- Cicilan = 431.500.000 * (0,11 / 12) / (1 – (1 + 0,11 / 12)^-144)
- Cicilan = Rp5.419.500 /bulan
Jadi, cicilan pada masa floating meningkat jadi Rp5,41 jutaan per bulannya.
Nah itulah simulasi sederhana menghitung cicilan KPR.
Jika tak ingin menghitung manual, Anda bisa menggunakan rumus tersebut pada beragam alat kecerdasan buatan untuk membantu.
Atau, Anda juga bisa menggunakan simulasi dari Rumah123 berikut ini:
Simulasi KPR Bank BTN
Hitung pembiayaan KPR Bank BTN dengan bunga terbaik di Rumah123
Jangan lupa kunjungi juga halaman KPR dari Rumah123 untuk mengetahui suku bunga dan promo terbaru dari bank-bank favorit.
Pertanyaan Umum Seputar Simulasi Cicilan KPR
Apakah cicilan KPR saya akan selalu sama setiap bulan hingga lunas?
Apa saja biaya tambahan yang harus disiapkan selain uang muka (DP)?
Berapa maksimal cicilan bulanan yang dianggap aman bagi keuangan?
Mana yang lebih baik, mengambil tenor singkat atau tenor panjang?
Apa yang harus dilakukan jika cicilan naik drastis saat masa floating?
Apakah riwayat kredit mempengaruhi persetujuan simulasi KPR ini?

